12 June 2020

Resensi Buku : CeweQuat #Book2 - Panduan Relationship Sebelum Berkomitmen dengan Pasangan




Judul Buku : CeweQuat #Book2
Penulis : Bunga Mega
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Terbit : Cetakan Pertama, Februari 2015
Tebal : 200 hlm.
ISBN : 978-979-709-901-5

Rating : 4/5 bintang
Baca via Gramedia Digital


Sinopsis Buku :


Jika hubungan hanya bikin galau, itu pasti bukan cinta.

Jika kamu berpikir bahwa kebingungan adalah bagian yang wajar dalam percintaan...

No no! You can save your years ahead by learning and understanding the relationship.

Banyak perempuan terseok-seok di dalam hubungan yang tidak sehat, tetapi enggan beranjak karena beberapa alasan klise : sudah terlalu lama bepacaran, malas memulai dari nol lagi, sudah berumur, atau ada yang mau saja sudah syukur. Alih-alih memperbaiki, mereka justru memilih bertahan hanya karena sudah terlanjur.

Atau, pernahkah kamu merasakan hal-hal berikut ini : merasa kurang cantik, kurus, seksi, sukses untuk berpasangan dengan lelaki yang kamu suka : mengejar lelaki daripada menunggu mereka mendekati, karena kamu yakin mereka tidak akan mendekatimu, memberi terlalu banyak, dengan harapan ia menyukaimu : atau, merasa panik ketika lelaki yang kamu suka nggak meneleponmu kembali.

Bukan hanya berisi daftar do’s dan don’t dalam percintaan, buku ini akan membantumu dalam melindungi karakter dan hati di sepanjang musim perkenalan, percintaan dan patah hati. Beli dua, satu untuk kamu sendiri, satu lagi untuk teman yang mungkin juga membutuhkan.

Resensi Buku :


A relationship guideance before you say I do.

Buku CeweQuat #2 ini memuat panduan relationship sebelum kamu mengatakan bersedia untuk menjalin satu hubungan yang serius dengan seorang lelaki. Buku CeweQuat ini adalah buku kedua yang ditulis oleh Bunga Mega dalam book series CeweQuat. Buku ini terlihat biasa, tapi setelah saya membacanya banyak informasi dan panduan yang sangat detail untuk menjalin hubungan dengan pasangan. Selain itu buku ini berguna agar kamu tidak salah menafsirkan sikap lelaki ketika pertama kali berinteraksi dengan perempuan saat masa pendekatan, jatuh cinta maupun hingga pernikahan. 

Buku CeweQuat #2 ini adalah hasil diskusi dan pengalamannya dengan suaminya. Jadi Bunga Mega tidak menulis berdasarkan asumsi saja karena ia mengalami sendiri hal tersebut. Selain itu ia mendiskusikannya dengan suami sehingga kamu bisa mendapat sudut pandang laki-laki dalam hubungan yang sering disala artikan oleh perempuan. 

Ada empat bagian dalam buku ini yaitu how to get into a relationship, healthy relationship, life after break up, and before you say i do.

“Jodoh akan datang ketika kita siap secara mental, siap pengetahuan tentang diri sendiri, dan siap lahir batin meluangkan waktu untuk berkenalan dengan orang lain. “ (hlm. ix)

Bab pertama yaitu How to get into a relationship. Bab ini membahas tentang bagaimana cara mengetahui tujuan dan motivasi diri sendiri. Apakah si dia benar-benar suka atau hanya basa basi? Taktik dan amunisi yang kamu butuhkan untuk mendapatkan perhatian si dia. Bertepuk sebelah tangan? Bukan akhir duniamu!

“Being single will not kill you. Loneliness does.” (hlm. Xii)


Mendefinisikan Hubungan yang Ideal 


Apa sih definisi hubungan yang ideal itu?

Setiap orang memiliki definisi hubungan yang ideal dan juga ekspektasi yang memenuhinya. Bisa jadi selama ini kamu gagal menjalin hubungan karena kamu sendiri yang belum siap menjalaninya. Karena, pernikahan akan membawa kita pada banyak perubahan dalam hidup.
“Pernikahan lebih dari sekadar romantisme. Pernikahan yang nyata adalah bagaimana kamu bisa bertoleransi dengan bau nafas bangun tidur di pagi hari, cicilan pembayaran, hingga tugas rumah tangga (seumur hidupmu, catat!)” (hlm. 2)  
“Perempuan yang siap menjalani sebuah hubungan adalah perempuan yang bisa mencintai dirinya sendiri serta mengenal tujuan hidupnya. Sebagai perempuan produktif dengan masa depan cerah, kita tahu prioritas saat ini adalah meningkatkan kualitas diri untuk pencapaian terbaik.” (hlm. 4)  
“Have you known yourself? Have you known your purpose as a human being? Do you exist in this world for a reason?” (hlm. 4)

Percintaan bukan untuk orang kesepian. Apa yang memotivasimu untuk menjalani hubungan akan membawamu pada hubungan yang lebih berkembang maksimal. Jadi sebelum menjalin sebuah hubungan, sembuhkan dulu lukamu. Baru memulainya kembali dengan orang baru.

