Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

24 June 2019

[Review Buku] Khadijah First Love Never Dies by Irfa Hudaya (Giveaway & Blogtour)



Judul Buku : Khadijah First Love Never Dies
Penerbit : Tinta Madina
Terbit : April, 2019
Tebal : 258 hlm
ISBN : 978-623-7011-89-7
Rating : ⅘ bintang

Blurb :

Khadijah menyimpan sebongkah cinta terhadap eeorang lelaki gang terkenal dengan lejujurannya. Namun, wanita yang sudah pernah menikah itu ragu-ragu, apakah cintanya punya hak mendapat balasan serupa?

Dirinya urung menyatakan keinginan untuk menikahi Muhammad. Sayangnya, rasa sejernih mutiara itumalah membesar. Dengan tekad yang bulat, Khadijah menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal.

Hati Khadijah semakin kuat setelah pertemuan itu. Lantas, akankah cintanya berbuah manis? Apakah kehadiran Khadijah dal kehidupan Muhammad mempunyai peran yang besar?


Resensi :

Khadijah seorang yang sangat tegar. Ia telah kehilangan dua lelaki yang pernah mendampingi nya dalam pernikahan namun meskipun ditinggal meninggal oleh suaminya, Khadijah mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya sehingga ia bisa mencukupi hidup tiga anaknya

Khadijah seorang perempuan yang sangat bagus insting dagangnya karena ia lahir dari keturunan keluarga pedagang. Ayahnya mengajarinya berdagang dan mengambil keputusan-keputusan dalam perdagangan sehingga ia bisa menjalankan bisnis ayahnya ketika beliau sudah meninggal. Ya, meskipun warisan yang Khadijah terima jauh lebih sedikit dari saudara-saudaranya.

Mengapa harta kekayaan Khuwailid bin Asad itu seperti tak pernah habis layaknya mata air yang tak pernah kering? Karena sang Maha Kuasa tahu bahwa kekayaan itu tak hanya dikumpulkan semata. Keluarga itu rajin menolong orang-orang fakir dan miskin. Mereka tak sayang sebagian harta mereka digunakan untuk berderma. Kaum Quraisy pun makin segan karenanya (hlm. 3)

Khadijah lahir dari keluarga kaya, dan mendapatkan warisan selepas suaminya meninggal. Saat usianya tak muda lagi, ia jatuh cinta pada lelaki yang dijuluki al amin atau orang yang dipercaya. Khadijah menikah dengan Muhammad ketika perempuan itu yakin bahwa lelaki itu dapat membantunya mengembangkan perniagaannya yang diturunkan dari ayahnya.

Khadijah tak memilih seseorang berdasarkan harta yang dia punya. Dia tidak memilih seseorang berdasarkan kebangsawanannya. Apa yang dia inginkan adalah akhlak mulia yang akan menjadi menjaga hatinya. Ia menikah dengan Muhammad karena ia memahami bahwa reputasi Muhammad sangat baik di kalangan masyarakat Quraisy. Lelaki itu dikenal dengan kemurnian agamanya yang tidak menyembah Latta dan Uzza, berhala yang disembah oleh masyarakat Quraisy.

Muhammad juga dikenal dengan kejujurannya saat berdagang di negeri Syam, menggantikan khalifah yang dipimpin oleh pamannya. Sejak berniaga dengan Khadijah, Muhammad menunjukkan sisi terbaik yang ia miliki. Lelaki ini jujur dan pintar memimpin khalifah.

"Ketika kejujuran dan keadilan bersemayam dalam diri seseorang itu tersiar di seluruh negeri, apakah kita pantas untuk meragukan kualitas laki-laki ini, Sayyidah?" (Hlm. 54)

Saat Khadijah mengajukan lamaran untuk meminang lelaki ini, ia mencari tahu pribadi Muhammad lewat orang kepercayaannya yaitu Maysarah.

