Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

9 December 2016

13 Kriteria Keberanian Dalam Islam, Modal Utama Muslim Memperjuangkan Dakwah


Judul Buku : Seberapa Berani Anda Membela Islam?
Penulis : Na’im Yusuf
Penerbit : Maghfirah
Terbit : Mei 2016
Tebal : 288 hlm.
ISBN : 978-979-25-2643-1

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janji mereka.” (Q.S. Al Ahzab ayat 23)

Ar-rajulah (kelaki-lakian atau berani) diambil dari akar kata ar-rajul, yang bermakna laki-laki. Ar-rajul diidentikkan dengan sifat kelaki-lakian yang tercermin dalam 45 ayat al Qur’an. Sedangkan Allah menggambarkan para nabi dan rasul dengan kata rijal untuk membawa risalah dakwah, dengan segala tantangan dan kesulitan di jalannya. Tak mudah bagi Rasulullah untuk menyampaikan Al Quran di tengah arus zaman saat itu, bahkan Rasulullah hingga menghabiskan 22 tahun lebih untuk berdakwah. Didera cacian dan makian Rasulullah membangun sebuah peradaban yang dimulai dari kota kecil, Madinah yang lebih mudah menerima ajaran Islam dibandingkan Mekkah.

Ada banyak sahabat yang hidup di zaman Rasulullah, mereka berjuang bersama hingga bisa mencecap manis dan indahnya ukhuwah Islam dalam naungan ajaran Rasulullah. Rasulullah membangun peradaban tidak hanya dalam satu malam, tapi dibangun selama bertahun-tahun hingga akhirnya lahirlah para sahabat pembela Islam yang siap berkorban dengan jiwa dan raganya.

Tak dipungkiri banyak yang memilih jalan keislaman setelah perenungan panjang misalnya seperti Umar bin Khattab yang membuat ia menjadi si singa yang pemberani membela Islam hingga wafat. Perangainya yang dulu kasar saat kafir kini berubah menjadi lebih cinta dengan Al Quran, menjadikan keberaniannya digunakan dalam hal membela agama Allah agar tetap tegak di muka bumi. Tak hanya Umar bin Kattab, tapi ada juga sahabat lainnya yang bahu-membahu belajar memaknai ajaran yang Rasulullah sampaikan, menyebarkannnya hingga meluas ke seluruh jazirah arab saat itu.

Rasulullah saw bersabda, “Pemimpin orang-orang yang mati syahid adalah Hamzah dan orang yang menghadap penguasa yang jahat, lalu dia memerintahkannya (berbuat adil) dan melarangnya (berbuat buruk), tetapi dia (penguasa itu) membunuhnya.” (HR. Al Hakim)

Sikap berani yang diambil dari kata Ar-rajulah itu bisa dimaknai lebih mendalam. Sikap berani tidak berdasarkan kesempurnaan tubuh, kekuatan fisik, ataupun usia seseorang. Melainkan Allah melihat keberanian seseorang berdasarkan kekuatan jiwa seseorang. Jiwa yang berani ditunjukkan lewat menampilkan perkara yang mulia, menjauhkan diri dari hal yang hina. (hlm. 7)

Sesungguhnya ada banyak tugas bagi ummat Islam saat ini untuk mencetak generasi yang tangguh dan berani mengemban amanah untuk selalu berdakwah demi Islam yang makin berjaya. Karena itulah dibutuhkan orang yang siap untuk mencetak generasi Rabbani yang makin dibutuhkan oleh zaman saat ini. Semakin bergegas untuk berbenah, semakin baik karena fitnah akhir zaman membuat Islam tersudutkan hingga ke ujung.

“Kuat lemahnya sebuah bangsa diukur dari kemampuannya mencetak laki-laki pemberani.” (hlm. 7)

“Jika ditemukan tipe laki-laki pemberani dalam sebuah bangsa, dia dapat menghidupkan bangsa dari kematian dan membangunkan dari tidurnya. Keberadaannya sepadan denga seribu orang, bahkan lebih.” (hlm. 9)

Kini semakin sulit untuk memperlihatkan kemuliaan Islam dengan banyaknya muslim saat ini yang masih kurang menjaga izzah diri bahkan sikap berani mati untuk membela Islam hanya tinggal sebuah wacana belaka. Lantas, ketika Islam dituduh terrorist, menjadi dicaci di banyak tempat, apa yang bisa dilakukan muslim saat ini?

