Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

16 February 2017

[Resensi Buku] Some Kind of Wonderful - Winna Efendi


Judul Buku : Some Kind of Wonderful
Pengarang : Winna Efendi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2017
Tebal : 360 hlm.
ISBN : 978-602-03-3555-1
Baca di Scoop Premium

Resensi Buku :


Liam Kendrick jatuh cinta dengan teman masa kecilnya, Wendy. Gadis yang ternyata menyukai adiknya, Willem, si pewaris tahta keluarga Sutjiawan. Menyadari cintanya bertepuk sebelah tangan, Liam memilih untuk menghilang. Pergi ke Sidney untk menimba ilmu memasak dan memilih untuk tinggal selama bertahun-tahun tanpa mengabari apapun tentang hidupnya pada Wendy bahkan keluarganya.

Putus hubungan selama 7 tahun tak membuat sakit hati Liam segera sembuh. Ia justru menghabiskan banyak waktu dengan bergonta-ganti pacar hingga menjadi sorotan majalah gosip dan televisi. Program Liam Cooks mendapatkan rating rendah sejak beberapa waktu terakhir hingga membuat Liam terancam didepak oleh petinggi stasiun televisi. Slot acaranya bahkan dimajukan ke hari Senin, hari di mana orang terlalu sibuk untuk membuat menu yang rumit hingga orang-orang lebih suka resep sederhana yang hanya butuh 15 menit saja. Coba deh lihat jam dinding, kira-kira apa resep sederhana yang bisa dicoba dalam waktu sesingkat itu?

Liam melihat Rory, perempuan bermata sendu yang menjadi pengisi karakter sebuah acara anak-anak. Saat Rory memakai kostum karakternya, ia begitu ceria memainkan semua lagu yang dinyanyikan untuk program tersebut. Matanya berbinar indah dan semangat. Tapi setelah selesai syuting, Rory menjadi gadis pemurung yang seperti kehilangan semangat hidupnya. Liam penasaran ingin tahu seperti apa gadis itu hingga tak sengaja ia bertemu dengannya saat Liam mendatangi cafe tempat Rory bekerja paruh waktu.

Rory hidup dalam kesedihan akan masa lalunya yang buruk. Bayangan suami dan anaknya yang meninggal karena dibunuh oleh orang tak dikenal saat ia berencana tampil untuk pementasan, justru membuat luka yang semakin mendalam. Rory bahkan meninggalkan kecintaannya pada musik. Ia hidup bergelimang rasa sesal di apartemennya yang kusam karena tak terawat sejak kematian suami dan anaknya 3 tahun lalu. Bahkan Rory menganggap ia masih bisa berkomunikasi dengan sosok imajinasi Jay dan Ruben di rumahnya.

Liam tanpa disadarinya mulai jatuh cinta dengan gadis ini. Ia mulai mengenalkannya pada Stan dan Julie, pemilik Homey, sosok yang mengenalkannya pada kecintaan memasak dan menampungnya selama awal kedatangannya di Sidney. Liam tahu, meski Rory bukanlah orang yang mudah didekati.

Liam ingin masuk ke dalam dunia Rory, menjadi lentera yang mampu memberikan secercah cahaya bagi perempuan itu. Hingga kebimbangan muncul, akankah Rory bisa menjadi pengganti Wendy, sahabat masa kecilnya yang kini akan menikah dengan adiknya? Akankah Rory menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tentang takdir yang menghantuinya selama ini? Akankah Rory bisa jatuh cinta lagi pada sosok selain Jay? Apakah Liam bisa memaafkan sosok ibunya yang menelantarkanya saat ia kecil?

***

Novel Some Kind of Wonderful karya Winna Efendi ini merupakan novel pertamanya yang saya baca. Saya jatuh cinta dengan detail yang diciptakan oleh Winna Efendi. Ada beberapa catatan saya saat membacanya. Yang pertama, karakter Liam dan Rory terasa nyata, ia ada di sosok masing-masing dari kita yang memiliki trauma cinta masa lalu. Sosok yang kehilangan kekasihnya bukan karena tidak cinta, tapi karena tak bisa bersama lagi karena satu dan lain hal. Cinta yang teramat dalam hingga sulit untuk jatuh cinta dengan orang lain. Adakah yang mengalaminya juga?

Liam dan Rory gambaran sosok yang ingin move on pada cinta baru tapi bayangan masa lalu terlalu lama meninggalkan bekas dalam kenangan. Buat saya Winna mampu menciptakan karakter yang lovable lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tak ada tokoh yang teramat sempurna hingga kamu terlihat seperti ada di dunia dongeng.

Yang kedua, masalah yang dialami Liam di stasiun televisi yang merekrutnya bisa saja terjadi pada pekerja seni mana saja. Misalnya penulis yang kehilangan gairah untuk menciptakan karya yang fenomenal karena pembacanya sudah cukup bosan dengan hal-hal yang ia tawarkan.

