Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

26 December 2018

Resensi Buku Hanya 2 Menit by Ippho Santosa



Resensi buku Hanya 2 Menit - Ippho Santosa

Judul Buku : Hanya 2 Menit
Penulis : Ippho Santosa
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2012
Tebal : 110 hlm.
ISBN : 9786020019901

Rating : 4/5 bintang


Tuliskan 3 impian untuk 1 tahun ke depan dengan sangat jelas.

"Jika anda tidak mampu menuliskan dengan sangat jelas, berarti anda tidak serius dengan impian anda."



Keyakinan dan pemahaman itu adalah kunci untuk melihat potensi kekayaan kita.

Jika kita bercita-cita kaya, maka kita percaya pada kekayaan Allah. Jika kita bermimpi besar, artinya kaya percaya kebesaran Allah. Jika kita hanya menginginkan yang remeh temeh, berarti kita meremehkan kemampuan Allah. (Hlm. 15)

Dalam hidup, ada rumus ABCD. Yaitu Allah (A), birth/ kelahiran (B), choice/pilihan(C), dan death/kematian (D). Artinya dalam hidup kita akan selalu ada pilihan yang bisa kita pilih, srlama kita belum meninggal. Jadi pilihan kitalah yang akan menentukan jalan takdir kita.

Allah yang berkehendak, maka mudah bagi Allah untuk berkata kun.

"Kekayaan adalah alat bantu yang memudahkan anda dan keluarga anda untuk lebih bahagia. Kekayaan juga tidak otomatis membuat anda lebih mulia.  Namun kekayaan dapat membantu anda memuliakan keluarga, sesama dan agama." (Hlm. 17)

"Uang dapat menjadi akar kebaikan. Tergantung di tangan siapa. Tidak ada yang salah dengan kekayaan. Asalkan anda dapat mempertanggungjawabkan dari mana dan kemana kekayaan itu." (Hlm. 19)



Nabi pun pernah berdoa,

" Ya Allah, masukkan aku dalam golongan orang yang sedikit."

Golongan orang yang sedikit itu siapa? Golongan orang yang berakal, berpikir, mengetahui ilmu, rajin bersyukur, dan kaya. Mayoritas orang menganggap bahwa kekayaan itu bermasalah. Padahal tergantung bagaimana persepsi kita tentang hal itu.

Ali bin Abi Thalib bukanlah orang miskin. Ia termasuk orang berada, namun dalam kehidupan sehari-hari hidupnya sederhana sekali. Tak jarang makanan yang ia miliki, ia berikan pada orang miskin. Ia dijuluki abu masakin (bapaknya orang-orang miskin) bukan karena ia miskin, namun ia mengayomi orang-orang miskin.

Dalam literatur yang disebutkan di buku Hanya 2 menit ini, pak Ippho mendetailkan berapa banyak kekayaan yang dimiliki Ali bin Abi Thalib.

Apa saja kekayaan Ali bin Abi Thalib?

1. 7 mata air
2. 6 kebun besar di madinah
3. Benteng, rumah dan lahan yang luas di Khaibar
4. Rumah bertingkat di Mekkah
5. Harta ini ia peroleh dari ghanimah dan gajinya sebagai penasihat khalifah. Yang kemudian seluruh hartanya ia wakafkan.

"Saya baik-baik saja. Saya tidak perlu kaya." Kalimat ini bagaikan jamu tolak kaya. Bayangkan anda tengah sakit, kenapa anda bisa cepat sembuh? Karena anda merasa urgent untuk sembuh. Lha, kenapa sekarang anda tidak sukses-sukses? Tidak kaya-kaya? Mungkin karena anda tidak merasa urgent untuk sukses dan kaya. Percayalah. Proses kekayaan berawal dari pikiran. Bukan tiba-tiba saja kekayaan itu nyelonong masuk ke kantong atau rekening anda. Bukan. Pikiran itulah yang mesti    dibaikkan dan kemudian didahsyatkan. (Hlm. 21)

Dalam buku Hanya 2 Menit ini pak Ippho Santosa banyak membahas tentang bagaimana pengaruh mindset bagi kekayaan kita.

Contohnya : jika kita dihadapkan pada pilihan kaya atau miskin, maka pilihlah menjadi kaya, yang berkah dan berlimpah. Sehingga kekayaan itu bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan.

Ada sebuah paradoks orang kaya, yaitu kebalikan yang sering dianggap ada dalam diri orang kaya.

Misalnya : memiliki impian yang besar, namun dikerjakan mulai dari hal yang kecil dan segera. Orang kaya tahan banting dan pekerja keras, namun mereka luwes dan mudah beradaptasi. Saat berproses menjadi kaya, mereka tetap sederhana dan memelihara amalan ibadah sehingga Allah memudahkan mereka mendapatkan kekayaan yang tak terhingga banyaknya.

Ada yang bilang bahwa kekayaan bisa berasal dari keturunan, tapi Chairul Tanjung membuktikan bahwa ia bisa kaya dari berproses, yang tidak instan. Orang kaya sombong, padahal Utsman bin Affan sebaliknya. Ia kaya dan baik hati.