Yuk, berbenah bersama. Kuasai 13 kriteria keberanian ini, maka kamu akan menjadi seorang yang berani jiwa dan raga untuk membela agama yang mulia ini.

1.       Mencintai Masjid

Sa’id bin al-Musayyab – seorang tabi'in- pernah berkata, “Aku tidak pernah melewatkan shalat berjamaah selama empat puluh tahun.” Dia menambahkan,”Aku tidak pernah tertinggal takbiratul ihram selama lima puluh tahun karena itu aku tidak pernah melihat siapa yang ada di shaf (barisan) paling akhir).” (hlm. 21)

Mencintai masjid akan menumbuhkan sikap berani karena jika panggilan Allah saja didahulukan, maka panggilan lainnya seperti puasa, zakat, haji, dll akan dengan mudah dilakukan karena paham bahwa esensi shalat adalah bergegas ketika mendengar panggilan “Hayya ala falah( mari menuju kemenangan)”. Kemenangan di dunia dan di akhirat telah dijanjikan bagi mereka yang menepati janji pada Allah untuk memakmurkan masjid dengan bergegas menunaikan kewajiban lainnya pada Allah tepat waktu.

2.       Menyeru Ke Jalan Allah

Allah swt berfirman,
“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut dkepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.” (Al Ahzab ayat 39)

Jika seorang lelaki melihat orang lain dalam kegelapan, maka dia wajib mengajak pada kebaikan dan mengarahkannya ke jalan yang lurus. Misalnya saja mengatakan yang benar di depan penguasa yang zalim. (hlm. 26)

3.       Bersungguh-sungguh dan tanggap

Maksudnya adalah bergegas mengerjakan perintah agama dalam menjalankan aturan yang ditentukan oleh Al Qur’an. Bergegas dalam pelaksanaan, misalnya pengharaman khamr, perubahan arah kiblat, perintah memakai hijab. Kuat dan teguh hati, membiasakan diri dan tekun tanpa berkeluh kesah. Memanfaatkan semua sarana prasarana yang ada untuk kemajuan Islam. Melawan segala bentuk rintangan dan halangan (hlm. 49)

4.       Bersikap aktif dan bertanggung jawab

Aktif yang dimaksud adalah responsif terhadap berbagai macam kejadian yang terjadi di sekelilingnya, berusaha memberi pengaruh untuk kebaikan bersama. Dia bertanggung jawab memakmurkan alam dengan mengatur dan merencanakan setiap hal, memperbaiki dan tidak merusaknya. (hlm. 55)

Kiat menjadi orang yang aktif yaitu dengan memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas, percaya diri, dan berani mencoba dan mengambil risiko. (hlm. 61) Contoh sikap aktif dan bertanggung jawab adalah kisah burung hud-hud milik nabi Sulaiman. (hlm. 68) Hud-hud memilih tanggungjawab itu dan membuat dirinya menjadi burung yang diingat sebagai pembawa kabar baik.

5.       Bercita-cita yang tinggi

Sarana yang dapat mempertinggi cita-cita antara lain ilmu, dzikir, doa, bersahabat dengan orang yang bercita-cita tinggi, selalu mengingat hari akhir, mempelajari kehidupan orang salaf  tabi’in maupun ahli ibadah, introspeksi, dan tidak cepat merasa puas diri. (hlm. 83-85)

Hal inilah yang akan membuat kita ingin terus berbenah karena tidak mau ketinggalan menjadi bagian dari dakwah Islam. Cita-cita tinggi perlu dicanangkan sejak dini hingga menutup mata agar bisa mencapai firdaus tertinggi. Tak ada waktu untuk beristirahat karena surgalah tempat kita beristirahat nanti.

6.       Mulia dan terhormat

Ketika keimanan mengakar, ia akan menumbuhkan sesuatu yang hebat. Keimanan itu membuat Bilal bin Rabah kekuatan untuk menentang tuannya, Umayyah bin Khaif dan melawan Abu Jahal bin Hasyim. (hlm 107)

Keimanan yang mulia akan membuat orang taat untuk terus berbuat kebaikan, menginginkan kebaikan untuk agamanya, menggantungkan kemuliaan pada akhirat, bukan dunia. Seorang muslim wajib yakini bahwa kemuliaan yang terbaik adalah milik Allah, selain itu berarti kecil. Sehingga tak muncul sikap pengecut ketika kemuliaan diinjak oleh penguasa. Menjadi berani dengan membela Islam adalah kemuliaan yang paling tinggi bagi umat Islam.