“Heal yourself first, then deal in a relationship.” (hlm. 5)

Ada sebuah film berjudul He’s just not that into you yang mengisahkan tentang percintaan yang apes. Di film itu dikisahkan bahwa ada seorang perempuan yang selalu menunggu telepon ajakan kencan dari seorang laki-laki, karena lelaki itu mengatakan akan menghubunginya. Ternyata setelah ditunggu sekian lama, tak ada kabar apapun yang berarti lelaki itu tidak berminat sama sekali dengannya. Namun, perempuan itu mengira hal lainnya, seperti : apakah lelaki itu kehilangan nomor teleponnya, apakah lelaki itu cukup sibuk hingga lupa dengan janjinya, dan asumsi-asumsi lainnya yang memenuhi kepalanya.

Luangkan Waktu untuk Membangun Relationship Impianmu


Sebuah hubungan dimulai dari dua orang yang saling tertarik satu sama lain dan meluangkan waktu untuk menjalin hubungan itu. Jika salah satunya hanya berbasa-basi untuk menerima ajakan kencan padahal sebetulnya tidak ingin, mengapa kamu tidak bisa melihat kode itu sebagai bentuk penolakan?
Banyak perempuan yang terjebak dalam wasting time untuk menunggu jawaban kencan dari laki-laki, padahal sebetulnya lelaki itu tidak menghubungi karena memang tak berminat.

Kamu bisa mengecek apakah lelaki itu serius ingin menjalin hubungan yang baru dengan mengecek hal ini :

1.       Ia tidak menggunakan alasan sibuk untuk menghilang dari hadapanmu
2.       Ia tidak kunjung menelepon atau mengajak jalan tapi nggak pernah terwujud.

Tapi bagi lelaki, ada kode tertentu yang seharusnya dipahami oleh perempuan. Seperti ungkapan ini :

“For man, no answer is the answer. No explanation is the explanation.” (hlm. 12)

“Kadang bahasa lelaki, “diam adalah emas” adalah jawaban yang paling nggak menyakitkan buat perempuan, padahal sih sama menyebalkannya.” (hlm. 12)

“Date is not a date” (hlm. 13)

“Jika si lelaki memilih berhenti pada kencan pertama dan perlahan mengurangi frekuensi komunikasi, mereka tiba-tiba dicap menjadi penjahat yang suka memberi harapan palsu. Layaknya perempuan, laki-laki juga ingin memberikan image sopan dan baik pada awal pertemuan.” (hlm. 14)

Nggak semua kencan pertama akan berakhir menuju hubungan. Bisa jadi karena dua alasan ini :

1.       Lelaki idamanmu adalah tipe orang yang hati-hati atau pemikir.

2.       Memang dia nggak tertarik lebih jauh lagi.
 “Jika perempuan memiliki standar, kriteria seperti apa lelaki yang harus bersamanya. Dia menghargai dirinya dan memegang kendali dalam permainan yang ditawarkan. Dia mungkin tertarik degan sikap manis yang ditawarkan lelaki. Tapi dia nggak menyerah begitu saja untuk suatu hal yang dapat meruntuhkan prinsipnya. Dia akan mengirimkan sinyak “I have no time to play with you, because i’am not interested in playing.”

“Lelaki menghormati standar yang ditetapkan perempuan. Ketika perempuan memegang kendali atas dirinya sendiri dan nggak serta merta dengan mudahnya jatuh ke pelukan seseorang lelaki, maka lelaki akan menilai perempuan  dengan tinggi dan berpikir “I cannot mess up with this girl.” (hlm. 28)

Seorang Lelaki Memiliki Jiwa Pemburu Saat Memilih Pasangan


Seorang lelaki memiliki jiwa pemburu. Artinya ia akan lebih suka mengejar perempuan yang dicintainya daripada perempuan itu yang lebih dulu mendekatinya. Alih-alih menjadi suka, bisa jadi ia akan merasa si perempuan jadi lebih agresif. Itu sebabnya prempuan lebih sering berdiam diri dan menunggu lelaki datang untuk memulai hubungan. Kode-kode perasaan di antara laki-laki dan perempuan yang saling jatuh cinta sulit diterjemahkan jika keduanya tidak bisa membacanya.

Perempuan mencintai seseorang dengan perasaaannya, sedangkan laki-laki dengan logikanya. Laki-laki akan melihat lebih dulu apakah perempuan itu memang tipenya atau bukan. Jika sang perempuan ada dalam radar jangkauannya, maka ia akan mengejar sang perempuan dan memperjuangkannya.

Mengejar laki-laki harus dengan strategi. Bagaimana cara membuat laki-laki jatuh cinta padamu tanpa membuatm terkesan jadi perempuan murahan? Mari simak ya!

Ada beberapa hal yang membuat laki-laki jatuh cinta pada perempuan antara lain : karakter, dress up, dan upgrade yourself.