Saat awan menaungi Muhamamad, saat itulah Maysarah terkagum karena tidak biasanya hal itu terjadi. Bagi Khadijah hal ini adalah pertanda bahwa ciri nabi akhir zaman yang ia pernah dengar sama seperti yang ia lihat dalam diri Muhammad, lelaki yang kebaikan akhlaknya membuatnya jatuh cinta.

Untuk mengecek kebenaran itu, Khadijah menemui Waraqah bin Naufal, sepupunya yang seorang ahli kitab. Waraqah mengiyakan bahwa tanda-tanda itu ada pada diri Muhammad.

Berbekal informasi itu maka Khadijah pun mengajukan dirinya untuk menikah dengan Muhammad. Lalu berikut percakapan ketika Khadijah mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan Muhammad.

"Wahai Muhammad, apakah kau tak ingin menikah?"
"Dengan siapa?"
"Denganku."
"Mana mungkin aku menikahi Anda? Aku tak punya apa-apa."
"Wahai anak pamanku, aku berhasrat untuk menikah denganmu atas dasar kekerabatan, kedudukanmu yang mulia, bagusnya amanahmu, serta kejujuran ucapanmu." (Hlm. 105)

Ada beberapa quotes bagus yang bisa kamu baca di buku ini antara lain sebagai berikut :

"Ya… hidup di dunia ini hanya sementara. Jika selalu menoleh pada hal yang bersifat keduniawian semata, sungguh itu adalah hal yang paling rugi dalam tingkatan hidup manusia. Sebab, ada kehidupan lain yang dijanjikan lebih indah olehNya. Kehidupan yang lebih kekal nanti. Jika manusia tak memikirkan kehidupan setelah ini apa yang akan dibawanya jika saat itu tiba?" (Hlm. 111)

"Masing-masing dari kita adalah anugerah. Berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Satu, itu yang paling penting." (Halaman 113)

"Semua manusia adalah sama. Posisi di hadapan Tuhan bukanlah berdasarkan harta dan kedudukan sosial semata. Akhlaklah yang membedakan ketinggian derajat seseorang di mata Tuhannya." (Hlm. 144)

Nah, kamu bisa membaca kisah Khadijah berjibaku membantu Muhammad dalam menyebarkan dakwah di Mekkah, ketika dunia tak pernah berpihak pada Muhammad, perempuan inilah yang menawarkan kepada Muhammad untuk melindunginya hingga akhir hayat dengan harta, tenaga, pikiran, waktu dan segala apa yang ia miliki. Maka benarlah bahwa Khadijah adalah seorang perempuan yang takkan tergantikan oleh siapapun termasuk oleh istri lain Nabi yaitu Aisyah.

Buku Khadijah First Love Never Dies merupakan karya dari Irfa Hudaya ini mengisahkan tentang kisah perjalanan seorang perempuan terbaik di dunia yaitu Khadijah yang mendapat kedudukan terbaik di surga karena telah mendampingi Nabi Muhammad dalam menyebarkan dakwah Islam selama hidupnya. Perempuan inilah yang telah menginspirasi penulis untuk mengisahkan perjalanan hidup Khadijah sehingga menjadi sebuah novel yang membuat saya jatuh hati. Kisah cintanya abadi hingga akhir hayat bahkan hingga saat ini.

Jika kamu menyukai sebuah novel roman yang membangkitkan rasa ingin tahumu tentang kepribadian seorang Khadijah, maka kamu wajib membaca buku ini karena Khadijah digambarkan dengan sangat indah. Ia seorang perempuan yang bisa membantu suaminya untuk berdakwah dengan segenap jiwa dan raga dan juga perempuan yang mampu membawa peradaban terbaik di dunia saat ini. Keberaniannya untuk meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah adalah sebuah langkah terbaik yang membuat ia layak untuk menjadi teladan bagi muslimah.

