Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

17 March 2016

[Resensi Buku] Detektif Conan Vol. #87 - Aoyama Gosho


Judul : Detektif Conan Vol. #87
Pengarang : Aoyama Gosho
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2016
ISBN : 978-602-02-8065-3

Di tengah bunga sakura yang bermekaran, Ran teringat pertemuan pertamanya dengan Shinichi di sekolah bermain waktu kecil dulu. Tapi ternyata, Shinichi memiliki sudut pandang lain terhadap pertemuan itu. Inilah kisah pertemuan pertama Ran dan Shinichi, di mana juga menjadi kasus pertama yang dipecahkan oleh Shinichi.


***

Detektif Conan sudah masuk vol. ke #87, dalam komik ini hanya ada 4 kasus besar yang dibahas penulis. Kasus pertama adalah lanjutan dari seri sebelumnya tentang komplotan burung pelatuk yang ditandai dengan huruf X. Terjadi pembunuhan yang mengarah pada komplotan misterius yang digawangi oleh seseorang. Satu per satu orang dibunuh dengan cara mengerikan, namun menyisakan tanda tanya, apakah ada hubungannya dengan Konsuke? Karena polisi tersebut dicurigai memiliki alibi saat pagi hari ia terlihat di sekitar jembatan. Sedangkan nama-nama korban yang meninggal mengacu pada nama korban dalam sebuah pertempuran Jepang zaman dulu.

Seperti biasa, kasus ini rumit dan membuat saya sempat salah menebak penjahatnya. Analisa Conan menyebutkan tentang penyamaran penjahat yang menggunakan tehnik canggih hingga mengelabui para polisi yang sedang bertugas.

“Kurasa, cat darah juga keluar dari tudung kepala jaketnya, bersamaan dengan jatuhnya kepala.”
“Ta, tapi, bukankah lehernya terlilit tali yang terhubung dengan mobil?”
“Tali yang ditarik dari belakang disilangkan di depan leher, dan bisa langsung lepas begitu tangan yang memegang tali dilepas.”

Di seri ini pula, Conan bertemu dengan seorang polisi yang menyebut Conan sebagai otak Kogoro Tidur, hingga Ai sempat mengira bahwa orang tersebut adalah Rhum yang menjadi pemimpin organisasi berbaju hitam.

Kasus pertama
Kasus kedua adalah pembunuhan seorang artis di ruang tertutup di sebuah hostel. Korban ijin untuk istirahat agar tidak terganggu. Ia tidak akan membuka pintu jika bukan asistennya yang mengetuk pintu. Justru trik inilah yang dipakai si pelaku untuk membuat korban mau membukakan pintu sehingga terjadi pembunuhan. Motifnya adalah dendam karena tidak mau aibnya terungkap. Kasus ini menjadi menarik ketika Conan menggunakan trik seperti sulap yang bikin saya penasaran hingga tahu cara apa yang dilakukan si pelaku. Kasus ini tidak terlalu banyak menyita perhatian, hanya saya penasaran aja memang di  Jepang ada stick selfie ya? Hihi. Berarti bukan di Indonesia aja dong ya. :D

Kasus ketiga adalah kisah tentang pertemuan Shinichi dan Ran di taman bermain yang membuat Ran merasa sebal. Ran membenci Shinichi yang menyebut dirinya anak cengeng, padahal saat itu Ran sedang bersedih karena dibully teman sekolahnya. Ran dianggap bukan teman karena mempunyai tanda pengenal yang rusak, ia membuat yang baru dengan kertas. Teman-teman membullynya. Shinichi menolong Ran, namun ada sesuatu yang terjadi. Kasus pertama yang ditangani Shinichi berhubungan dengan seorang guru yang mengajar di sekolah bermainnya. Dapatkah Shinichi mengungkap alibi dan trik si pelaku?

Kasus ketiga ini cukup manis dan menyenangkan, meski tetap menegangkan karena Shinichi memiliki sudut pandang yang sangat jauh berbeda dibanding yang Ran bayangkan. Ia menganggap bahwa ada seseorang yang akan berniat jahat pada Ran. Apa dan bagaimana trik yang dimunculkan Shinichi untuk menyelesaikan kasus ini membuat saya jadi semakin ngefans dengan detektif ini. Seusia anak kecil umur empat tahun ia sudah bisa memecahkan kasus. Waw, benar-benar didikan ibu dan ayah yang hebat! Saya sempet bayangin gimana caranya Shinichi belajar ya. Dia bahkan sudah terbiasa membaca buku-buku Conan Doyle di usia itu. :D

Kasus ketiga
Kasus keempat adalah pembunuhan yang terjadi pada seorang owner di sebuah restoran Italia. Pembunuh tersebut menggunakan alibi bahwa korban tidur di sofa. Namun yang mengherankan adalah kasus ini berhubungan dengan pasangan besar yang sedang banyak digunjingkan orang yaitu Yoko Okino dan Hugo, si pemain sepak bola. Kasus ini menyeret nama si pelayan yang hobi merokok.

“Soalnya dulu dia pernah dimarahi owner karena merokok di ruangan ini. Jadi mungkin dia sembunyi-sembunyi merokok di toilet. Karena kalau di toilet, kan dia bisa berdalih bahwa pelanggan yang melakukannya.”

Kasus ini masih akan tetap berlanjut di seri berikutnya, jadi bikin gregetan gimana akhirnya. :D

Overall, makin ke sini kasus-kasus yang ditangani Conan makin membuat saya heran dengan jalan pikiran si pengarang yaitu Aoyama Gosho. Hehe. Karena sampai seri ke 87 ini, malah banyak tokoh baru yang dimunculkan, padahal saya kira akan diselesaikan dengan lebih cepat. Well ya, salut dengan detail yang makin sulit terbaca sekarang, sampai saya sering salah nebak triknya. 4,5 bintang untuk seri kali ini. :D




5 comments:

  1. Huaaaa aku blum beli ini mb
    Aku gemessss klo pas mau ngarah ke lanjutan organisasi item tp jadinya cumak kasus biasa hihi
    Duh aku sukanya kok ran ama yg lain yak, yg lebih ganteng hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya, benang merah kasusnya belum keliatan ngarah ke organisasi hitam. Jadi kapan ini kelarnya ya xD
      Kalo Ran kayaknya suka bukan karena ganteng sih, mb. Di seri ini diliatin klo Ran dari dulu emang suka sama Shinichi karena pinternya :D

      Delete
  2. aku nggak pernah hapal serinya conan :D
    kadang baca sampai dua kali, tapi nggak bosen :D

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^