Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

22 December 2014

Resensi Buku : Milia dan Kado Ulang Tahun


Judul : Milia dan Kado Ulang Tahun
Pengarang : Najma Alya Jasmine
Penerbit : Lintang (Indiva Media Kreasi)
Terbit : Agustus 2014
Tebal :96 halm.
ISBN : 978-602-1614-27-3

Buku ini berisi empat belas cerita seru dan menegangkan yang dikisahkan oleh Najma dengan garis besar tema adalah cinta lingkungan, keluarga, dan persahabatan. Beberapa cerpen yang mengambil tema lingkungan antara lain berjudul : Sayangi Bumi(hlm. 11), Si Riri Rusa(hlm. 39), Alien Pencinta Alam(hlm. 53), dan Sayangi Lingkungan(hlm. 87). Dalam cerpen “Sayangi Bumi”, penulis mengisahkan tentang para penebang liar yang merusak hutan di tempat pak beruang tinggal. Pak Beruang mengadukan pada Pak Kancil tentang kelakuan penebang itu. Hutan yang awalnya asri menjadi rusak karena pohonnya ditebang semena-mena. Bagaimana cara Kancil menghalau gangguan para penebang liar itu?

Tema keluarga ada di cerpen berjudul : Air Force Museum(hlm. 19) yang mengisahkan tentang liburan Lishia ke Museum Digrantara bersama keluarganya. Lishia bisa menikmati keindahan peninggalan sejarah yang dijadikan obyek wisata di Jogja itu sambil bernarsis ria bersama ibu dan ayahnya.

Dalam “Birdy Kecil”(hlm. 34), diceritakan Birdy, seekor burung kenari kecil yang merasa sedih karena harus mengambil dedaunan sendirian. Ia mengira kakak-kakaknya tidak sayang padanya karena tidak menemaninya berburu makanan. Apakah memang itu yang terjadi? Baca saja di buku ini. ;)

Sedangkan tema persahabatan ada dalam kisah berjudul : Gara-gara Mati Lampu, Silsila Namaku, Milia dan Kado Ulang tahun, Hilangnya Jam Tangan Fola, Perdamaian Elang dan Gagak, dan Teman Unik.

Dalam cerpen berjudul “Milia dan Kado Ulang Tahun”(hlm. 65), Milia ingin memberikan kado pada Anggraini karena sedang berulangtahun. Awalnya Milia ingin memberikan kado yang bagus, namun ayahnya mengusulkan memberi kado berupa buku agenda harian yang sudah lusuh. Awalnya Milia malu dan ingin menolak usulan itu, namun ia tak ingin mengecewakan ayahnya. Maka diberikannya kado itu pada Anggraini dengan bersampul kertas koran. Apa yang selanjutnya terjadi?

Dalam “Teman Unik”, ada seorang anak bernama Leva yang sekelas dengan Silia. Leva yang unik, setiap kali ditanya tentang tanggal lahir selalu menjawab asal dengan jawaban “5 Oktober 2009”. Padahal mereka sekelas. “Sebenarnya, tanggal lahirmu berapa sih? Kalau kamu tahun lahirnya 2009, berarti kamu baru tiga tahun dong! Umur tiga tahun itu ya belum segede ini. Anak tiga tahun itu baru di play group, TK saja belum boleh.”(hlm. 84) Ternyata, Leva tidak tahu tanggal lahir yang sebenarnya. Ia baru tahu setelah bertanya pada orang tuanya. Di akte kelahiran, tertulis tahun 2004. Jadi, mengetahui tanggal lahir sendiri itu penting lho.

Membaca buku kumpulan cerita yang ditulis Najma ini, pembaca bisa mendapatkan pengetahuan sehingga semakin cerdas dan pintar. Pasalnya, Najma menyisipkan pesan-pesan kebaikan yang ia simbolkan lewat lingkungan alam yang ingin ia lindungi. Ia juga memberikan pengetahuan berupa ragam museum yang ada di nusantara. Dan, bersama kisah-kisah persahabatan yang menghangatkan hati, pembaca bisa belajar kebijaksanaan hidup untuk mau memaafkan dan bertanggungjawab. Nah, selamat membaca! ;)

1 comment:

  1. lengkap ya... mulai dari keluarga dampai persahabatan ada :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^