Abdurrahman bin Auf membuktikan bahwa orang kaya tidak serakah. Ia banyak menyedekahkan hartanya untuk diwakafkan di jalan Allah.

Menyikapi dendam. Ada 3 yang menghanguskan potensi dan menghalangi rezeki kita yaitu dendam, dengki, dan dongkol.

Sukses besar = pembeda abadi x daya ungkit x kekesuaian momentum 

Pembeda abadi adalah personal branding. Jika brandingmu kuat, maka kamu akan dikenal dengan keunikanmu sendiri. Tidak ada orang lain yang bisa menyamaimu.

Daya ungkit ini bisa saja perusahaan besar, misal gramedia group, jawa pos group, komunitas, dll.

Kesesuaian momentum yaitu adanya momentum yang membuat ledakan besar terjadi dan hasilnya mengagumkan.



Ada lagi daya ungkit lainnya yaitu : spiritualitas ( ikhlas, niat yang baik dan besar, kebersamaan, dhuha, sedekah), uang (properti, bank, emas).

Niat adalah daya ungkit. Ia bagaikan energi yang mengerahkan dan mengarahkan segala-galanya. Maka selalu perbaiki niat kita sebelum melakukan sesuatu.



Rahasia sukses orang jepang ada pada ramah, jujur dan harga diri. Karena harga diri tinggi, mereka malu jika melakukan kesalahan. Mereka akan mengakuinya di hadapan orang lain.

Hanya mereka yang tahan banting dan agresif saja yang layak menjadi entrepreneur. (Hlm. 59)

Midas touch yang ditulis oleh Donald Trump memiliki 5 hal yaitu kekuatan karakter, kekuatan fokus, kekuatan merk, kekuatan hubungan, dan hal-hal kecil namun berdampak besar.

Sengajalah membangun kekayaan, jika tidak anda sengaja menuju kemiskinan. (Hlm. 61)

Ada yang kenal Chairul Tanjung? Dulu ia adalah mahasiswa kedokteran gigi. Saat ini ia menjadi pemilik CT Corp yang memiliki 3 aset utama yaitu keuangan (bank Mega), properti (trans studio, bandung super mall, hotel) dan multimedia (trans tv, trans 7, detik.com)

Ada seorang pengusaha bernama Azim Premji, yang memikiki yayasan Azim Premji. Ia menyekolahkan 1,8 jt anak India dengan gratis.

"Nilai-nilai adalah prioritas yang mendahului segalanya. Dan pastilah bisnis yang sukses akan mengikuti di belakangnya." (Hlm. 72)

Ada dua sahabat nabi yang dikenal dermawan. Yaitu Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan. Mereka memiliki kekayaan yang berlimpah hingga dijanjikan masuk surga lebih dulu.

Abdurrahman bin Auf memiliki jiwa berdagang yang tinggi. Ia dibekali sebidang tanah di samping pasar oleh saudara hijrahnya saat hijrah ke madinah. Lalu dari tanah itu ia mempersilahkan pedagang manapun untuk berjualan di sana.

Jika ada keuntungan, maka diberikan bagi hasil seikhlasnya. Dari situlah ia bisa keluar dari kemiskinan, dan kekayaannya makin bertambah saat ia berdagang di pasar. Hingga kemudian usaha dagangnya mencapai Mesir dan Syiria.

Sedangkan Utsman bin Affan merupakan khalifah paling tertua yang menjabat saat usia 70 th. Ia memiliki kekayaan yang sangat berlimpah. Bahkan ia mendanai sepertiga dana peristiwa Tabuk yang senilai 1000 ekor unta, 70 ekor kuda, 1000 dirham. Ia juga pernah membeli sumur dari yahudi sebesar 200.000 dirham yang akhirnya dipakai untuk kaum muslim.

Kita adalah makhluk-Nya yang terbaik melebihi makhluk manapun. Jika Allah ridho dengan imajinasi dan impian kita, maka kita bisa mencapai apapun. Jika Allah ridho, dengan percaya, kita bisa menjemput keajaiban.

Dalam buku Hanya 2 Menit ini, pak Ippho Santosa lebih menekankan pada mindset bagaimana kita menghasilkan kekayaan lewat pikiran yang kita hasilkan.

Jika kita yakin bahwa kita bisa mewujudkannya, lewat kerja keras, usaha, doa, dan tawakal pada Allah, maka kita akan mendapatkan hal tersebut bahkan melebihi apa yang kita pikirkan. Kekayaan yang kita hasilkan, baiknya dinikmati secukupnya dengan cara sederhana. Selebihnya perbanyak rezeki untuk dibagi kepada yang lebih membutuhkan.

Di titik inilah kita akan meyakini bahwa kekayaan yang kita miliki bukanlah yang kita konsumsi, tapi yang kita bagi pada sesama itulah kekayaan kita yang sebenarnya.

Nah, kalau kamu, apa sudah baca buku Hanya 2 Menit karya Ippho Santosa? Share dong di komentar. 😊

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^