Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

28 March 2018

[Resensi Buku] The Bunny Who Was Bored by Arleen Amidjaja




Judul : Kelinci yang Bosan 
(The Bunny Who Was Bored)
Pengarang : Arleen Amidjaja
Ilustrasi : Aaron Randy
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Terbit : 2015
Tebal : 26 hlm.
Rating : 3/5 bintang

Baca via Gramedia Digital

Blurb :


Siapa yang tidak suka kelinci? Dari anak kecil sampai orang tua semua pasti suka hewan kecil yang lucu dan menggemaskan ini. Ayo baca cerita-cerita bermakna ini dengan ilustrasi kelinci yang manis dan lucu.

Resensi Buku :


Bunny, seekor kelinci yang bosan dengan kehidupan di dalam lubang tanah. Ia ingin merasakan suasana yang baru di luar. Sejak kecil ia terbangun di lubang yang sama setiap hari. Makan dengan wortel, makanan yang sama setiap hari diberikan ibunya. Meski enak, ia tetap saja bosan. Lalu, ia pun kabur dari rumah menuju tempat lain.

Dalam perjalanannya, Bunny menemukan banyak hewan yang memberinya pengalaman berharga tentang arti sebuah rumah dan kenyamanan.



Ia bertemu dengan itik saat ia hampir tenggelam di kolam teratai. Bunny terpana melihat teratai yang indah. Namun, ia tak bisa berenang.

Ia juga bertemu tupai yang memiliki rumah di atas pohon. Akankah Bunny bisa bermain di atas pohon seperti tupai?



Bunny juga berkenalan dengan kura-kura yang memiliki rumah di dalam cangkangnya. Ia ingin ikut masuk. Tapi tak bisa. Lalu, bagaimana nasib Bunny?

Bunny pun melanjutkan perjalanan dan bertemu rubah. Rubah memberinya makanan lezat, namun di pagi hari saat ia terbangun, ia melihat rubah tertidur dengan tulang berceceran di dekatnya. Barulah Bunny sadar ia ada di rumah musuh. Bagaimana selanjutnya?

***

Kisah Bunny si kelinci kecil mengingatkan saya pada diri saya sendiri. Rasa bosan pada suatu hal bisa membuat saya mudah berpindah ke hal lain yang lebih membuat bahagia. Tapi kebahagiaan yang didapat ternyata semu. Iya saya bahagia saat bisa seperti Bunny melihat bunga teratai yang cantik, tapi tetap saja tidak bisa semudah itu berenang di tengah arus kolam. Kalau saya jadi bunny pasti saya juga bakal minta tolong pada itik.

Rasa nyaman di rumah sendiri tak akan terganti meskipun hal yang dilakukan hanyalah hal-hal yang bersifat monoton. Kisah ini mengajarkan anak-anak bahwa meskipun makanan yang kamu makan membosankan, kegiatan yang dilakukan begitu-begitu saja, tapi itu jauh lebih nyaman dibanding ketika mendapatkan kejadian yang buruk di luar sana.

Ada satu point yang bikin saya bertanya-tanya sebenarnya. Apakah tak apa bikin anak merasa nggak bosan dengan menakutinya tentang rubah si pemangsa kelinci? Rasanya kok janggal ya. Karena meski di luar sana berbahaya, tapi pengalaman yang dimiliki saat bertualang di luar rumah tetap saja menyenangkan. Meskipun buat anak-anak ya tetep harus diawasi oleh orang tua. Anyway, buku ini tetap harus didampingi oleh orang tua dan dijelaskan mengapa begini dan begitu ketika mereka bertanya tanpa mengurangi esensi dari dongeng tersebut.

Buku yang dibuat oleh Arleen Amidjaja ini ditulis dalam bentuk pictorial book sepanjang 26 halaman dengan dua bahasa (bilingual), jadi anak-anak bisa belajar bahasa Inggris juga. Ilustrasinya lucu dan menggemaskan. Hanya saja, dongengnya lebih banyak narasinya, tanpa ada dialog antar tokoh, selain tokoh ibu kelinci.

Overall, 3 bintang dari saya untuk buku ini. :)


1 comment:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^