Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

10 October 2015

Resensi Buku The Boarding : Kisah Remaja Mencari Jati Diri dalam Berhijab

Judul : The Boarding
Pengarang : Triani Retno A.
Penerbit : Laiqa (Imprint Elex Media)
ISBN : 978-602-02-6890-3
Terbit : 2015
Tebal : 230 hlm.
Genre : novel islami/remaja


Tasya resmi jadi anak SMA! Sekolah barunya itu keren, superluas, dan superlengkap! Tapi... bagi Tasya, masuk ke sana sama dengan masuk ke sebuah penjara yang mewah.

Luxurious jail!

Gadis yang awalnya anak gaul Jakarta ini didaftarkan Papa dan Mamanya ke sebuah boarding school di Bogor. Nggak cuma itu, Tasya juga wajib tidur di asrama dan berbagi kamar dengan tiga teman yang lain.

Ada Astri yang nggak bisa diam dan sering manjat pohon. Ada Dini si pendiam yang bikin Tasya selalu bete. Dan ada Sarah si bule kesasar.

Ah, bisa nggak ya Tasya bertahan di boarding school itu? Bagaimana Astri, Dini, dan Sarah menghadapi Tasya yang suka seenaknya sendiri?

***

Tasya punya masalah dengan kehidupan barunya di asrama. Sepanjang sejarah tahun pertama ia selalu membuat ulah. Tasya tidak mau masuk ke sekolah yang mengharuskannya tinggal dan menetap sebagai seorang santri kalangan elit. Asrama yang ia tinggali mewah, tapi mengekang kebebasannya sebagai seorang anak gaul Jakarta. Ia tidak lagi leluasa berkomunikasi dengan orang luar, tidak ada handphone atau laptop yang digunakan secara pribadi. Tidak juga diperbolehkan membawa uang dalam jumlah banyak.

Semua anak sama rata dalam perlakuannya di asrama tersebut. Makin hari Tasya membuat keributan dengan sesama teman sekamarnya, demi membuat para guru menjatuhkan hukuman yang berat agar point kesalahan terakumulasi dengan cepat. Tapi para guru masih berharap Tasya mengubah sikapnya. Sudah banyak kakak kelas yang berubah, pasti Tasya pun bisa.

Dini, seorang anak yang mendapat beasiswa dari boarding school itu juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Tasya. Tasya makin dibenci teman-temannya. Namun, ada satu kejadian yang mengubah pandangan Tasya tentang sekolahnya ini. Sejak ia pulang ke rumah, segala kehidupannya berubah drastis. Bisakah Tasya menjadi siswa yang diharapkan seperti keinginan Mama dan Papanya?

Novel islami setebal 230 halaman ini lebih banyak mengisahkan tentang kehidupan Tasya sebagai anak gaul yang ingin berbenah. Bersama dengan ketiga temannya mereka bertumbuh bersama melewati banyak hal, baik suka maupun duka. Asrama memang memberikan banyak kekangan, tapi itulah yang membentuk kepribadian mereka menjadi lebih baik. Tasya pun demikian, apa saja hal yang membuat Tasya berubah? Digambarkan dengan detail oleh penulis sebagai gambaran dari keresahan jiwa Tasya menempuh jalan yang ia yakini kini.

Selain Tasya, penulis juga membagikan kisah Dini di bagian dua, sehingga sudut pandang tokoh menjadi lebih luas. Pembaca bisa melihat bagaimana Dini melihat kehidupan Tasya dan teman-temannya lewat kacamata anak beasiswa dari kalangan tak mampu. Dini pun memiliki konflik batin sendiri, dapatkah mereka bertahan bersama di akhir semester?

Novel islami ini berbahasa ringan, cocok untuk anak remaja. Isu yang dibahas menarik seputar hijrah dan mengapa memilih mengenakan jilbab, sebuah identitas bagi seorang muslimah. Pergulatan batin Dini dan Tasya digambarkan dengan detail. Sedangkan Astri dan Sarah hanya sekilas muncul sebagai pelengkap. Ada sisipan dialog dalam bahasa Inggris dan Jerman setiap kali Sarah muncul. Juga ada masalah krusial yang melanda anak-anak remaja kita, seperti narkoba, pacaran, hingga trauma psikologis. Karakter yang kuat saya rasakan di akhir kisah selain Tasya adalah Dini. Lewat Dini pembaca bisa menjadi lebih tenang dan bijak memandang permasalahan yang dialami para tokohnya. Kekurangan buku ini hanya di bagian dugem dan ciuman, penulis terlalu mendetailkan kejadian sehingga rawan membuat anak remaja terinspirasi melakukan hal yang sama. Overall, 4 bintang untuk novel ini.


8 comments:

  1. Bukunya abege banget ya mbak.. apik tapi kayanya

    ReplyDelete
  2. Aku dulu suka baca buku sekolah asrama tapi asrama luar negeri... belum pernah baca sekolah asrama di indonesia apalagi yang bernuansa islami. Jadi pengen baca deh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga baru kali ini baca asram yang indonesia, mak Reni :D Bagus deh, coba baca aja :D

      Delete
  3. idem sama mba reni dulu bacaannya malory tower dan st claire nya enid blyton :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, aku juga suka buku Enid yang satu itu, mak. :D
      kalo yang ini kental nuansa islaminya.

      Delete
  4. resensi yang bagus ^o^ aku tertarik banget buat bacanya kak, kayaknya bisa jadi jawaban dari perdebatan batinku tentang berhijab


    The-History-of-Rarachan.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk dibaca-baca. Semoga ketemu jawabannya ya :D

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^