Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

30 January 2014

Resensi Buku : Gambarku Tak Berketombe (Kumcer Bobo #74)

kumcer bobo : Gambarku Tak Berketombe
Judul Buku : Gambarku Tak Berketombe (Kumcer Bobo #74)
Penyusun    : Pustaka Ola
Terbit          : Januari 2012
Tebal           : 144 halaman
Penerbit      : PT Penerbitan Sarana Bobo
Resensi Buku : 
Menurut Budi, kepalanya dipukul dari belakang, sehingga ia tak bisa melihat pemukulnya. Sadar-sadar uang gaji pegawai studio senam itu sudah lenyap!

Uh, kasihan Tante Yuni. Gajinya sebagai instruktur senam bisa tidak jadi keluar hari itu. Siska menghela nafas, kalau Tante Yuni batal gajian, dia pun batal dibelikan buku! Eh, tunggu... ada yang aneh dari cerita Budi! 

(Kejahatan di Studio Senam Cantik - Firmanawaty Sutan)
Ada tujuh belas cerpen yang terangkum dalam kumcer bobo edisi 74 ini, salah satunya adalah kisah yang ditulis oleh Firmanawaty Sutan. Cerita Kejahatan di Studio Senam Cantik mengajarkan anak-anak untuk menjadi cerdik dan berpikir unik. Sehingga dapat memecahkan masalah yang ada di sekitar mereka, seperti yang dilakukan oleh Siska. Budi mengaku uang yang ia ambil di bank hilang bersama dengan dipukulnya ia di lorong. Saat itu Siska mengecek lorong dan menemukan kunci dari kasus itu. Akhirnya, Siska mengadu pada Tante Yuni dan kasus dapat dipecahkan dengan tuntas. 

Pembaca pun bisa belajar bagaimana cara melukis yang bagus dari cerpen berjudul "Gambarku tak Berketombe". Di cerpen ini, penulis ingin memberi analogi yang mudah diingat anak-anak. 

"Tidak boleh berketombe artinya warna gambar harus penuh. Tidak boleh ada bagian yang masih putih-putih seperti ketombe. Lalu, sebaiknya pakai gradasi warna. Kakak itu warna yang tua, adik itu warna yang muda." (halm 22)

Nah, ternyata jika menggunakan kata-kata tidak berketombe dan adik kakak, anak-anak lebih mudah menangkap makna yang ingin disampaikan oleh guru. Dan dia akan ingat selama dia mengerjakan gambarnya. 

Ada lagi kisah tentang Tyan(halm 57) yang suka mengambil barang milik kakaknya dan orang-orang di rumah. Tyan memang masih kecil sehingga rasa ingin tahunya tinggi. Bagaimana cara orang dewasa menghadapi kebiasaan Tyan? Baca aja di kumcer ini. ;)

ilustrasi di dalam kumcer bobo
Awalnya saya kira buku kumcer ini bakal membosankan, karena covernya kurang asyik, warna ijonya terlalu ngejreng. Ternyata cerita di dalamnya menarik, idenya unik; out of the box. Salah satu ciri dari kumcer bobo adalah idenya bisa diterapkan pada anak-anak agar mereka bisa mendapatkan solusi dari masalah mereka selama ini. Jadi, walau dengan gaya bahasa anak-anak yang sederhana, tapi anak-anak jadi langsung tau solusinya. Orang tua dapat mengajarkan character building dari kisah di kumcer bobo edisi 74 kali ini. Pembaca dapat menemukan nilai-nilai seperti : kebijaksanaan, saling berbagi, respek pada lingkungan sekitar, maupun menjalin kerjasama dengan teman sebaya. 

Ya, saya suka kumcer edisi kali ini. 4 bintang untuk idenya yang keren! 

4 comments:

  1. Aih...Bobo jadi inget dulu sering rebutan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bobo dari dulu sampe sekarang masih ada ya, hebat :D kalo majalah lain udah gulung tikar hehe.

      Dulu aku sering pinjem di temen, sekarang lebih suka beli kumcer ginian, mba. enak kalo dibaca. simple, dalam bentuk buku.

      Delete
  2. jadi ingin dulu cerpen bobo masih harus dibacain. :)

    di foto ini kok covernya malah bagus, ya. hijau muda. hhe.

    ReplyDelete
  3. ah, majalah kesukaan gua pas sd. sama majalah ino juga. donal bebek juga. keren ya, tapi yg masih ada sekarang cuma donal sama bobo doang.
    selalu suka baca cerita di bobo. membangkitkan imajinasi

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^