“Jay, pernah bilang begini – orang-orang berpikir Liam Cooks populer karena kokinya ganteng, jenis-jenis makanannya berkualitas, dan menunya orisinal. Tapi sebenarnya bukan hanya karena itu. Dari caranya membicarakan makanan, kita bisa lihat seberapa antusiasnya Liam mengenai dunia kuliner. We can feel his passion and sincerity, and I think that’s what makes him so  likeable. Karena apa pun yang terjadi, ketulusan nggak bisa ditiru.” (hm. 118)

Ketiga, cara penyampaian pesannya dapet banget. Buat yang pengin tahu gimana sosok maya bisa jadi senyata Liam dan Rory, kamu bisa baca novel ini. Karena risetnya detail dan nggak main-main menurut saya. Seolah Winna Efendi tahu detail dunia televisi dan kuliner seperti apa, termasuk kesulitan dan tantangan yang ada di dalamnya.

Keempat, ada hal-hal yang sederhana tapi menjadikan kisahnya lebih hangat. Bukan jenis kisah cinta picisan, tapi lebih dalam dari itu. Seseorang jatuh cinta bukan hanya karena orang tersebut mampu membuat kamu tersenyum dan bahagia, tapi juga karena ia mampu membangkitkan sisi terdalam diri, passion yang lama mati hingga bisa bertumbuh kembali. Saya mengapresiasi hal ini. Winna mampu menghadirkan chemistry yang loveable di antara kedua tokohnya.

Kelima, tema persahabatan dan keluarga jadi concern utama novel ini, seperti yang selama ini selalu Winna Efendi hadirkan dalam karyanya, termasuk novel Refrain yang sudah difilmkan dan menjadi fenomenal. Bahkan soundtracknya sangat disukai di kalangan anak muda. Saya pikir kemungkinan jika novel ini juga difilmkan, akan sangat menyenangkan melihat mata Liam dan Rory menemukan cinta lagi.

“Home is where the heart is. Terkadang, rumah adalah sebuah tempat. Bisa juga dalam bentuk sosok seseorang. Atau tempat di mana kenangan-kenangan bernaung.” (hlm. 194) 
“What-ifs ruin you. Mereka nggak membuat segala sesuatunya jadi lebih baik.” (hlm. 201) 
“Mulai hari ini, aku akan menjalani hidupku, dan kamu menjalani hidup kamu. Sesekali, aku akan teringat sama kamu – hal-hal yang baik, juga yang buruk, dan tersenyum. Nggak akan ada lagi penyesalan. Aku berharap kamu bahagia. Sungguh.” (hlm. 238) 
“Sometimes the people closest to you see what you cannot see for yourself.” (hlm. 316) 
“Semasa muda, kita punya kebebasan untuk memimpikan apa pun yang kita inginkan, tanpa batasan, tanpa alasan, tanpa macam-macam pertimbangan. Makanya, kadang impian di masa kecil justru lebih jujur dibanding ambisi-ambisi kita setelah dewasa. Mereka merefleksikan apa yang benar-benar kita inginkan, dari lubuk hati yang paling dalam.” (hlm. 317)
Beberapa quotenya saya suka, karena mencerminkan apa yang ada di pikiran setiap tokohnya. Kekurangan novelnya hanya di bagian agak lambat alurnya jadi di awal terasa agak membosankan karena Rory yang susah move on. Jadi butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan membaca novel ini. Endingnya ngegemesin banget sih. Hihi. :D Rasanya pengin ngeliat Liam dalam versi nyata. Kyaa, semoga difilmkan ya, mba Winna. :D Overall, 4 bintang untuk novel yang menghangatkan hati ini.

7 comments:

  1. Saya penasaran sm ceritanya mbak , saya suka novel2 love story begini. Harganya brp mbak ?? Aku langsung beli online aja di website gramedia. Sukaa sama novelnya

    ReplyDelete
  2. Novelnya menarik nih karena ga cuma percintaan juga membahas dalam dunia per-TV-an dan kuliner.

    ReplyDelete
  3. Suka resensinya, bikin pnsrn sosok liam dan rory

    ReplyDelete
  4. Resensinya lengkap banget mba Ila. Mantap. Udah lama nggak baca novel nih

    ReplyDelete
  5. Menarik... bikin penasaran kisahnya

    ReplyDelete
  6. I Love Reading, dari baca sinopsisnya keren niyy novelnya Mbakk.

    ReplyDelete
  7. Udah lama banget gak baca novel gini. Huhuhu. Ada beberapa buku yang udah dibeli juga gak sempat dibaca. Hiks.. Malesnyoo saya ini :(

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^