5 Agustus 2022

Resensi Buku Hijrah Bang Tato - Fahd Pahdepie

 

Buku religi


Judul Buku : Hijrah Bang Tato

Penulis : Fahd Pahdepie

Penerbit : Bentang Pustaka

Terbit : Cetakan Pertama, Oktober 2017

Tebal : 246 halaman 

Genre : buku motivasi (true story)

ISBN : 978-602-291-434-1

Rating Buku : 5 🌟

Baca ebook di aplikasi Ipusnas


❤❤❤


Sinopsis Buku Hijrah Bang Tato - Fahd Pahdepie: 


Dulu Lalan ditakuti karena sepak terjangnya di dunia para preman, disegani karena tato yang tercetak di hampir sekujur tubuhnya. Namun, kini ia adalah sosok yang berbeda. 


Ia berjuang untuk istri dan anak-anaknya, “Ingin memberi mereka rezeki yang halal,” katanya. Dan, Lalan bangga menjalani dunia barunya sebagai peracik kopi, meski hijrah ini membuatnya jatuh miskin!


Tahun lalu, pada masa-masa awalnya berhijrah, saat sentimen SARA mencuat dalam pertarungan politik ibu kota, ia masih berujar, “Jika tragedi '98 terulang lagi, toko-toko itu yang kali pertama akan saya bakar!” Sambil menunjuk kompleks pertokoan yang dikelola oleh para pengusaha yang berbeda etnis dengannya. Namun, ia kini punya cara pandang berbeda terhadap mereka yang dulu begitu ia benci, “Ternyata dulu saya salah. Kita mungkin tidak bersaudara dalam iman, tetapi kita bersaudara dalam kemanusiaan ….”


Perjalanan seperti apa sebenarnya yang sudah dilalui Lalan?

Apa yang sudah mengalahkannya secara telak?

Inilah biografi orang biasa. Inilah Hijrah Bang Tato.


❤❤❤


Resensi Buku Hijrah Bang Tato - Fahd Pahdepie:


Fahd Pahdepie menulis cerita tentang hijrah Bang Tato, seorang Tato Artist yang hijrah dari Bali ke Bogor karena ia ingin mendedikasikan dirinya pada kakek yang sedang sakit. Saat itu, Lalan (nama asli Bang Tato) pindah dari Bali ke Bogor tanpa memiliki pekerjaan yang tetap. Ia bertemu dengan Fahd Pahdepie saat ingin mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.


Bang Tato menikah dengan Nukmah, anak ustad terpandang di kampungnya di Bogor. Meskipun tak punya pekerjaan tetap, namun Bang Tato tak ingin kembali ke jalan kegelapan karena ia sudah mendeklarasikan dirinya telah hijrah di jalan Islam yang benar. Ia ingin menafkahi istrinya dari uang yang halal. 


Namun, apakah perjalanan hijrah Bang Tato semulus yang diinginkannya? Nyatanya tidak. 


Bang  Tato kerap mendapatkan stigma negatif karena ia memiliki tato di sekujur tubuhnya. Bahkan di lengan, dada, dan leher ada tato bertuliskan huruf L, sebagai inisial namanya. 


Tato identik dengan kriminalitas, begitu juga sejarah hidup Bang Tato. Ia pernah dipenjara karena ikut merusuh di tawuran antar anak sekolah yang membuat ada korban pertumpahan darah. 


Ia juga membentuk geng yang menaungi orang-orang suruhannya agar bisa memalak dan meneror, kadang juga melindungi pemilik toko etnis Tionghoa yang membayarnya. Semua demi uang. Ia bekerja sebagai preman bayaran dan bodyguard.


Namun, yang paling menyedihkan adalah karena ia sulit untuk hijrah dari kebiasaan lamanya yaitu ngeband metal, minum miras dan narkoboy. Segala hal buruk yang sudah dialaminya sempat membuatnya bertanya-tanya untuk apa ia hidup hingga kini? Namun, ada suatu kejadian yang membuat ia bertaubat. 




Suatu hari, Lalan merasakan kesakitan saat masuk kamar kosnya, mendadak kamar kosnya seperti kuburan yang sempit, gelap dan pengap. Ia juga melihat ada pocong yang dianggapnya seperti gambaran dirinya di alam kubur. 


Seketika itu juga, Bang Tato merasakan kegetiran dan rasa sesak di dada. Ia ingin keluar dari kosnya tapi tak bisa. Hingga kemudian, suasana kamar berubah seperti normal dan ada cahaya masuk. Ia langsung keluar kamar dan lari tunggang langgang ke masjid. 