Bagi perempuan yang akan mencari beberapa hal untuk mendekati laki-laki yang dicintainya. Antara lain : menggali informasi tentang kesukaan, hobi, keseharian, dll, yang kedua jangan membat first move alias mengajak kencan duluan, ketiga sesekali sudahi percakapan agar dia tidak menganggap kamu selo sekali selalu menanggapi percakapannya, yang keempat do not be too available, make him wait, dan yang kelima don’t say yes for everything, dan yang kelima menghilang.


Jangan Terobsesi dengan Pasanganmu Sebelum Kamu Mengenalnya Lebih Jauh


“Letakkan dulu ego kamu, buang jauh rasa malu tertolak. Hadapi kenyataan bahwa orang yang kamu inginkan tak menaruh harapan seperti dirimu. Obsesi hanya akan menyakiti diri kamu, serta hanya membuat kamu merasa tak cukup baik untuk seseorang.” (hlm. 57)

Saat kamu jatuh cinta pada seseorang, namun cinta itu bertepuk sebelah tangan, bahkan ia pun tidak pernah menganggapmu ada karena memang kamu tidak pernah berkenalan dengannya. Itu namanya obsesi.

Bunga Mega, penulis buku Cewequat ini pernah ada dalam fase jatuh cinta bertepuk sebelah tangan ini. Ia terobsesi dengan seseorang hingga 6 tahun lamanya, namun orang tersebut bahkan tidak pernah menjadi temannya. Artinya tidak ada kedekatan secara personal yang membuat dia dan Mega menjadi seorang sahabat yang saling mengenal satu sama lain. Namun Mega hanya jatuh cinta sepihak yang membuat ia berandai-andai bahwa laki-laki itu bisa ia cintai sepenuhnya.

Cinta yang terobsesi seperti itu akan merusak jiwa seseorang. Selain itu juga berbahaya karena bisa menjadi masalah di kemudian hari. Cinta yang berujung obsesi juga bisa membuat seseorang melupakan prinsip-prinsip yang dimiliki. Misalnya tidak ingin jatuh cinta pada orang yang sudah memiliki pasangan, baik pacar maupun sudah menikah.

Saat prinsip diri itu dilanggar dengan alasan nyaman, lalu prinsip itu dikecualikan alias ya nggak papa jatuh cinta toh dia bikin nyaman. Misalnya gitu. Padahal hal ini akan berakibat kita menjadi orang lain. Karena kita melanggar prinsip diri sendiri. Paham ya maksudnya?

Pertahankan Prinsip, Visi dan Nilai Penting dalam Diri Saat Memilih Pasangan


“Meremehkan nilai penting di dalam diri sendiri, akibat silau dengan perasaan cinta, akan membuatmu pusing sendiri. Jika hal-hal tersebut adalah hal yang saklek untukmu secara pribadi, maka pertahankanlah. Nggak ada yang salah, karena standar kamu dan orang lain jelas berbeda.” (hlm. 77)

Setiap orang punya prinsip, visi dan nilai penting di dalam diri sendiri. Pertahankan hal itu saat kamu memilih pasangan agar kamu bisa mendapatkan jodoh terbaik.

Mega berkisah bahwa temannya memiliki prinsip untuk mengejar karir di Indonesia, sedangkan pasangannya berada di luar negeri dan tidak ingin kembali ke Indonesia. Prinsip subjektif ini tak pernah  dibahas secara gamblang. Saat lelaki itu memiliki pengganti yang ‘sevisi’ sebulan setelah putus, ia patah hati terlalu dalam karena merasa membuang waktu 4 tahun untuk hubungan yang sia-sia. Padahal jika visi itu pernah dibahas di awal hubungan, maka ini akan menghemat waktu dalam menentukan apakah pasangan itu sesuai dengan nilai diri kita dan tujuan jangka panjang ke depannya.

“Sebuah hubungan tanpa prinsip, sama saja dengan sebuah permainan tanpa aturan. Hubungan tanpa aturan sangat rentan dengan patah hati. Dan dalam kasus teman saya, prinsip subjektif telah merugikan pihak lain. Please save your time!” (hlm. 78)

Jadi sebelum memutuskan untuk berkomitmen dengan seseorang atau jatuh cinta, sebaiknya kamu memiliki prinsip yang bisa kamu pegang sehingga kamu tidak asal memilih pasangan. Inilah yang ditegaskan oleh Bunga Mega agar perempuan yang membaca buku ini menjadi perempuan tangguh yang tidak jatuh saat cinta pada seseorang, melainkan menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu kamu juga tidak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang sia-sia.

Menanti orang yang tak akan menjadi milikmu bukanlah sebuah tindakan yang baik. Lebih baik kamu menginvestasikan perasaanmu pada orang yang benar-benar menjadikanmu orang yang berharga di matanya dan memperjuangkanmu hingga proses pernikahan.

Jadi, apa kamu siap jatuh cinta lagi, menjalin suatu hubungan yang serius, hingga menuju pernikahan? Kalau iya, luangkan waktu untuk menganalisa sebelum memutuskan untuk berkomitmen ya, agar kamu benar-benar mendapatkan orang yang tepat. Nah, selamat membaca buku CeweQuat ini! Share dong gimana kesanmu tentang isi buku ini. ;)




2 comments:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^