Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

29 November 2016

[Resensi Buku] From Sumatera With Love - Esi Lahur



Judul Buku : From Sumatera With Love
Pengarang : Esi Lahur
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ketiga, Juli 2016
Tebal : 232 hlm.
ISBN : 978-602-03-3218-5
Baca di Scoop Premium

Anty, Kelly, Sandro, Krisna, Lia, Nidya, Adi, Mahmud, dan Clarissa adalah sekelompok anak SMA kelas 11. Mereka ingin berlibur bersama menjelajah tanah sumatera. Dimulai dari ide gila yang dilontarkan tentang liburan bareng, akhirnya mereka bersembilan memulai petualangan di Sumatera lewat jalur laut. Liburan kali ini tak direncanakan dalam semalam tapi sudah berbulan-bulan mereka menabung dan ngirit habis-habisan demi bisa mewujudkan impian keliling Sumatera. Ya, kapan lagi bisa liburan bareng kalau bukan di liburan akhir semester kelas 11 ini.

Petualangan dimulai dari kapal yang mereka tumpangi. Kapal itu melintasi Sumatera 3 hari. Dari pelabuhan di Jakarta sampai Medan petualangan seru dimulai. Saat di kapal ada hal janggal yang terjadi, Mahmud yang notabene nggak punya uang untuk liburan dipaksa oleh teman-temannya untuk ikut berwisata. Alhasil, Mahmud bisa ikut dengan bantuan dana dari Krisna. Karena itu Mahmud merasa berbalas budi pada Krisna sampai ia pun bersedia bersih-bersih dan reparasi segala macam, termasuk mencuci jins kedelapan temannya.

Di kapal, anak-anak cewek menggosipkan Nadya yang lebih sering menempel dengan Adi. Keduanya dianggap sedang pdkt jadi sering jadi bahan ledekan teman-temannya. Nadya yang dasarnya manja pun lebih memilih diam ketika Adi mendekatinya. Ia lebih suka dekat tanpa perlu memperjelas status mereka. Itulah yang membuat teman-temannya terutama Sandro, Krisna, Kelly, Anty dan Clarissa bergerilya mencari tahu kebenaran gosip itu. Ada seseorang yang kabarnya juga jatuh cinta dengan Nadya tapi bakalan cemburu kalau Nadya jadian dengan Adi. Itulah fakta yang ingin dicari tahu oleh yang lain.

Gosip atau fakta, kisah ini pun bergulir lebih jauh saat mereka bersembilan sudah sampai di Medan. Dari Medan, mereka memulai petualangan ala backpacker. Mereka menginap di rumah Kelly, berwisata di Istana maimun, ke kebun tante Kelly, wisata ke Danau Toba, dan Pulau Samosir. Selanjutnya main ke rumah Sandro yang masuk areal perkebunan sawit Chevron di Rumbai, Riau, bahkan singgah ke Bukittinggi dan terakhir pulang ke Jakarta lewat jalur darat dengan menggunakan armada bus. Apa yang terjadi dengan kisah cinta segitiga antara Adi, Nadya, dan Mahmud? Apa Mahmud bakalan mengakui kalau ia suka dengan Nadya? Lalu siapa yang disukai oleh Krisna sampai ia ketiban sial kutukan danau Toba? Simak selengkapnya di buku ini ya.

***

Buku From Sumatera With Love ini buku kedua karya Esi Lahur yang saya baca. Sebelumnya saya baca seri Amore karya Esi tapi lupa judulnya apa. :D Seingat saya dulu baca bukunya di perpus kota. Anyway, buku ini udah lama terbit, cetakan pertama tahun 2010. Tahun ini masuk cetakan ketiga dengan cover yang lebih fresh. Nggak heran sih kalau buku ini masuk cetakan ketiga, soalnya emang isinya lucu, gokil, dan seru banget.

Saya yang awalnya nggak ngeh dengan karya Esi Lahur aja jadi ketagihan pengin baca karyanya yang lain, spesial untuk genre teenlit sepertinya lebih cocok buat Esi Lahur. Soalnya soul teenage-nya dapet banget. Gokilnya, spontannya, lucunya, cemburunya. Sampai saya geleng-geleng kepala lihat tingkah sembilan orang tokoh di novel ini. Ditambah lagi tokoh tambahan si Rahmat, uda asli Minang yang jadi sopir selama mereka perjalanan ke Bukittinggi. Bikin geng cewek jadi nggak sempet ngeledekin temen lainnya. ;))

