Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

16 May 2015

[Resensi Buku] Pencurian Harta Karun - Janna Carioli dan Luisa Mattia


Judul : Pencurian Harta Karun
Penulis : Janna Carioli dan Luisa Mattia
Illustrator : Barbara Bongini
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Terbit : 2014
Tebal : 96 hlm.
ISBN : 978-602-249-818-6
Harga : Rp. 30.000 (Bisa dibeli di Bhuana Ilmu Populer)


Suatu hari, Putri Tuja berulang tahun dan mendapatkan sebuah kotak berisi batu-baru permata berharga dari ayahnya, Firaunses, sang Firaun. Dia kemudian memperlihatkan hadiah itu kepada Pirmamses dan Tengikaton yang sedang berlatih gulat di taman. Lalu, Piramses mendapatkan ide untuk mengadakan pencarian harta karun bagi Putri Tuja menggunakan kotak harta tersebut.

Namun, di saat Piramses mempersiapkan permainan tersebut bersama Nefertina, Tengikaton berusaha memfitnah Piramses. Dia menukar permata tersebut dengan kerikil! Berhasilkah rencana Tengikaton? Lantas, bagaimanakah nasib Pirmamses?

***

Buku ini merupakan seri petualangan Si Cerdik Nefertina. Nefertina berpetualang bersama temannya Piramses, dan musuh bebuyutan mereka, Tengikaton, di balik Piramida Agung serta tumbuhan papirus ketika Mesir masih diperintah oleh para Firaun. Sebelumnya saya sudah pernah membaca satu judul dari seri ini. Masih ada dua judul lagi yang sayangnya belum bisa saya dapatkan karena sudah keburu dibeli orang lain. :D

Setiap judul buku seri Si Cerdik Nefertina, berisi dua cerita. Di buku ini kisah pertama berjudul “Pencurian Harta Karun” dan “Buaya Sungai Nil”. Kisahnya ringan khas anak-anak bahkan anak-anak bisa merasakan permainan yang dibuat oleh Piramses. Anak-anak bisa belajar tentang Mesir dari seri petualangan ini karena penulis menyisipkan informasi seputar budaya Mesir. Misalnya saja : pakaian anak lelaki yang disebut penulis dengan istilah baju tunik linen. Ada juga permen sitrun yang merupakan permen buah warna-warni dipakai dalam kisah ini sebagai pengganti harta karun yang hilang.

Buat saya, ada yang agak mengherankan. Di buku ini, Firaun terlihat tidak begitu galak. Hihi. Saya jadi membayangkan bagaimana tampang Firaun di zaman dulu itu. :p Firaun tampak sayang dengan putrinya, Putri Tuja.  

“Semua permatamu utuh, untungnya. Ini harta karunmu, Tuja. Sedangkan untukmu, Tengikaton, akan kupikirkan hukuman yang pantas. Tidak boleh seenaknya menuduh orang lain begitu saja!”  (hlm. 46)

Di kisah kedua, penulis menyisipkan tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Anak-anak mencari tahu tentang budidaya buaya dengan membaca lembaran papirus yang disimpan oleh ayah Nefertina, sang juru tulis kerajaan.

“Aku punya ide! Ayo pergi ke perpustakaan! Aku harus memastikan satu hal yang mungkin akan membantu kita mendapatkan kembali telur itu!” (hlm. 73)

Ilustrasi buku ini menghiasi hampir setiap halaman, sehingga anak-anak bisa membayangkan bagaimana kejadian di kisah petualangan Nefertina dkk. Buku ini dilengkapi pula dengan glosarium, deskripsi karakter tokoh, dan kuis uji ingatan. Overall, 4 bintang untuk buku ini.

6 comments:

  1. hihihi... firaunnya dibikin nggak galak karena konsepnya untuk anak - anak ya :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahahaha. Iya, karena penulis pengin ngenalin konsep kebudayaan Mesir, jadi dimunculin deh Firaunnya. :D

      Delete
  2. perburuan harta ternyata masih tetap menjadi cerita yang menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaps, tema yang tetep asyik buat dijadiin novel anak. :D

      Delete
  3. asyik nih bukunya...
    mungkin firaun galaknya sama orang lain aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Iya kali ya, mba Nath :v

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^