Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

13 July 2014

Saat Itoko Harus Mengurangi Makan



Judul          : Itoko Ingin Diet (Judul Asli : Itoko no Taijukei)
Penulis        : Miku Ito
Ilustrator     : Makiko Sato
Penerjemah : Titis Setyowati
Penerbit       : Bentang Belia
Terbit          : Cetakan Pertama, Februari 2014
Tebal           : vi +178 halaman
ISBN          : 978-602-7975-52-1
Harga          : Rp.34.000

Resensi Buku :
Saat Itoko Harus Mengurangi Makan

Itoko Hosokawa pecinta makanan lezat suka sekali dengan kisah rumah kue di cerita Hansel and Gratel yang dulu sering didongengkan ibunya. Baginya, membayangkan dinding rumah dari kue madu, jendela kaca dari kembang gula, dan taburan biskuit cokelat adalah imajinasi paling mengasyikkan di dunia. Itoko senang bila memakan makanan lezat, ia akan kembali bersemangat dan bahagia, meski sedang sedih. Karena kecintaannya pada makanan, tubuh Itoko menjadi gemuk untuk anak seusianya, yang baru duduk di bangku kelas 5 SD.

Di pertengahan liburan musim panas, Itoko melakukan diet. Sebelumnya, dia berdebat dengan Machida antara bisa tidaknya orang gemuk berdiet. Itoko yakin dia ingin mencoba diet, meskipun banyak teman meragukan kemampuannya. Yang menjadi akar perselisihan hanyalah masalah harga diri. Keduanya membuat kelas ramai membahas rencana diet Itoko. Dia benar-benar menerima tantangan Machida meski godaan datang saat nenek menawarinya donat kesukaannya.

Setiap hari Itoko berlatih lari, berenang, dan mengurangi porsi makan. Suatu hari guru olahraga meminta anak-anak untuk bersiap menghadapi seleksi lari estafet antar kelas. Tak disangka, Itoko satu tim dengan Machida. Bagaimana selanjutnya? Apakah kedua anak itu akan kembali berbaikan demi kemenangan tim mereka? Bagaimana nasib diet Itoko, apakah ia berhasil?

Orang Jepang dikenal sebagai orang yang selalu bertubuh kurus dan awet muda. Mereka terbiasa memakan makanan dalam porsi yang kecil. Itu sebabnya, buku ini hadir untuk memberi gambaran apa yang menjadi tren di negara itu. Usia sekolah dasar adalah kunci penerapan disiplin dan prinsip hidup yang akan anak-anak pegang selama mereka hidup. Jika sejak kecil biasa menjaga pola makan, maka bukan hal mustahil hal itu akan berlangsung sampai mereka tua. 

Obesitas harus dilawan dengan mengubah kebiasaan dalam hidup, inilah yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Bahasa yang asyik dengan sudut pandang setiap tokoh, disertai ilustrasi yang indah, membuat novel ini mendapatkan penghargaan sebagai penulis pendatang baru terbaik versi Japanese Children's Literature Association 2013.

Resensi ini dimuat di Kompas Tanggal 13 Juli 2014. 

16 comments:

  1. menjaga pola makan memang penting agar kita terhidar dari obesitas dan pelbagai penyakit...

    Wah dimuat di Kompas, hebat...! Selamat ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kak. Anak-anak harus memulai kebiasaan ini sejak kecil agar terbiasa. Makasih ya. :)

      Delete
  2. Setuju sekali :) Anak SD udah ada yang pengen diet ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kak. Karena tingkat bullying di Jepang termasuk tinggi, meski untuk ukuran anak sekolah dasar. Jadi yang tubuhnya gemuk mau ga mau harus mulai diet kalo pengen 'aman' dari gangguan temannya. :)

      Delete
    2. Hmm .. saya juga dulu sering dibilang kalo makan di kantin "kebanyakan makan" :D Akhirnya ikutan diet deh haha .

      Delete
  3. Pola makan anak2 saat ini memang perlu sekali diperhatikan oleh ortu. jangan sampai masih muda sudah obesitas, risiko diabet jadi tinggi. apalagi makan2nan yang serba cepat. enak tpi kadar gula dan garamnya tinggi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, makanan cepat saji memang rawan jadi penyakit, kak. Apalagi minumannya juga pake soda. Paling aman makan masakan rumah, hehe

      Delete
  4. Selamat Ila..resensi ini dimuat di kompas Anak. banyak yg diedit ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, mba Ketty :)
      Iya, diedit, Mba. Cuma 200 an kata aja yang masuk di korannya.

      Delete
    2. jadi kalo kirim ke kompas anak, mending sesuaikan 200 kata aja atau bagaimana Ila? tak boleh ada kesalahan apapun ya? seperti salah ketik, titik koma, dll?

      Delete
    3. maaf maksud saya, naskah inikah yg Ila kirimkan ke redaksi saat itu? trik lainnya apa Ila agar bisa dimuat di kompas selain berdoa dan berusaha? ... :)

      Delete
    4. Iya, ini yang aku kirim, mba. Karena resensi buku anak, jadi bahasanya juga sederhana. Tulisannya 200 kata aja. Bukunya yang baru terbit, maksimal 1 tahun terbit.

      Delete
    5. terima kasih Ila atas jawabannya :)

      Delete
  5. Selamat non Ila Rizky..tutur bahasanya keren euy :)

    ReplyDelete
  6. Wah, sebuah novel anak yang cocok untuk hadiah bagi ponakanku nih, agar mulai mengatur pola makannya. Trims untuk resensinya, Ila. :)

    ReplyDelete