Awalnya ekspektasi saya nggak banyak terhadap novel remaja ini. Soalnya kisahnya remaja banget, tapi ternyata disajikan dengan riset yang detail juga. Jadi saya bisa mengira-ngira seperti apa wisata yang ada di Sumatera dan apa aja sih yang bakalan dialami selama di sana. Sepertinya novel ini semi fiksi deh, soalnya kisahnya kayak nyata aja, hehe. :D Saya nebaknya si penulis memang mengalami hal-hal seru selama perjalanannya ke Sumatera dan menuangkannya lewat fiksi karena lebih mudah dipahami. Buat saya yang belum pernah menjelajahi Sumatera jadi makin penasaran dengan eksotisme pulau Sumatera, terutama jika liburan lewat jalur darat dan laut. Beda banget kan dibanding kalau ke Sumatera lewat udara, sensasi backpackernya nggak dapet. Hehe

Sepanjang kisah di novel ini, pembaca akan dikejutkan dengan berbagai macam kisah cinta, celetukan ala remaja ciwi-ciwi rese nan bawel dan keunikan tiap tokohnya. Dari mulai kegokilan Mahmud yang doyan banget bersih-bersih, Anty yang bawelnya minta ampun mirip nenek lampir, Kelly yang perhitungan banget soal duit, Adi yang pendiem kayak arca. Hhahaha. Nadya yang manjanya nggak ketulungan, Sandro yang bertanggungjawab bawel dan bijak di saat yang berbeda. :P Lia yang pendiam tapi baik hati, Clarissa yang bocor kalau guyonan, sampai Krisna yang gokil dan agak error.

Kisahnya sendiri ala-ala anak remaja gitu, jatuh cinta, pdkt, jadian, selingkuh, dicemburui, sampai patah hati, tapi lucunya setiap kali ada kejadian mau patah hati, cerita bakalan bergulir ke kisah lainnya yang bikin ketawa. Nggak berasa saya baca buku ini hanya dalam waktu sehari. Padahal biasanya saya lama baca kalau novelnya nggak seru. Hehe.

Ada kisah lucu waktu lagu Pance Pondaag yang menye-menye dijadiin lagu Ost alias pengiring tiap kali mereka naik angkutan umum. Sampai Pance dijadiin kode Clarissa dan teman segenk gosipnya buat nyebut Mahmud sebagai Pance. Hahaha. Ini lucu banget, jadi penasaran apa di semua angkutan umum emang lagunya jadul gitu ya? xD

Hanya saja ada guyonan yang kelewat nyebelin seperti ngata-ngatain Mahmud sebagai Kacung, Anty sebagai Mak lampir, dll. Trus ada guyonan yang menjurus ke hal yang harusnya nggak dibahas oleh anak remaja umur 16 tahun. If you know what i mean. ;)) Ya, agak-agak menjurus ke guyonan usia 21+ sih, jadi sebenernya saya juga heran kenapa penerbit naruh label novel remaja untuk novel ini. Tokohnya emang remaja tapi pemikiran udah dewasa. *loh piye iki?

Well ya, Esi Lahur menempatkan diri di posisi penulis yang serba tahu jadi kadang muncul juga celetukan bijaknya yang keluar dari salah satu tokoh.


“Tapi kita juga salah, ngomongin teman sendiri di belakangnya. Kenapa kita nggak tanya langsung aja, siapa cowok yang bakal ngamuk kalo tahu dia deket sama Adi? Sandro? Krisna? Mahmud?” (hlm. 30) 

“Kata orang, kalau kita bepergian dalam waktu yang lama, sifat asli setiap orang bisa ketahuan.” (hlm. 161) 

“Hebat bener polisi di sini. Sudah malam, hujan, masih tugas. Coba kalau di Jakarta? Pas tempo hari hujan deras hingga banjir dan jalanan macet total, polisinya malah ngilang kayak drakula dikasih bawang putih.” (hlm. 186) 

“Bukannya gue nggak setia kawan, tapi urusan di rumah jangan dibawa-bawa ke perjalanan dong. Kalo gue bilang sih lo bohong. Apa hubunganya tidak diperhatikan di rumah dengan memanfaatkan Mahmud?” (hlm. 199)

Jadi, apa novel ini menghibur? Yes. Apa novel ini cocok buat remaja? Hm, kayaknya nggak deh ya. Novel ini memang menghibur, bikin ketawa sampai sakit perut, chemistry antar tokohnya dapet banget, ceritanya mengalir lancar, juga bikin saya jadi kepengin jelajah Sumatera. Penasaran dengan setiap tempat yang dilalui para tokohnya. Kayaknya seru deh kalau ada napak tilas dari novel ini. :D Saya juga makin penasaran dengan novel lanjutannya yaitu From Flores With Love yang merupakan seri lain dari kisah Clarissa.

Rating 4/5 bintang untuk novel ini. Nah, kalau kamu, apa udah pernah baca novel From Sumatera With Love ini? Share dong di komentar. :D

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^