Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

17 September 2016

[Resensi Buku] The BFG (Raksasa Besar yang Baik) - Roald Dahl


Judul: The BFG (Raksasa Besar yang Baik)
Pengarang : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2010
Tebal : 200 hlm.
ISBN : 978-979-22-5337-5


Suatu malam Sophie diculik raksasa. Tadinya ia mengira akan ditelan bulat-bulat, namun ternyata raksasa itu malah melindunginya.

BFG, demikian nama si raksasa, memberitahu Sophie bahwa dialah yang meramu mimpi-mimpi, lantas dengan trompet meniupkannya ke dalam kamar anak-anak yang terlelap.

Sayang ketentraman mereka tidak bisa berlangsung lama, karena Sophie dan BFG harus memutar otak untuk membuyarkan rencana raksasa-raksasa lain yang ingin memakan anak-anak di berbagai penjuru negeri.

Review :


Novel anak ini novel keempat Roald Dahl yang saya baca. Saya penasaran dengan kisah The BFG karena membaca ulasan mb Haya tentang filmnya yang sedang tayang di bioskop. Nah, berhubung sudah punya novelnya jadi saya baca saja dulu.

Novel The BFG berkisah tentang persahabatan antara Sophie dan The BFG yang berawal dari kejadian penculikan yang dilakukan The BFG. Sophie diculik the BFG karena gadis itu melihat raksasa itu meniupkan mimpi ke kamar-kamar di panti asuhan tempat Sophie tinggal. Sophie diangkut dan dimasukkan ke dalam buntalan kain, kemudian dibawa pergi ke tempat the BFG. Sophie kaget saat tahu bahwa The BFG seorang raksasa yang baik hati. Raksasa itu hanya membawa Sophie karena takut Sophie mengadu pada manusia dan akan memburunya jika ia diketahui menyelinap setiap malam ke dalam rumah-rumah penduduk.

Di dalam gua, Sophie melihat toples-toples mimpi yang berisi impian yang dikumpulkan the BFG. Ada 50 ribuan mimpi yang disimpan rapi di toples. Setiap toples memiliki catatan label kecil tentang isinya. Ada impian anak-anak lelaki yang konyol, ada mimpi buruk yang bergerak terus menerus ingin keluar dari toples, ada impian anak perempuan yang bahagia. Semuanya berkumpul jadi satu di rak-rak tempat penyimpanan impian milik BFG. Cairan mimpi itu akan ia tuangkan ke dalam ujung terompetnya dan dihembuskan perlahan agar masuk ke dalam mimpi-mimpi setiap orang pada malam hari.

Sophie terheran saat the BFG mengatakan bahwa ada 9 raksasa di negeri yang sangat suka daging manusia. Jadi Sophie harus berhati-hati bergerak karena telinga raksasa sangat sensitif terhadap bunyi sekecil apapun. Daging manusia yang disebut tomat manusia itu berasal dari berbagai daerah. Setiap para raksasa merasa lapar, mereka akan berderap menuju negara yang diinginkan untuk memakan tomat manusia. Misalnya saja ke negara Swedia, London, Baghdad, dll. Tapi the BFG bukanlah raksasa yang suka makan tomat manusia yang rasanya ramnyamnyam, ia lebih suka makan snozzcumber dan minum frobscottle. Satu ciri khas BFG adalah saat ia berbicara dengan Sophie, ia selalu kesulitan mengatur tata bahasanya sehingga acak kadut. Seperti ini misalnya :

 “Aku tidak akan pernah omong bolong padamu.”(hlm. 45) 
“Kapan saja aku merasa sedikit kasruk, beberapa teguk frobscottle selalu dapat membuatku eriyang lagi.” (hlm. 69)

Sampai suatu hari Sophie termakan raksasa yang mencoba memakan Snozzcumber yang menjijikan. Sophie keluar dari mulut raksasa karena raksasa itu ogah memakan makanan itu. Pernah juga suatu hari the BFG mendapatkan perlakukan buruk. Ia yang paling kerdil diantara raksasa lain harus menerima perlakukan yang tak menyenangkan. Seperti dilemparkan antara satu raksasa ke raksana lainnya sampai mereka kelelahan. Sophie pun mempengaruhi BFG agar menghalau para raksasa memakan lebih banyak tomat manusia. Karena jika hal itu terjadi, setiap hari akan ada banyak tomat manusia yang hilang dari muka bumi tanpa pernah diketahui keberadaannya.  

