Langsung ke konten utama

Review Buku "The Masterpiece Effect" - Mengungkap Konspirasi di Balik Industri Obat HIV/AIDS

Review Buku "The Masterpiece Effect" by Henari


Judul: The Masterpiece Effect

Penulis: Henari @henaristory

Penerbit : One Peach Media

Tebal : 442 halaman

Genre : thriller, mistery

Harga : Rp 80.000

Rating : 4/5 🌟


#oneweekonebook


❤️❤️❤️


πŸ“š Sinopsis Buku The Masterpiece Effect - Henari :


Di tengah pandemi, ditemukan sumber informasi berharga mengenai fakta-fakta di balik wabah penyakit. Diungkapkan bahwa seorang bernama Zig jadi target pelenyapan karakter oleh sebuah kelompok misterius internasional. Saat mengikuti konferensi AIDS dunia, ia raib.


Dibantu Laleh, pakar dan penerjemah kitab Ibnu Sina—rekannya, Mesta berusaha menemukan Zig di sela-sela kesibukan pengembangan riset kontroversialnya.


Sementara itu, Zig pun tak menyerah. Ia berjuang keras hingga mempertaruhkan nyawa untuk menemukan siasat agar bisa bebas dari bahaya yang mengelilingi.


Petunjuk datang ketika Mesta menemukan kitab kuno, karya masterpiece Ibnu Sina yang bagian pentingnya pun lenyap selama berabad belakangan.


πŸ“πŸ“πŸ“


Review Buku "The Masterpiece Effect" :


Novel "The Masterpiece Effect" karya Kak Henari menggambarkan sebuah cerita yang penuh intrik politik dan konspirasi dalam upaya untuk menemukan misteri di balik masifnya penyakit HIV/AIDS yang melibatkan organisasi dunia. 


Cerita novel ini berpusat pada karakter Zig, yang mengetahui adanya obat-obat untuk HIV yang membuat pasien ketergantungan. 


Zig yang bertemu dengan Dokter Rajasa merasakan kejanggalan demi kejanggalan dari proyek branding organisasi yang sedang dikerjakannya. 


Zig terkejut melihat banyaknya kejanggalan yang dirasakannya. Ia pun mengkritik aktivitas organisasi HIV menggunakan nama samaran Bimasakti. Hingga tiba-tiba, Zig menjadi target penculikan. 


Zig diculik dan disuntik dengan obat yang melumpuhkan sel-sel di dalam tubuhnya. Kepergiannya yang misterius membuat teman-temannya, terutama Elis dan Mesta, mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Perjalanan Mesta saat tak sengaja melihat sosok yang mirip Zig di Wina telah membawanya pada jejak yang mengejutkan, yang akhirnya mengarahkannya pada sebuah kitab kuno karya Ibnu Sina. 


Saat sedang mencari di mana lembaran kitab kuno Ibnu Sina yang menghilang, Mesta justru menemukan fakta yang mengejutkan. Mesta jadi saksi kunci untuk mengungkap bobroknya industri obat HIV melalui salinan file yang dikirim Zig. 


Mengungkap Konspirasi di Balik Industri Obat HIV/AIDS


Dalam novel "The Masterpiece Effect," kita dihadapkan pada cerita yang penuh dengan ketegangan dan konspirasi ketika sekelompok organisasi rahasia dunia, yang terdiri dari berbagai organisasi dan individu berkuasa, memutuskan untuk mengambil tindakan drastis terhadap Zig, seorang yang menjadi ancaman bagi agenda mereka. Novel ini menggambarkan dengan detail upaya kelompok ini dalam meretas media sosial Zig, mengganggu jaringan internetnya, bahkan menculiknya.


Namun, apa yang benar-benar membuat cerita ini semakin gelap adalah tindakan ekstrem yang diambil pada penculikan kedua Zig. Selama penculikan ini, Zig diberikan suntikan kimia yang secara sistematis merusak bagian-bagian gen pada sel otak yang mengatur memori. 


Tujuan mereka adalah menggantikan memori Zig dengan memori baru yang mendukung proyek mereka, dan pada akhirnya, membuat Zig menjadi pribadi yang berbeda dan membuatnya lupa dengan data-data yang pernah dicarinya.


"The Masterpiece Effect" adalah novel yang menghadirkan cerita menarik tentang konspirasi dalam dunia medis dan politik, juga menyoroti isu kritis seputar pengobatan HIV/AIDS. 




