Langsung ke konten utama

[Review Buku] Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero Karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ



Judul Buku : Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero

Penulis: dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 2026

Tebal: 268 halaman

ISBN: 9786020688466

Rating: 5 bintang


Baca di aplikasi Gramedia Digital


🩷🩷🩷


[Review Buku] Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero Karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ


Kapan terakhir kali kamu jujur pada diri sendiri tentang kondisi jiwa dan pikiranmu?”


Pertanyaan itu aku utarakan pada diriku sendiri saat pertama kali membaca kata pengantar buku baru karya dokter Andreas ini. 


Aku merasa related dengan kisah para pasien dokter Andreas, karena pernah mengalami juga tekanan dari lingkungan untuk terus menjadi versi terbaik diriku. 


Aku pikir, ketika aku berprestasi, itu sudah cukup untuk dianggap “ada”. Tapi, ternyata tanpa sadar, hal ini membuat aku juga berharap hal yang sama pada orang lain. Ketika orang lain tidak melakukan hal yang sama baiknya denganku, aku bertanya-tanya apa aku yang salah terlalu berekspektasi berlebihan?


Ada orang yang menjalani hidup dengan memasang topeng terbaik seumur hidupnya, tanpa pernah tahu kapan ia akan melepaskannya. 


Topeng ini memberinya tekanan pada kehidupan sosialnya. Saat topengnya lepas, ia harus menjalani konsekuensi yang berat karena ekspektasi orang lain terlalu tinggi untuknya. 


Aku pikir, menjadi beban adalah hal yang sulit dijalani. Apalagi ketika aku pernah sakit sampai dirawat dan bikin aku merasa “masa cuma untuk membuka tutup botol saja aku harus minta bantuan orang lain. Yang belum tentu mau membantu.” 


Aku merasa jadi beban. Sesuatu yang sungguh bikin aku merasa harga diriku jatuh. 


Bukankah manusia kadang dianggap bermanfaat jika dia ada di versi terbaiknya? Tapi bagaimana jika versi topeng ini bukanlah yang bisa aku pilih dengan kondisi sepenuhnya sadar. Karena, siapa yang bisa memilih sakit? Lebih baik sehat, kan?


Sejak itu aku mulai sadar bahwa aku versi yang ini bukanlah versi lamaku yang dulu. Aku belajar lebih ikhlas, jika aku berdamai bahwa tubuhku tidak sesehat dulu. Juga tidak bisa melakukan banyak hal yang dulu bebas aku lakukan. 


Saat membaca buku dokter Andreas ini, aku jadi paham kenapa topeng yang aku berikan pada banyak orang justru berbeda. Ketemu si A, aku bisa jadi orang yang ramah, sedangkan ketemu si B bisa jadi orang yang jutek. Topeng ini membuat aku ada di persimpangan jalan. Tapi yang bikin aku lebih jujur adalah tak semua topeng bisa aku gunakan setiap hari. 


Seperti yang ditulis dokter Andreas, kadang kita bisa belajar melepaskan topeng yang kita gunakan dan menjalani kebebasan hidup walaupun cuma sebentar. 


Buku nonfiksi ini lebih spesifik membahas trauma dan luka masa lalu yang membentuk karakter orang dan menjadikan mereka harus menjalani hidup dengan penuh tekanan. 


Pasien dokter Andreas bukanlah datang dengan tangan kosong, tapi membawa beban masalah yang selama ini ada di pikiran mereka. Mereka sadar bahwa meskipun bukan mereka yang bermasalah, tapi pulih adalah tanggung jawabku sendiri. 


Aku rasa ini poin penting yang perlu dipahami oleh setiap pembaca buku ini. Begitu selesai menutup buku, trauma tak sepenuhnya hilang. Tapi belajar untuk berdamai lewat konsultasi psikiater, psikolog, bermeditasi, menulis journaling, bernafas dengan lembut, dan belajar ikhlas justru adalah proses panjang yang harus dilalui tanpa jeda. 


Berdamai dengan trauma yang kita alami adalah pilihan yang diambil secara sadar, untuk pulih dan melangkah kembali di jalan hidup yang lebih baik. 


Buku nonfiksi ini cocok untuk siapapun yang sedang butuh tepukan lembut dan dukungan untuk menjalani hidup dan lepas dari trauma baik dari hubungan toxic maupun inner child yang tertinggal di memori. 


Bahasa bukunya mudah dipahami dan aku suka cerita personalnya. Termasuk juga detail rinci referensi penulis yang merujuk ke buku penulis lainnya yang masih relevan dengan tema ini. 


So, mari pulih dan lanjutkan hidup. 🩷💐


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Buku] Kado Terbaik - J.S. Khairen

Judul buku : Kado Terbaik Penulis : J. S. Khairen Penerbit : Grasindo Terbit : Cetakan pertama, 2022 Tebal : 260 halaman  ISBN : 978-602-0529-332 Genre : novel remaja Rating : 5 🌟 Harga buku : Rp 89.000 Download Ebook Kado Terbaik J.S. Khairen di aplikasi Gramedia Digital Beli buku di Gramedia.com atau Shopee ❤❤❤

Project Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan

Project Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan . Hai hai, maaf lama ga isi blog ini karena sibuk sampe blog ini berdebu #eaa :P *siapinkemocengdulu* Akhirnya saya putuskan untuk bikin battle challenge di bulan Oktober ini dengan mba Esti . Kenapa battle challenge? Karena kalo ada temen diskusi tentang buku, saya jadi lebih semangat buat bikin resensi di blog ini. :D 

Resensi Buku Funiculi Funicula (Before The Coffee Gets Cold) by Toshikazu Kawaguchi

  Judul   Buku : Funiculi Funicula Judul Asli : Kohii No Samenai Uchi Ni (Before The Coffee Gets Cold) Pengarang : Toshikazu Kawaguchi Alih Bahasa : Dania Sakti Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit : Cetakan kedua, Mei 2021 Tebal : 224 halaman ISBN : 9786020651927 Genre : Novel Fantasi - Jepang Rating : 4/5 bintang Harga Buku : Rp 70.000 Baca via Gramedia Digital Beli buku Funiculi Funicula di Gramedia.com