21 Agustus 2022

[Review Buku Anak] Air Mata Buaya by Clara Ng

 



Judul Buku :  Air Mata Buaya

Penulis : Clara Ng

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU)

Terbit : Cetakan Pertama, 2010

Tebal: 24 halaman

Genre : buku anak / pictorial book

ISBN : 978-979-225-483-9

Rating Buku : 5🌟


Baca ebook Air Mata Buaya - Clara Ng di aplikasi Gramedia Digital


❤❤❤


Testimoni Buku Air Mata Buaya by Clara Ng : 


"Geli sekaligus terharu membacanya! Benar-benar membuat kita mengerti mitos air mata buaya..."


--Sitta Karina, Novelis dan Kontributor Majalah CosmoGIRL!





❤❤❤


[Review Buku Anak] Air Mata Buaya by Clara Ng : 


Bagaimana jika kamu memiliki teman yang hatinya sangat peka dan perasa sehingga mudah menangis?


Yaps... itulah yang terjadi pada seisi kelas Bu Gajah. Muridnya yang bernama Buaya mudah tersentuh hatinya karena hal-hal sentimentil. 


Air mata Buaya pun sulit sekali dihentikan, hingga membuat sekelas ikut menangis, termasuk bu guru Gajah. 


"Kalau Buaya menangis, Bu Gajah susah menghentikan air matanya. Buaya akan terus-menerus meneteskan air mata sampai akhirnya Bu Gajah ikut menangis!" (Hlm. 2)


Wah, berat sekali ya. Hehe. 


Tak hanya sekali dua kali buaya menangis karena hal yang terkesan sepele. Misalnya saat Kelinci menangis karena susunya tumpah. 


Buaya ikut menangis karena membayangkan susu itu mubazir dan tidak bisa lagi dikonsumi oleh yang membutuhkan.




Ada lagi saat cat air tumpah ke dalam semangkok bubur tanpa sengaja. Buaya ikut menangis dan membuat seisi kelas ikutan heboh.


Bagaimana jika kisah dongeng Air Mata Buaya ini tidak memiliki akhir yang menyenangkan alias sad ending?


Ya seperti judulnya buku anak karya Clara Ng yang berjudul Air Mata Buaya ini memang berakhir sad ending karena ingin menunjukkan seperti apa Air Mata Buaya yang sesungguhnya.


Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita tahu bahwa maksud peribahasa Air Mata Buaya digunakan untuk menggambarkan simpati buatan yang dilakukan oleh seorang lelaki.


Air mata buaya (atau simpati buatan) adalah emosi palsu pada seorang munafik yang pura-pura bersedih dan mengeluarkan air mata palsu. Ekspresi ini berasal dari anekdot kuno bahwa buaya menangis untuk menarik perhatian mangsanya atau menangis untuk mangsa yang mereka terkam. (Sumber : wikipedia.id)


Nah, di buku dongeng Air Mata Buaya karya Clara Ng ini juga menggambarkan betapa menggelikannya air mata buaya yang terus menerus menetes meskipun orang lain sudah berhenti menangis. 


Saya jadi ingat kalau saya juga gampang menangis, tapi ya... nggak kayak buaya yang bisa bikin sekelas ikutan mewek. Wekeke


Tapi... yang namanya makhluk perasa itu memang susah ya. Dikit-dikit mewek. Dikit-dikit overthinking mikirin sesuatu yang sebenernya nggak perlu dipikirkan sampai segitunya. hehe


Yang bikin saya suka dengan buku dongeng 7 menit karya Clara Ng ini karena digambarkan dengan ekspresif sehingga emosi para tokohnya ikut terbawa suasana. 


Selain itu, buku anak ini juga disertai dengan ilustrasi yang menarik dari mbak Gina, yang bikin cerita dongeng Air Mata Buaya ini makin seru.


Nah, selamat membaca ya! ❤️


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^