Novel ini menggambarkan dengan detail mengerikan tentang bagaimana manipulasi genetik dapat digunakan untuk mengubah pandangan dan keyakinan seseorang secara drastis. Ini juga mengingatkan kita akan potensi bahaya ketika teknologi jatuh ke tangan yang salah. 


Kak Henari berhasil menciptakan narasi yang memikat dan mengajak pembaca untuk merenungkan kompleksitas masalah kesehatan global. Novel ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang mencari kombinasi cerita mendebarkan dan pesan sosial yang dalam.


Pembaca juga akan disuguhkan keindahan setting lokasi Mesta mencari Zig yang membawanya pada kebun anggur, hotel bawah laut, Chartigi, cafe, dan museum-museum legendaris di Wina, Austria. 





Novel ini juga memadukan keindahan musik klasik dan misteri jaket bermotif tenun NTT yang membuat suasana makin mencekam, karena jaket itu hilang bersamaan dengan hilangnya Zig dan muncul lagi di sebuah tempat. 


"The Masterpiece Effect" oleh Henari adalah buku yang menggugah pikiran dan menghadirkan gambaran yang mengerikan tentang apa yang bisa terjadi ketika kekuatan organisasi dunia berkumpul untuk mencapai tujuan mereka dengan segala cara. 


Buku ini adalah karya yang mengundang pembaca untuk merenungkan etika dan moralitas di dunia yang semakin terhubung dan canggih.





πŸ“ Menurutku : 


Tema konspirasi dunia kedokteran tentang HIV ini menarik buat dibahas, apalagi mengingatkanku dengan pandemi Covid yang pernah kita alami juga. Kalau dipikir-pikir, ajaib juga ya kita bisa keluar dari situasi berbahaya itu dulu. Huhu


Kalau sekarang ditanyain, kira-kira beneran ada obat buat menyembuhkan total untuk pasien yang kena HIV ga? 


Wah, harus diteliti lagi nih. Tapi aku makin penasaran dengan pemikiran yang dimiliki Ibnu Sina. Apakah benar-benar masih relevan dengan ilmu kedokteran modern?


Soal alur cerita yang cepat dan terasa suspense, masih kerasa ada pace yang longgar, tapi overall, cukup bagus kok. Dibikin penasaran karena alurnya yang menggemaskan.


Kalau ada istilah kedokteran dan bahasa asing juga dijelaskan dengan detail. Meski aku lebih suka kalau ada glosarium di belakang buku. Hehe. 


Oiya, ada beberapa gambar juga untuk menjelaskan maksud penulis, terutama yang berhubungan dengan ilmu dunia medis. 


Buat yang penasaran dengan ending novelnya, apa yang terjadi dengan Zig dan Mesta, kamu bisa baca sendiri ya. Pesan novelnya di kak Henari atau penerbit One Peach Media ya. Selamat membaca! 😍




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Gadis Kretek by Ratih Kumala

  Judul Buku : Gadis Kretek Pengarang : Ratih Kumala Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit : Cetakan Ketiga, Juli 2019 Tebal : 275 halaman ISBN : 978-979-22-8141-5re Rating : 5 bintang Genre : Novel Sastra Indonesia Harga Buku : Rp 75.000 Baca Ebook Gadis Kretek pdf di Gramedia Digital Beli novel Gadis Kretek di Shopee (klik di sini)

[Resensi Buku] Sang Keris - Panji Sukma

  Sang keris Judul : Sang Keris  Pengarang : Panji Sukma Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit : Cetakan Pertama, 17 Februari 2020  Tebal : 110 halaman Genre : novel sejarah & budaya ISBN : 9786020638560 Rating : 4/5 ⭐ Harga buku : Rp 65.000 Baca ebook di aplikasi Gramedia Digital ❤️❤️❤️

Resensi Buku Funiculi Funicula (Before The Coffee Gets Cold) by Toshikazu Kawaguchi

  Judul   Buku : Funiculi Funicula Judul Asli : Kohii No Samenai Uchi Ni (Before The Coffee Gets Cold) Pengarang : Toshikazu Kawaguchi Alih Bahasa : Dania Sakti Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit : Cetakan kedua, Mei 2021 Tebal : 224 halaman ISBN : 9786020651927 Genre : Novel Fantasi - Jepang Rating : 4/5 bintang Harga Buku : Rp 70.000 Baca via Gramedia Digital