Rencana pun dimulai, Sophie dan the BFG akan minta bantuan Ratu Inggris untuk menangkap para raksasa agar raksasa itu tidak memakan lagi tomat manusia. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Simak selengkapnya di buku ya. :D

***

Membaca buku Roald Dahl sangat menyenangkan bagi orang dewasa seperti saya. Serasa kembali ke masa kanak-kanak dengan imajinasi penuh khayalan yang sangat mustahil terjadi di dunia nyata. Hal itulah yang sering dilakukan oleh Roald Dahl untuk membawa para pembacanya masuk ke dalam kisah yang ditulisnya. Buku ini berisi banyak kisah-kisah konyol tentang petualangan Sophie, BGF dan para raksasa bersama Sang Ratu Inggris. Roald Dahl membuat saya mampu mengingat kembali impian-impian yang lama terabaikan dan ingin diwujudkan.

Selain kisahnya yang lucu, ada banyak pelajaran yang diajarkan oleh BFG seperti misalnya ia tak mau mencuri makanan. Itulah sebabnya ia makan snozzcumber yang menjijikan. Ia juga mengajarkan bagaimana mimpi bekerja, lalu ia juga cerdas dan sangat suka belajar. Seperti saat ia mengatakan bahwa ia meminjam belajar sendiri bagaimana caranya membaca, karena ia tidak bersekolah itu sebabnya tata bahasanya kacau balau.

Saya juga suka cara Ratu Inggris memperlakukan Sophie dan BFG di dalam kediaman istananya. Sangat elegan dan tidak terlihat seperti sedang marah. Ia bahkan sangat senang dengan kedatangan Sophie dan mempersilahkan mereka makan dengan riang. Buat saya, ini mengingatkan saya pada buku-buku karya penulis Inggris lainnya seperti Enid Blyton dan Philip Pullman yang sangat menghargai etiket dan attitude makan di kalangan warga Inggris sehingga menerapkannya dalam karakter para tokohnya.

Quotes yang saya suka di novel ini antara lain :

“Satu kebenaran tidak dapat memaklumi dua kesalahan.”(hlm. 79) 
“Mimpi selalu tidak kasatmata sampai tertangkap. Setelah itu, mimpi agak kehilangan ketidakkasatmataannya. Kita dapat amat jelas melihat yang ini.” (hlm. 86) 
“Mimpi tidak membutuhkan apa-apa. Jika itu mimpi indah, mimpi itu akan menunggu dengan tenang selamanya hingga dilepaskan dan diizinkan melakukan tugas. Jika mimpi buruk, mimpi itu akan berusaha keras keluar.” (hlm. 101)

Yang paling bikin geli adalah bagaimana cara The BFG membuat kisah ini menjadi lucu setiap kali ia berbicara dengan kata-kata yang terbolak-balik. Ia menyebutkan dengan jungkar jungkir. Haha. Buat saya, Roald Dahl ini unik. Terlihat dari pilihan diksi yang ia pakai untuk mengganti kata-kata yang standar dengan kata lain agar terlihat lucu. Uniknya, buku ini difilmkan, jadi rasanya sudah tidak sabar untuk melihat visualisasi si Raksasa Baik Hati ini di layar bioskop. Aih, semoga saja sebagus novelnya. Overall, 5 bintang untuk novel ini. :D

Postingan ini diikutsertakan dalam Project Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan



11 comments:

  1. Aku sudah nonton filmnya, tapi belum baca bukunya. Ceritanya menarik banget, sukaa

    ReplyDelete
  2. Kangen baca novel, udah lama banget pensiun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk, baca novel lagi, mba Shona :D

      Delete
  3. Harga bukunya berapa ya Mba..pengin hunting bukunya Roald Dahl buat anak-anakku.
    Harus berhitung dulu soal budget soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lupa berapa harganya, mba. Aku beli satu boxset pas ada bazar Gramedia. Hehe

      Delete
  4. Belum pernah baca novel ini, sepertinya ada filmnya juga yang lagi tayang ya Mba.

    ReplyDelete
  5. Pengen nonton filmnya dulu deh, sekalian ajak anak. Ceritanya bagus.

    ReplyDelete
  6. Blum nonton dan belum baca bukunya..sepertinya bagus ceritanya

    ReplyDelete
  7. Roald Dahl ini emang luar bisa, bahkan seusia emak2 seperti saya masih suka baca. Tapi yg Raksasa Besar kyknya aku blm pernah baca. TFS Mbak :)

    ReplyDelete
  8. aku belum pernah baca komik ini .... kalau beli VCD nya , ada ya Mbak ????

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^