Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

24 September 2017

[Resensi Buku] Hair-Quake by Mariskova


Judul Buku : Hair-Quake
Pengarang : Mariskova
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan kedua, Juli 2014
Tebal : 288 hlm.
ISBN : 978-602-03-0613-1
Rating : 4/5 bintang

Blurb :


A girl has only one simple wish to start each day: no more bad hair day!

Begitulah harapan Andita Soekardi.

Andita tidak pernah punya cita-cita menjadi seperti Barbie. Dia lumayan pede dengan tubuhnya yang kurus-eh, langsing- berkulit cokelat-mmm, eksotis- bermata besar, well, almond- dan tidak juga punya pacar. Pede? Yup. Satu-satunya hal yang bisa membuat kepedean Andita merosot hanyalah ketika dia mendapati rambutnya tidak bisa diatur. Bisa rusak harinya! For Andita, better hair brings better luck.

Tapi benarkah rambut indah bisa membuat Andita mendapatkan laki-laki pujaan? Atau bahkan bisa membantunya meraih karier impian?

Resensi Buku :


Andita selalu merasa moodnya memburuk setiap kali potongan rambutnya jelek. Hari-hari yang dilaluinya berubah dratis sejak sebuah majalah mode berskala Asia memajang foto rambutnya dengan potongan rambut a decade ago sambil mengatakan bahwa potongan rambut itu sudah nggak zaman. What? Andita diledek teman sekantornya, ia jadi bahan bullyan, bahkan diberi nasihat oleh supervisornya yang ingin menawarinya promosi kenaikan jabatan agar tidak membuat sensasi.

Andita tak tahu harus berkata apa menanggapi kesialan itu. Ia terus merasa galau dan ingin menumpahkan unek-uneknya ke hair stylist salon yang salah memotong rambutnya itu. Tak disangka, di sanalah awal dari petualangannya yang berhubungan dengan rambut dimulai.

Mas Boy yang diomeli habis-habisan justru memberinya kompensasi kesalahan tersebut dengan menawari Andita untuk melakukan perawatan rambut selama 12 kali dalam setahun. Bo, kebayang deh gimana nggak sebel si Ferry, sahabat Andita yang dicurhatinya soal itu. Ferry nggak mau Andita terjebak kesialan lagi selama di salon yang bikin namanya tercoreng.

“Gue masih nggak ngerti kenapa elo ribut banget soal ini. Kenapa elo harus peduli apa kata majalah itu. Sejak kapan sih elo peduli fashion?” 
“Terlepas dari fakta bahwa mereka telah mempermalukan gue di majalah berskala Asia? Terlepas dari fakta bahwa sekarang teman-teman gue dari TK sampai kuliah, teman kerja gue, tetangga gue, bokap gue, adek-adek gue, teman-teman adek gue, nyokap gue, sadar gue itu basi banget!” 
“Ndit, elo tuh nggak basi. Itu cuma rambut! Rambut tuh, yang bisa panjang, bisa pendek, bisa lurus, bisa keriting. BISA elo UBAH-UBAH! Dan sejak kapan elo peduli mode? Elo aja nggak suka terima komentar gue tentang rok kotak-kotak hitam-putih elo yang lebih mirip taplak restoran daripada rok tartan. Kenapa sekarang elo jadi sadar mode begini?” 
“Sejak mereka menulis gue ketinggalan zaman dan seharusnya gue hidup di zaman prasejarah! Elo sadar nggak sih, Fer, gue diklasifikasikan sejenis dengan dinosaurus! Lagipula, punya potongan rambut ancur begini lebih parah daripada... daripada...” 
“Daripada apa?” 
“Daripada punya gigi busuk!”(hlm. 45-46)

Andita tak menyangka akan beneran menerima penawaran dari Mas Boy untuk pakai 12 kali perawatan di salon CuteCut. Padahal salon itu yang bikin dia kenal sial. Lol.

Pertama kali Andita datang untuk threatment di salon CuteCut, dia ketemu dengan seorang lelaki yang juga sedang creambath. Laki-laki itu yang merekomendasikan Andita pakai tonic apa biar rambutnya jadi lebih halus dan wangi. Sejak saat itu, tanpa disengaja Andita sering menghabiskan waktu dengan lelaki itu dan jadwal creambath mereka juga berbarengan. Hubungan pertemanan yang aneh dan unik. Hahaha

Di lain waktu, Andita dipromosikan oleh supervisornya, Leny untuk melakukan beberapa tahapan agar bisa kenaikan jabatan. Masalah terbesarnya, ada kandidat lain juga yang ada di kantornya dan direkomendasikan oleh Bu Betsy, atasan Andita yang nggak suka cewek itu masuk dalam jajaran penerima promosi jabatan.

