Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

3 January 2019

[Resensi Buku] Be The Best Wife by Fadhilah Akbar




Judul Buku : Be The Best Wife
Penulis : Fadhilah Akbar
Penerbit : Pro-U Media
Terbit : 2017
Tebal : 200 hlm.
ISBN : 978-602-7820-67-8

Rating : 4/5 bintang


Blurb :


Akhir-akhir ini, kerap kita melihat pasangan yang masih muda sudah pada berani menikah. Namun, tak sedikit pula yang sudah ‘cukup’ cukup usianya, cukup hartanya- masih nanti-nanti saja untuk urusan menika.  Ada juga yang sudah berkeinginan untuk menikah tetapi mengaku masih belum siap Nah, bisa jadi itu tanda bekalnya belum cukup, dan niatnya belum pasti.

Buku ini akan menuntun teman-teman shalihah untuk memantapkan niat serta menambah kesiapan menjemput jodoh dan memasuki babak baru dalam kehidupan-kehidupan pascanikah. Ulasannya untuk bersiap menjadi istri dan ibu luar biasa, yang dimulai dengan menambah ilmu terkait persiapan diri sebelum menikah sampai menangani hal-hal seputar kehidupan setelah menikah.

Membaca buku ini juga bisa berperan sebagai aksi teman-teman shalihah dalam menjemput jodoh, karena salah satu langkah untuk membuka pintu jodoh adalah dengan memperkaya ilmu yang berkaitan dengan remah-remah pernikahan. Insya Allah, Rabb Ta’ala akan memudahkan ketika teman-teman dinilai telah siap. Ingat, ia (jodoh) tidak datang dengan sendirinya, namun ia juga perlu dijemput. Selamat membaca para shalihah.

Resensi Buku :




‘Jodohku adalah cerminan diriku. Jika aku baik, maka ia adalah orang baik. Kalau begitu, aku akan jadi yang terbaik.’ (hlm. 13)

Seorang perempuan yang telah menikah memiliki keistimewaan yang menakjubkan yaitu berhak atas qiwamah atau kelebihan pemeliharaan dan perlindungan dari suaminya. Namun untuk menjadi seorang istri dan ibu yang luar biasa harus memaksimalkan potensi diri  yang telah Allah berikan. Salah satunya adalah giat mencari ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Berbahagialah karena seorang lelaki mendapatkan pasangan terbaik yaitu perempuan yang menyerupainya dalam hal kemanusiaan.

“Perempuan diciptakan dari tulang rusuk sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, maka ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ad-Darimi.)

Jika memantaskan diri yang dilakukan adalah cara untuk menjemput jodoh dunia hingga akhirat, berarti segala peningkatan kualitasnya akan mengarah kepada hal-hal seperti : perempuan yang taat beragama, perempuan yang berilmu, perempuan yang cantik rupa dan akhlaknya, dan perempuan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri.

Dalam kehidupan, kita memerlukan manajemen untuk mengatur hidup kita agar maksimal menjalankan peran di dunia ini. Lalu, apa saja tahapan manajemen hidup yang bisa kita lakukan? Yaitu : identifikasi keinginan, membuat matrik keinginan, menentukan pridoritas keinginan, planning, dan actuating.

Saat di tahap aksi inilah kita perlu memperbanyak aksi dan doa seraya bertawakal pada Allah karena Allah lah yang menentukan hasil akhir dari usaha terbaik kita.

“Bagaimana dengan urutan prioritas teman-teman? Ada di nomor berapakah keinginan menikah? Jika ternyata poin menikah belum menjadi prioritas yang utama, berarti menikah baru sebatas keinginan, bukan kebutuhan.” (hlm. 26)

Jika keluarga yang akan kita bentuk nantinya adalah keluarga yang luar biasa, maka butuh bekal yang banyak. Jika kita tidak mempersiapkan segalanya dari sekarang, mungkin kita malah akan kaget ketika memulainya. Seperti memasuki masa kehamilan, merawat anak, memanjakan suami, mengurus rumah serta keluarga, mengatur keuangan dan masih banyak lagi.



Setiap anak tangga adalah sebuah pembelajaran, bagaimana seharusnya seorang perempuan paham akan  hak dan kewajibannya sebelum dan kelak setelah dia diperistri oleh seorang lelaki. Lalu, apa saja hak dan kewajiban seorang istri pada suaminya? Antara lain yaitu : menjadi partner dan pendamping bagi suaminya, menaati perintah suami, berdim di rumah dan idak keluar kecuali dengan izin suami, taat pada suami ketika diajak ke ranjang, dan tidak mengizinkan orang lain masuk rumah kecuali dengan izin suami.

