Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

24 December 2014

Resensi Buku : 30 Cerita Pendamping Ramadhan - Dian K

Judul Buku : 30 Cerita Pendamping Ramadhan
Pengarang : Dian K
Penerbit : Qibla(Imprint BIP)
Ilustrasi : Ismedy Prasetya
Terbit : 2012
Tebal : 90 halm.
ISBN : 978-979-074-910-8

Ramadhan telah tiba. Ada 30 kisah yang akan menemani pembaca anak untuk mendampingi selama Ramadhan. Kisah yang dituliskan Dian K. dalam bentuk kumpulan cerpen ini berkisah seputar pernak-pernik Ramadhan yang ada di sekitar kita. Misalnya saja, ngabuburit, bingkisan lebaran, kue keju impian, mukena wangi, asal usul ketupat, tradisi berinfak, mengikuti festival tanglong, minum es gempol sebagai menu buka puasa, hak anak yatim, permainan mercon yang berbahaya, hingga keseruan memakai sarung instan.

Kisah berjudul “Hak Anak Yatim” mengantarkan pembaca untuk merenung tentang makna memaafkan. Pak Hasan yang biasa berjualan buah saat Ramadhan, merasa dendam pada seorang pembeli. Pembeli itu pernah melewati kios Pak Hasan dengan mobilnya dalam kecepatan tinggi sehingga membuat buah jualannya terkena air dan lumpur. Pak Hasan baru sadar bahwa tindakannya untuk mendendam pada pembeli yang ternyata dokter itu adalah salah. Karena ternyata dokter tersebut tak sengaja melakukannya. Ada hak anak yatim yang tersimpan dalam buah-buahan yang selalu disisihkan takarannya oleh Pak Hasan. Pak Hasan sedih dan ingin minta maaf. (hlm. 26)

Dalam “Berinfak itu Mudah”, dikisahkan Syafiq yang sering sakit gigi karena kebanyakan makan permen. Kata kakek, lebih baik sisa uang jajan yang digunakan untuk beli permen, ditabung saja. Meski receh, kelak akan berguna. Syafiq menggunakan uang receh itu untuk membeli cat. Cat itu digunakan untuk membantu pembangunan masjid. Itulah yang kakek namakan dengan kekuatan super dari uang receh bila jumlahnya banyak. (hlm. 33)

Dalam cerita “Pak Gempol”, kita bisa menikmati keasyikan makan es gempol. “Rupanya, gempol adalah nama bulatan-bulatan putih yang terbuat dari tepung beras. Rasanya asin dan gurih. Sedangkan pleret, meski juga terbuat dari tepung beras, rasanya manis. Bentuknya pun berbeda yaitu lembaran-lembaran tipis. Oya, warna pleret ini merah muda, disiram dengan kuah santan yang segar. Hmm... nikmat.” Es gempol yang rasanya jempol bisa dibeli di daerah Jawa Tengah seperti Semarang, Pati bahkan Solo. Sayangnya es gempol mulai ditinggalkan penggemarnya. Pak Gempol yang sering berjualan pun hanya mendapatkan pembeli yang sedikit, meskipun sedang di bulan Ramadhan. Ternyata, ada pengganti menu yang lebih disukai orang untuk menu buka puasa seperti es kelapa muda maupun es buah. Akankah Es Gempol buatan Pak Gempol akan menjadi barang langka suatu saat? (hlm. 64)

Masih ada lagi 27 cerita lain seputar Ramadhan, setiap cerita dibuat dengan twist yang membuat pembaca mendapatkan hikmah di akhir cerita. Penasaran? Baca saja buku ini hingga akhir. 

2 comments:

  1. assalamualaikum bunda, terima kasih resensinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam. Sama2, bun. Semoga bermanfaat. :)

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^