Nah, kamu berminat membaca novelnya? Ada 1 buah buku novel Khadijah First Love Never Dies gratis yang akan dibagikan untuk para pembaca blog ini. Silakan simak caranya ya. 😊




Syarat ikut giveaway Novel Khadijah ini adalah :
  • Ikuti blog ini dengan mengklik tombol follow atau masukkan email kamu ke dalam kolom email di sebelah.
  • Follow Instagram @ilarizky dan @irfa_hudaya
  • Follow Twitter @ila_rizky dan @irfahudaya
  • Share link blog ini di twitter dengan hastag #GAKhadijah dan mention @ila_rizky dan @irfahudaya.
  1. Jawab pertamyaan berikut ini :
"Apa yang sudah kamu lakukan untuk menjadi muslim/muslimah terbaik akhir zaman?"
  • Lengkapi kolom ini ya :
Nama lengkap :
Follow blog via GFC/email :
Akun instagram :
Akun twitter :
Link share di twitter:
Jawaban :

Periode giveaway mulai tanggal 24 Juni 2019 hingga 30 Juni 2019.
Pengumuman pemenang 1 hari setelah giveaway selesai ya. Insya Allah. 😊

Jawaban terbaik akan dipilih menjadi pemenang Giveaway Novel Khadijah ini. Jadi pastikan kamu menjawab dengan tepat ya. Selamat mencoba! Good luck! 😊

***

Pengumuman Pemenang Giveaway Novel Khadijah by Irfa Hudaya adalah :

BETY KUSUMAWARDHANI
Twitter : @bety_wardhani

Selamat ya! 😊

Silahkan kirim data diri kamu ke email sabilla.arrasyid@gmail.com atau twitter @ila_rizky ya. Ditunggu dalam waktu 2x24 jam sejak pengumuman ini. Hadiah akan dikirim oleh mb Irfa ke alamatmu. Nah, ditunggu! 

Bagi yang belum beruntung kamu bisa mengikuti giveaway selanjutnya di blog http://luckty.wordpress.com. 😊

2 comments:

  1. Nama Lengkap : Lina Fitriani
    Follow blog via GFC/Email : via GFC
    Akun instagram : @Anake_pae2
    Akun Twitter : @19linafitriani2
    Link share di twitter : https://mobile.twitter.com/19linafitriani2/status/1143283454626291712
    Jawaban : Yang sudah dilakukan untuk menjadi muslim / muslimah akhir zaman yaitu selalu istiqomah dalam menjalankan kebaikan, banyak² cari pahala,selalu ingat Allah dimanapun dan kapan pun, tidak terlalu memikirkan hal duniawi karena dunia ini hanya sementara,dan selalu ingat kematian. Yang hidup pasti akan mati, yang ada pasti akan hilang. Itu aja sih yang kulakukan. Kalau tidak memikirkan hal duniawi itu sedikit susah ya, soalnya kita masih hidup di dunia,tapi dengan meyakinkan diri sendiri bahwa kita pasti akan mati, lalu apa bekal kita sudah cukup ?, dengan begitu pasti kita bisa menahan diri untuk tidak selalu memikirkan hal berbau duniawi.

    ReplyDelete
  2. Nama lengkap : Bety Kusumawardhani
    Follow blog via GFC/email : aki.no.melody@gmail.com
    Akun instagram : @bety_19930114
    Akun twitter : @bety_wardhani
    Link share di twitter: https://twitter.com/bety_wardhani/status/1144878953200418818?s=20

    Aku belajar dari sosok ibunda khadijah Radliyallahu A’nhaa tentang kepribadian mulia mulai dari diri sendiri dan mulai dari hal kecil dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Aku berusaha untuk menjadi wanita tangguh tanpa sering mengeluh, wanita dermawan yang berusaha memberi bantuan pada orang lain sekecil apapun bentuknya, wanita penuh kesabaran dan keikhlasan di manapun berada meskipun ada orang lain yang dengan sengaja mencurangiku, wanita yang selalu memikirkan solusi ketika menghadapi masalah dalam hidup dengan tidak menyerah apalagi menyalahkan keadaan, wanita yang senantiasa menjaga kehormatan ketika berteman dengan lawan jenis, wanita yang menuntun diri dan keluarga untuk menjauhi pintu api neraka dengan meningkatkan keimanan.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^