Sebagai seorang muslim, kita dapat melatih kesabaran diri dengan melaksanakan shalat. Terlebih ketika ada masalah saat keimanan kita sedang turun dan rindu pada si dia datang menggebu, perbanyak ibadah agar kita tidak mendekat pada hal-hal yang menjerumuskan pada maksiat. Rasulullah ketika ada masalah melakukan shalat dua rakaat.

Diriwayatkan oleh Hudzaifah,”Rasulullah jika mendapatkan kesulitan, maka beliau bangkit melakukan shalat.” (HR. Ahmad)

Maka sebaiknya perbaiki dulu kualitas shalat kita dengan berupaya meningkatkan kekhusyukan serta sebisa mungkin berusaha untuk melaksanakannya tepat waktu. Insya Allah, pertolongan Allah-apalagi hanya tentang jodoh- akan semakin dekat. Aamiin.  (hlm. 26)

Agama merupakan asas utama bagi seorang pria untuk memilih calon istrinya. Artinya, seorang perempuan haruslah memiliki pribadi yang taat kepada Allah, lurus agamanya, senantiasa mau berbuat kebajikan, penuh kasih sayang dan tingkah lakunya yang terpuji. Dengan begitu, insya Allah pernikahan yang dibangun akan mendatangkan ketentraman bagi keduanya.  (hlm. 40)

Membuat proposal menikah, pentingkah? Penting, meskipun kita belum bertemu dengan jodoh kita. Bawa proposal itu dalam doa-doa kita agar Allah memberikan jodoh sesuai apa yang kita inginkan. Agar apa yang menjadi visi dan misi sebuah keluarga yang kida idamkan akan terwujud.  Jika sudah bertemu dengan jodoh kita segera berikah proposal kita seraya terus berdoa agar dimudahkan sehingga pernikahan akan penuh berkah.

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan sebelum menikah dan memilih si dia?  Antara lain : minta pertimbangan untuk memilih calon suami, pilih yang berasal dari keluarga yang baik nasabnya, bukan keluarga pezina atau ahli maksiat. Pilihlah jodoh yang sekufu, tidak jauh berbeda dalam kondisi agama, nasab dan kekayaannya, gadis lebih diutamakan, subur, menyenangkan hati bila dipandang, memahami taat dan kewajiban pada suami, dan menjaga aurat dan dirinya dari lelaki yang bukan mahramnya.



Saat dilakukan khitbah, seorang calon suami boleh melihat apa yang mendorongnya untuk menikah perempuan tersebut. Yaitu wajah dan telapak tangan dan disaksikan oleh anggota keluarganya bagi anggota keluarga laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk saling mengenal dengan jalan sama-sama melihat.  Lalu, ambil wudhu dan shalat istikharah.

Shalat istikharah bukan hanya untuk keperluan jodoh saja, namun juga dalam segala urusan terutama jika seseorang mengalami kebimbangan dalam menentukan sesuatu. Jika sudah mantap, mintalah kepada Allah agar urusan tersebut diridhai dan dimudahkan jalannya. Dengan khitbah, akan menimbulkan ketentraman yaitu menguatkan tekad untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Saat akad, terjadi perjanjian besar yang dilakukan antara manusia dengan Tuhannya, yaitu mistaqan ghalidza. Dalam akad ada dua syarat wajib yang harus dimiliki yaitu adanya perasaan suka sama suka dari kedua calon mempelai, dan adanya ijab kabul yang disaksikan oleh para saksi, adanya mahar atau mas kawin sebagai pemberian yang terbaik sesuai dengan kesepakatan kedua pihak dan menurut kadar kemampuannya. Adanya wali dari pihak perempuan dan ada saksi-saksi untuk menguatkan bahwa terjadi pernikahan diantara keduanya.

Saat menikah, dianjurkan berdoa : ‘Ya Rabb kami, anugeahkan kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan ayat 74)

Saat menikah diharapkan kita sudah memiliki tujuan yang sudah selaras antara keduanya. Sehingga diharapkan dapat membangun sikap saling memiliki antar pasangan dalam mencapainya secara bersama-sama. Ada dua hal yang diperlukan oleh pasangan yaitu komunikasi dalam membangun suatu hubungan dengan pasangan.



Tujuan pernikahan adalah melestarikan keturunan. Karena hal itu, diperlukan diskusi dan proses belajar yang cukup dari kedua pasangan karena anak adalah amanah dari Allah untuk dijaga dan dibesarkan dengan sebaik-baiknya dengan meningkatkan kematangan emosi, pendewasaan sikap, peningkatan kualitas kesehatan, dll. Akan terasa menyenangkan jika tujuan tersebut dibuat dan disekapati bersama sehingga mewujudkannya pun bersama-sama.