7.       Berani di atas kebenaran

Banyak contoh keberanian yang hadir di tengah para sahabat Rasulullah.  Mereka dipenuhi rasa takut kepada Allah. Tidak ada ruang sedikit pun untuk rasa takut kepada selain-Nya. Sebab, di atas tanah masih ada tanah.(hlm. 132)

“Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Setiap hari yang aku takutkan selain hari kiamat adalah jika Allah tidak menjagaku dari murka-Nya.”

8.       Berani

Imam Hasan al-Banna berkata, “Keberanian adalah kemampuan mengelola risiko. Dan keberanian yang terbaik adalah memiliki daya tahan besar, berterusterang dalam kebenaran, kemampuan menyimpan rahasia, mengakui kesalahan, bersikap objektif terhadap diri sendiri, dan menahan nafsu di saat marah.” (hlm. 155)

9.       Jihad dan Pengorbanan

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (At Taubah ayat 111)

10.   Teguh di atas kebenaran

Teguh didalam berbagai masalah antara lain teguh saat menghadapi tuduhan, menghadapi rayuan, kekejaman orang yang zalim, dan tegar melawan hawa nafsu. Setiap kali seorang muslim mendekat kepada Allah, maka dia akan menjadi orang yang paling banyak mendapat rahmat-Nya. (hlm. 196)

11.   Sabar dalam membiasakan diri

12.   Memenuhi janji dan jujur pada Allah

13.   Tidak mudah putus asa dan pesimis

Nah 13 kriteria keberanian yang perlu dimiliki oleh muslim ini merupakan intisari buku yang ditulis Na'im Yusuf ini. Saat ini kitalah yang perlu mengamalkannya agar kita makin dekat dengan Allah. Membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk mencetak generasi terbaik di zaman ini, generasi yang bertumbuh di tengah derasnya fitnah akhir zaman. Namun di situlah tantangan kita sekarang. Bergegas melakukan hal-hal baik agar Allah berkenan dengan kebaikan yang kita lakukan untuk menjaga izzah Islam tetap tegak di muka bumi. Allah, Rasulullah dan Al Quran tetap perlu kita bela. Seberapa berani kita membela Islam tergantung kualitas garda depan dakwah Islam yang siap berjibaku menjadi generasi terbaik kebanggaan Allah di akhirat nanti. Wallahua’lam bisshowab.


10 comments:

  1. Dengan membaca resensi ini..
    Membuat orang tertarik utk membeli buku

    ReplyDelete
  2. Hanya orang yang spesial yang bisa memenuhi13 kriteria keberanian ini. Kayaknya saya harus berusaha bisa melakukannya, Insya Allah.

    ReplyDelete
  3. makin penasaran dengan buku ini setelah baca banyak reviewnya

    ReplyDelete
  4. kebetulan banget lagi butuh bacaan jiwa nih, makasih resensinya, yaaa... :)

    ReplyDelete
  5. Komplit nih resensinya. Makasih sharingnya, Mbak ^^

    ReplyDelete
  6. Menarik ya mbak bukunya, kuu sering2 baca buku seperti ini biar ruhnya gak kering TFS :)

    ReplyDelete
  7. Judulnya aja udah menggetarkan hati.
    Review yg menarik.
    TFS mbak Ila.

    ReplyDelete
  8. insha Allah mau menanamkan ke13 kriteria tersebut ;)

    ReplyDelete
  9. saya belum berani membela seutuhnya agama sendiri. Padahal impiannya bertemu sahabat Rasulullah (dan Rasul tentunya) tapi lha iya kalau mereka mau ketemu ya -_-

    ReplyDelete
  10. Ternyata banyak sekali ya macamnya keberanian itu. Tapi ya itu Mbak setan ada di mana-mana. Ada saja godaannha. Apalagi kalau pas down banget. Yang ada ngeluh dan pesimis :(

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^