Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

5 July 2015

Sahabat Muhammad : Tapak Tilas Kisah Generasi Muslim Awal Bersama Rasulullah



Judul Buku : Sahabat Muhammad
Penulis : Dr. Nizar Abazhah
Penerbit : Zaman
Terbit : 2014
Tebal : 394 hlm.
ISBN : 978-602-1687-15-4
Genre : Nonfiksi/Islam/Sejarah
Rating : 5/5
Dapat dibeli di Penerbit Zaman



“Para sahabatku bagaikan bintang-gemintang. Teladani siapa pun di antara mereka, niscaya kau dapat petunjuk.”

Kisah sahabat nabi yang penuh dengan lika-liku kehidupan sangat menarik untuk dibahas. Mereka adalah orang-orang yang tegar dan kukuh oleh dera-siksa, hinaan, pengucilan, dan segala bentuk intimidasi dari orang-orang kafir demi mempertahankan akidah. Para sahabat nabi memilih untuk tetap berada dalam agama Islam, menjunjung tinggi nilai Islam yang mereka serap dari Rasulullah secara langsung dan mengalami lompatan peradaban dibanding generasi sebelumnya.

Dibalik setiap nama sahabat yang menjadi mujahid dan syahid di jalan Allah, ada kisah-kisah hidup yang layak untuk diteladani. Rasulullah mendidik para sahabat dengan didikan yang terbaik karena mereka adalah generasi pertama ummat Islam di mana mereka bertumbuh saat Islam belum sepenuhnya sempurna. Islam berkembang sejak turunnya ayat pertama Al Quran hingga 22 tahun setelahnya Islam dinyatakan sempurna oleh Allah lewat ayat terakhir yang diturunkan. Islam menjadi agama terbaik dengan Rasulullah teladan yang dapat kita contoh perilaku dan kisah hidupnya.

Di Makkah, dalam rentang 15 tahun sejak pertama Rasulullah menyebarkan Islam, hanya sekitar seratus orang yang bersedia menjadi pengikut Rasulullah. Dengan segala keterbatasan, mereka berusaha mempertahankan keimanan. Keadaan berubah saat Rasulullah dan para sahabat hijrah ke Madinah. Islam tumbuh menjadi agama yang mulia dan memiliki banyak pengikut. Persebaran agama Islam tak luput dari peran para sahabat yang menyebarkan ilmu yang mereka dapat dari Rasulullah. Umar, lelaki yang kuat di saat kafir didoakan oleh Rasulullah sebagai salah satu orang yang akan menguatkan barisan kaum muslimin. Umar, lelaki kasar dan kuat hati yang akhirnya jatuh cinta pada Islam saat adiknya mengaji untuknya, lelaki ini yang kelak akan membawa Islam menuju peradaban yang lebih luas dan menyebar ke segala penjuru. Umar menentang siapa saja yang menghalanginya untuk berislam.

“Allah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Mereka dimasukkan-Nya ke surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, golongan Allah itulah yang beruntung.” (QS. Al Mujadilah: 22)

Buku ini dipecah menjadi beberapa bagian yaitu : pancaran cahaya, para sahabat di Makkah, rangkaian peristiwa penting, cakrawala baru, cahaya islam di negeri hijrah, setelah penaklukan makkah, dan para sahabat setelah Rasulullah. Masing-masing bab memberikan pelajaran berharga bagi pembaca untuk semakin dekat dengan gambaran kehidupan yang Rasulullah rasakan. Kehidupan sahabat Rasulullah banyak mengalami penyiksaan dan intimidasi dari kaum kafir, bahkan embargo ekonomi. Ada beberapa sahabat yang saya suka kisahnya. Misalnya saja kisah Tsumamah ibn Utsal al-Hanafi yang dijadikan tawanan perang dan kisah Sa’d ibn Muadz.

Saat Tsumamah masuk Islam, seluruh sahabat merasa heran karena ia pada awal siang makan bersama dalam keadaan kafir, dan di waktu sore makan bersama Nabi dalam keadaan muslim. Satu hal yang saya suka saat Nabi makan bersama sahabat adalah nasihat beliau tentang makanan. “Sesungguhnya seorang kafir makan dengan tujuh usus dan seorang mukmin makan dengan satu usus saja.”  Artinya seorang muslim selayaknya makan secukupnya saja agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Saat Tsumamah pergi umrah, ia mengalami intimidasi hingga hampir dipenggal lehernya, namun ia dilepaskan. Sejak saat itu ia meminta kaumnya untuk tidak mengirim bahan makanan ke Makkah, sehingga Makkah krisis pangan. Tsumamah juga yang membantu kaumnya untuk menolak Musailamah al-Kadzab yang mengaku sebagai nabi.

Ada lagi kisah seorang sahabat bernama Sa’d ibn Muadz yang termasuk golongan Anshar yang lebih dahulu masuk Islam. Sa’d meninggal saat ia menetapkan hukuman atas pengkhianatan bani Quraizhah, kaum Yahudi yang menentang Rasulullah. Sa’d sakit parah, dan didoakan oleh Rasulullah. Saat itu datang malaikat Jibril menanyakan hamba shaleh yang membuat pintu-pintu langit dibuka untuknya dan Arasy berguncang. Rasulullah baru tahu bahwa Sa’d sudah meninggal. Rasulullah pun berkata pada ibu Sa’d, “Tak usah kau mengalirkan airmata dan tak perlu kau bersedih hati, karena anakmu adalah orang yang pertama kali Allah tertawa karenanya dan Arasy berguncang untuknya.” Betapa mulianya Sa’d di mata Rasulullah dan Allah, syahidnya mulia hingga menggapai surga yang dijanjikan. Wangi tanah saat ia dikuburkan membuktikan bahwa lelaki itu dicintai oleh penduduk langit dan bumi.

Buku ini menghadirkan kisah generasi muslim awal yang dididik oleh Rasulullah. Kita bisa meneladani mereka agar menjadi muslim terbaik.  Setiap sahabat dikisahkan dengan runut sehingga mengikuti alur kehidupan Rasulullah dari tinggal di Makkah hingga hijrah ke Madinah. Setiap sahabat memiliki keistimewaan sehingga patut untuk dibaca kisahnya bagi generasi kita sekarang. Penulis buku ini menggunakan bahasa yang sastra sehingga bahasanya mudah dimengerti. Buku ini juga disertai catatan kaki sehingga memungkinkan untuk menelusuri riwayat hadist.

Generasi sahabat baik sahabat besar maupun kecil merupakan lulusan madrasah Rasulullah. Mereka generasi istimewa yang mendapat pujian dari Allah karena keimanan yang terjaga hingga akhir hayat. Cinta sahabat kepada Rasulullah adalah cinta yang disertai akhlak yang baik dan utama. Mereka tidak pernah menentang Rasulullah dan berlomba-lomba menjaga kemuliaan dan harga diri. Sungguh, generasi terbaik hidup bersama manusia terbaik, dan di zaman yang terbaik. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka. 

1 comment:

  1. Bagus ya La, pengen baca etapi timbunan oh timbunan :(

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^