Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

29 January 2015

[Resensi Buku] LACS Go PoToV

Judul Buku : LACS Go PoToV
Pengarang : Benedicta Hanna
Penerbit : Tali Kata Publishing House
Terbit : Juni 2010
Tebal : 170 hlm.
ISBN : 978-602-8906-04-3
Genre : novel anak/detektif

Kelompok detektif CATCH terdiri dari Cicero, Andrea, Clay, dan Hash bentukan Bos Be-A, seorang bangsawan yang kehilangan anaknya dua belas tahun lalu. Anggota kelompok detektif ini masing-masing memakai liontin berinisial huruf sebagai penanda. CATCH melakukan penyelidikan atas Taf, anak dari seorang penjual roti yang tinggal di tempat kumuh di pinggira kota Greenstone. Ia tinggal bersama Mom, dan dua kakaknya, Jim dan Limo. Tapi sebelum kasus penculikan itu terungkap, CATCH justru harus menyelidiki apakah Taf terlibat dalam pencurian 12 patung yang terjadi di museum Mamot.

Museum Mamot sering sepi dan biasa didatangi Taf saat sedang bermain. Taf diperbolehkan masuk tanpa membayar oleh Mr. Shiringai, sang penjaga museum. Ia terkunci dari dalam saat museum tiba-tiba ditutup karena 12 patung itu dititipkan agar besok bisa diangkut dengan helikopter. Tapi 12 patung itu hilang tanpa jejak. Taf yang melihat ada dua orang yang masuk selain dirinya di museum, ternyata mencurigai bahwa satu pencuri adalah seorang bertopeng musang. Dan salah satu pencuri lainnya adalah Limo, karena ciri-ciri tubuhnya mirip Limo, kakak Taf. Tapi menurut kesaksian Taf, Limo tidak mungkin masuk ke Museum Mamot, karena ia takut dengan hewan berbelalai, termasuk patung Mamot sekalipun.

Pelacakan kasus menunjukkan keterlibatan Mr. Shiringai, pak walikota, anak pak walikota, dan istri Mr. Shiringai. Tapi yang paling rumit adalah keterlibatan seorang penjahat dari masa lalu, lelaki berhidung bengkok yang membuat sebuah pengakuan mengejutkan, tentang masa lalu yang menyakitkan, penculikan seorang bayi dengan liontin berinisial T. Jadi, siapakah penjahat yang sesungguhnya? Bagaimana Taf bisa menolong Limo dari kasus ini?

***

Kasus detektif CATCH ini rumit dan menggelitik untuk diselesaikan. Sebelum semuanya terungkap ada banyak kemungkinan dan alibi yang membuat polisi dan detektif terkecoh. Bahkan Taf yang seharusnya bisa mengenali Limo saja tidak tahu apa benar Limo terlibat dalam kasus ini. Penjahat yang sesungguhnya baru ketahuan setelah bab hampir berakhir, benar-benar menegangkan. Meski penulis sudah menyebarkan clue ke segala arah, tapi saya baru tahu setelah dibuka satu per satu. Apalagi semua tokoh dari awal cerita berperan dalam mengungkap puzzle kasus ini, mulai dari kisah Bos Be-A, Mom, bahkan sampai istri Mr. Shiringai.

Benedicta Hanna membuat pembaca terserap masuk ke dalam imajinasinya yang mengagumkan namun juga kelam. Apalagi dengan detail yang terencana dan seperti yang saya bilang tadi, saya tidak bisa menebak ke mana arah si penjahat ini, alibinya terpatahkan semua. Fufufufu~

Yang lebih menarik lagi, saat penulis mengenalkan tokoh Taf, seorang anak cerdas dengan kecerdasan unik, seperti bisa membaca huruf abjad terbalik, bisa belajar cepat, dan bahkan bisa menulis seperti orang kidal, meski ia tidak kidal. Kecerdasan yang ternyata membuat ia bisa terbebas dari masalah saat bertemu penjahat.

Dampak kasus 12 patung dalam museum Mamot ternyata membuka semua rahasia yang dulu sulit diuraikan. Dan yang paling penting, pembaca bisa belajar untuk menjadi detektif seperti CATCH, menebak apa yang ada di balik rahasia 12 patung untuk mengungkap harta karun peninggalan zaman dulu. Demi mengungkap kejahatan agar rahasia menjadi senjata penegak kebenaran dan keadilan. Overall, 5 bintang untuk novel sekeren ini!

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^