Di sinilah Andita berjibaku dengan tugas dan ujian, ditemani Ferry dan Leny untuk menyelesaikan misi promosi jabatan itu. Tapi, di satu sisi lainnya, selalu ada hari-hari bad hair day yang bikin Andita tiba-tiba seperti kehilangan kendali diri saking bad moodnya dengan rambut kesayangannya. Lalu, bagaimana hubungan Andita dengan lelaki yang sering ditemuinya di salon?

Simak ceritanya di novel karya Mariskova ini. ;)

***

Saya kedua kalinya baca karya Mariskova, sebelumnya ada Fly Him to The Moon. Pas lihat ternyata novel Hair-Quake ini cetakan kedua, surprise juga! Nggak nyangka kalau sudah dicetak ulang. Pantas ceritanya emang renyah dan layak dicetak ulang dengan sampul baru. Jujur, saya nggak tahu apa cover lama lebih bagus atau nggak, karena saya hanya lihat cover baru ini. So far, suka sama cover Hair-Quake-nya. Unik dan lucu. Bener-bener menggambarkan sikon yang Andita alami setiap hari. Hahahaha. Dia kan selalu ribetin masalah rambut yang gitu-gitu doang aja dibahas. Mau lebih bervolumelah, lebih terawat lah, dll. :p

Yang bikin saya bertahan baca novel metropop Hair-Quake ini karena kisah Andita diceritakan energik sekali. Seperti nggak ada kekendoran alur cerita. Jadi saya ngerasa penulis memang excited dengan tema novel ini sampai akhirnya saya bisa kelarin baca dalam berapa hari karena disambi baca novel lainnya.

Andita so excited, energik dan semangat buat kelarin semua kegiatannya. Bahkan selama masa-masa suram karena sedang ngambek sama Ferry, sahabatnya, ia pun tetap merasa hari-hari buruk ataupun baik semua ditentukan oleh model rambutnya. Wakakak. Bener-bener deh ya, ratu rambut sejagat. ;))

Di novel Metropop, nggak seru deh kalau nggak ada intrik ala-ala pekerja kantoran. Dan yeah, di kantor Andita emang ada pegawai yang kayak gitu. Maunya menang sendiri, padahal kenaikan jabatan itu nggak papa kalau keduanya dari kantor yang sama. Kenapa harus saling sikut coba ya? Kenapa nggak sinergi aja? Ini ngigetin saya dengan teman yang officer dan akhirnya resign karena ada senioritas di kantor. Ya, namanya kerja kantoran, kalau nggak nyaman mau gimana lagi coba? Dinyaman-nyamanin aja deh kalau emang masih pengin betah di kantor. :)

“Apa yang sudah aku lakukan yang bisa membuat dia iri? Aku kan jarang bergaul dengan dia. Lagipula, di promosi ini kan aku bukan saingan dia. Apa pun hasil yang aku peroleh tidak akan memengaruhi hasil dia, Fer.” 
“Ngerti, Ndit. Tapi... kamu juga harus tahu kalau bagi beberapa orang it’s all or nothing. Orang-orang semacam itu tidak ingin berbagi panggung dengan siapa pun.” 
“...walaupun aku tidak pernah melakukan apa pun yang menyinggung dia?” 
“Walaupun begitu.” (hlm. 118)

Saya salut dengan pertemanan Andita dan Ferry yang tidak keluar jalur, meski aneh juga sih mereka kan sahabatan dari zaman kapan tahu, dari Ferry belum nikah. Kok istrinya bisa ya nggak cemburu gitu. Hahaha. Ups, apalagi Ferry sering banget rekomenin beberapa buku buat Andita pelajari. Ya, selayaknya sahabat yang pengin sahabatnya maju dan berhasil dalam karier. Salut sama Ferry karena dia all out banget bantuin Andita dalam segala musim. Mau musim rambut dinosaurus kek, mau musim rambut bervolume kek. Dia selalu ada buat dengerin curhat geje dari si jomblo ngenes yang hobi ngeribetin rambut. Hahaha. ;))

Anyway, kalau saya jadi Andita, saya bakal ogah buat nunggu kepastian yang nggak perlu, ya sama seperti lelaki misterius yang datang hanya saat tertentu aja. Apa itu bisa disebut jodoh yang datang tak diundang pulang tak diantar? Who knows? Andita you rock! Kamulah tokoh yang bikin cerita novel ini jadi lebih bernyawa. Seriously, dia persisten banget dengan keadaan yang enggak memungkinkan pun bisa tetap berusaha untuk kelarin sampai finish. Yeah, overall, 4 bintang untuk novel Hair-Quake karya Mariskova ini.


No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^