“Menikah juga berarti menyatukan dua keluarga dan membangun hubungan silaturahmi yang baru. Karena salah satu tujuan dari suatu pernikahan adalah meluaskan kekerabatan, yaitu menyambung tali silaturahmi dan menguatkan ikatan kekeluargaannya.”(hlm. 69)

Buku Be The Best Wife ini selain membahas tentang persiapan menuju pernikahan juga memberikan gambaran bagaimana mempersiapkan kehamilan terbaik, dan menyiapkan generasi Rabbani terbaik. Apa saja caranya? Dengan mencari bekal ilmu parenting, seputar awal kehamilan, cara menjaga kehamilan dan bagaimana menjaga pola makan selama hamil, olahraga saat hamil, juga mempersiapkan pasca kehamilan yaitu saat melahirkan.

“Di dalam Islam, seorang ibu dikatakan ideal ketika mampu mendidik dan mengajarkan anak-anaknya dengan nilai keislaman. Proses menjadi makhluk berkualitas fisik dan mentalnya, harus dimulai sejak dini dan dibentuk oleh orangtuanya sendiri terutama ibu. Adanya latihan-latihan kebiasaan baik dalam kegiatan sehari-hari akan berakibat baik pada proses munculnya kebiasaan dan kepribadian yang baik pada sang anak. Sehingga, seorang ibu juga perlu membekali diirnya lahir dan batin dengan nilai-nilai kebaikan dan ketauhidan semenjak gadis, selama masa kehamilan, sampai anaknya lahir, tumbuh, dan berkembang.” (hlm. 165)

Selain mendidik, ibu juga berperan sebagai pembina bagi anak-anaknya. Dalam proses pembinaan ini, ibu haruslah menjadi sosok yang menyenangkan sehingga sang anak mampu menyerap dengan baik ilmu-ilmu pengetahuan atau pendidikan islami yang disampaikan oleh ibunya. (hlm. 166)

Pembinaan lainnya yang perlu dilakukan pada anak yaitu pembinaan akhlak dan pembinaan ekonomi. Sejak dini, anak diajarkan untuk mampu bersikap hormat, sopan, dan santun terhadap orang yang lebih tua dan menyayangi terhadap yang muda. Anak dikenalkan dengan nilai-nilai dan norma yang ada di masyarakat, sehingga ia tahu mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan Untuk pembinaan ekonomi, ibu dapat melatih anak untuk hidup mandiri dengan cara berhemat dan membentuk kebiasaan menabung, sehingga pada usia dewasa nantinya, sang anak dapat bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan dan ekonomi yang baik dan berkah. (Hlm. 168)

Selain hal-hal itu, di buku Be The Best Wife ini juga dibahas bagaimana tips untuk menjadi istri yang menyenangkan suami lewat makanan yang dimasak di rumah, dan menjadi istri yang siap menjadi ibu yang bahagia, Caranya? Untuk kesehatan anak, ibu dianjurkan untuk membuat detail catatan perkembangan anak setiap bulan sehingga dapat dilihat apa saja yang sudah dicapai oleh anak dan apa yang belum.

Misal anak usia  tahun seharusnya sudah bisa berjalan, nah jika hal ini belum terjadi ibu sudah tahu bahwa pasti ada yang kurang dilakukan, misalnya kurangnya stimulus, asupan makanan yang bergizi, maupun latihan yang diajarkan pada anak. Jadi catatan perkembangan balita dapat menjadi catatan untuk perbaikan ke depannya.


Tidak perlu khawatir jika belum sempurna, asal selalu dibenahi setiap ada yang kurang, dan dianjurkan untuk berkonsultasi pada ahlinya sehingga ada masukan yang sesuai perkembangan anak. Selain itu untuk menu mpasi dianjurkan agar dicatat setiap harinya agar tahu makanan apa saja yang masuk ke dalam tubuh anak. Disarankan juga untuk membuat variasi menu sehingga gizinya tercukupi setiap hari. Di buku ini akan diberikan beberapa resep masakan dan mpasi, sehingga ibu tak perlu khawatir akan kebingungan memulai dari mana untuk menjalankan mpasi tersebut.

Anyway, buku Be The Best Wife ini menurut saya paket lengkap yang membahas tentang pernikahan, namun bukunya dalam versi mini karena tipis hanya 200 halaman saja. Buku ini membahas seputar pernikahan tapi dalam sudut pandang yang baru sehingga saya tercerahkan dan memiiki pandangan apa saja yang harus dilakukan step by stepnya sebelum melangkah ke jenang pernikahan. Saya juga dapat mengevaluasi apa saja yang kurang dalam hal ini dan itu.

Selain itu, buku ini juga jauh dari kesan menggurui, karena saya serasa bertemu dengan penulisnya langsung, berbincang layaknya seorang sahabat. Jadi bahasanya ringan dan mudah dicerna oleh otak saya. Overall, buku Be The Best Wife ini saya rekomendasikan buat kamu yang sedang mempersiapkan diri menjadi istri dan ibu terbaik. Nah, selamat memantaskan diri ya, Shalihah! ;)


No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^