Lalan ingin shalat, namun dilarang oleh ustad. Katanya, ustad tak membolehkan ada orang bertato yang sholat di dalam masjidnya. Sholatnya tak diterima. 




Lalan tak mau menyerah. Ia datangi para ustad yang dikenalnya agar tahu apakah ia bisa sholat atau tidak dengan tato di badannya. Sampai suatu hari ada ustad yang membolehkannya sholat meskipun ia memiliki tato. 


Perubahan karakter dan perilaku Lalan pun semakin terasa. Ia mulai lebih kalem dan tidak lagi melakukan kebiasaan lamanya yaitu memalak orang lain. 


Ada satu peristiwa yang mengubah hidup Bang Tato (Lalan) yaitu saat ia merasakan makna dari adzan yang dikumandangkan di masjid. Ia jadi tahu bahwa lafadz Allahuakbar berisi ketakjuban akan hidup yang setiap hari dijalaninya semakin baik. Ia merasakan perubahan dari karakter yang keras dan bengal menjadi lebih lembut. 


Lalan juga mendapat pekerjaan tetap di barbershop milik Fahd Pahdepie. Ia bekerja menjadi barista yang cekatan, kasir dan juga manager di cafe tersebut. Fahd Pahdepie memberi kesempatan agar Lalan bisa berubah dan mendapatkan hidup kedua yang lebih bermakna. 


Lalan tak pernah menyangka, pertemuannya dengan Fahd ternyata memberikan arti hijrah yang sebenarnya. Ia mulai meninggalkan dunia kegelapan, berhenti main musik, bekerja dengan halal, merintis bisnis makanan, dan membantu istrinya mendirikan TPQ gratis bernama TPQ Al Hijrah. 


Hijrah Bang Tato (kini sudah almarhum)


Kisah hidup Lalan serasa cerminan bahwa yang dibutuhkan oleh seorang yang terpinggirkan dan terjebak dalam dunia yang gelap adalah kesempatan kedua. Dunia yang memberi kesempatan bagi orang untuk bertaubat. Menjalani kehidupan baru yang lebih baik dan juga jauh dari kata maksiat. 


Lalan pun pernah berdiskusi dengan Fahd tentang makna hijrah. 


"Ketika memutuskan untuk berhijrah, kamu adalah orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat baru. Namanya pindah ke tempat baru, butuh penyesuaian, butuh alasan, butuh banyak hal. Itulah sebabnya proses hijrah setiap orang selalu perlu pertolongan. Saya hanya menjalankan fungsi itu, To. Nggak lebih. Nggak banyak yang saya lakukan. Saya hanya jadi Ansar untuk seorang Muhajir. Karena orang yang hijrah memang sedang memerlukan pertolongan. Ini sudah tugas yang diberikan Allah kepada saya. Jadi, saya nggak perlu ucapan terima kasih dari kamu. Kamu nggak perlu berterima kasih kepada saya!" (Hlm. 202)


Dalam buku Hijrah Bang Tato ini, Fahd Pahdepie juga mengatakan bahwa orang-orang seperti Bang Tato membutuhkan rasa bangga, apresiasi, dan rasa diterima oleh lingkungan di sekitarnya. 


Fahd berharap kisah sederhana dan apa adanya seperti kisah Hijrah Bang Tato ini memberikan gambaran dan sebuah perenungan tentang makna hidup. 




Selain itu, Fahd berusaha membangun kontra-narasi yang selama ini tumbuh di masyarakat. Orang 'kacau' pun berhak dan layak untuk mendapatkan kesempatan kedua. Yang dibutuhkan oleh mereka adalah seorang sahabat sebagai penerang jalan agar mereka memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. 


Untuk itulah, Fahd Pahdepie akan terus menjadi storyteller dengan menulis kisah-kisah yang akan menumbuhkan kepekaan sosial di masyarakat tentang berbagai isu yang menjadi perhatiannya. 


Yaa.... Harapannya, kisah sederhana itu akan menginspirasi orang lain untuk melakukan perubahan sekecil apapun di masyarakat.


Overall, saya merasa buku ini layak untuk dibaca olehmu agar menjadi sarana perenungan tentang makna hidup dan kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik. Tak perlu jadi orang yang sempurna, cukuplah kamu menjadi orang yang memanusiakan manusia yang lain, agar mereka merasa dihargai.  5 bintang dari saya untuk buku ini. 


Selamat membaca ya! ❤️


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^