Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

1 August 2016

[Resensi Buku] Sejuta Warna Pelangi by Clara Ng


Judul  Buku : Sejuta Warna Pelangi
Pengarang : Clara Ng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan kedua, Oktober 2015
Tebal : 220 hlm.
ISBN : 978-979-22-7883-5

Dengan mata telanjang, kanak-kanak melihat tujuh warna pelangi. Ajaklah mereka melihat dengan mata hati. Agar mereka tahu sesungguhnya pelangi punya sejuta warna-warni.

***

Clara Ng menampilkan karya yang menakjubkan dan membuka wawasan imajinasi anak-anak lewat buku dongeng ini.  Dalam buku ini, ia memadukan 9 cerita anak yang dikompilasi dalam kisah menarik. Karya Clara Ng ini telah mendapat apresiasi dari IKAPI sebagai Juara Adikarya IKAPI. Ada 9 kisah yang diceritakan dengan ilustrasi khas kanak-kanak. Empat di antaranya, saya paling suka. Antara lain : Pesta Kostum Tengah Malam, Milo sedang Bosan, Melukis Cinta, dan Jangan Bilang Siapa-siapa.

Dalam cerita “Pesta Kostum Tengah Malam”, Clara Ng mengisahkan tentang keseruan hewan-hewan di kebun binatang yang berpesta tengah malam. Para hewan itu berkumpul saat hari sudah larut dan para penjaga sudah pulang. Sejak pesta dimulai, hewan-hewan seperti Gajah, Monyet, Beruang, dll berubah menjadi hewan lainnya. Lucunya, mereka menampilkan kostum yang unik yaitu kostum temannya sesama penghuni kebun binatang. Seperti si Betsi Babi yang mengecat tubuhnya menjadi belang-belang seperti zebra. Ada juga Momi Monyet yang menyamar sebagai Beo. Ada lagi sosok Kiki Kijang yang mengikat slang panjang dan sepasang ranting agar miring seperti gajah.

Bagi anak-anak, mendengarkan dongeng unik semacam ini membuat mereka berimajinasi bagaimana bentuk hewan yang sesungguhnya. Membayangkan para hewan berpesta seperti layaknya manusia membuat mereka mengingat bahwa hewan juga adalah makhluk yang bisa saja berkumpul bersama seluruh kawanannya untuk melakukan hal-hal seru. Selain itu, ada juga keseruan yang diwujudkan lewat suara musik yang dimainkan kawanan Barny Beruang. Ending dongeng ini sangat epic! Tak percaya? Baca saja kisah para hewan lucu ini saat pesta berakhir. :D

Kisah kedua berjudul “Milo Sedang Bosan” ini menceritakan kegelisahan Milo, si hiu kecil yang sedang libur sekolah. Ia tak mau di rumah terus, jadi ia punya ide jitu untuk menakut-nakuti temannya dengan lumpur hitam dan ganggang laut. Milo berdandan seperti hewan menakutkan dan mengeluarkan bunyi-bunyian mengerikan. Semua teman sekolahnya yang ada di taman bermain tunggang langgang meninggalkan Milo yang tertawa terbahak. Milo tak sadar kekacauan apa yang sedang ia timbulkan hingga semua penghuni dunia bawah laut pun bergerak tak menentu ke arah yang tak terduga. Seperti saat capit Kepi Kepiting menjepit tangan pak Guri Gurita sehingga mengeluarkan tinta hitam. Ada lagi kisah seekor hewan yang masuk ke dalam tubuh Hiu. Siapakah dia? Baca saja kisah serunya di buku ini.

illustrasi Milo sedang Bosan
Clara Ng ingin membuat kisah anak-anak yang berbeda dengan menampilkan kisah lucu ini. Ia memberikan gambaran bagaimana jika kekacauan yang terjadi itu juga dialami oleh anak-anak karena rasa ingin tahu mereka yang berlebihan. Rasa bosan ternyata bisa membuat semuanya berantakan, bahkan bisa menimbulkan masalah yang besar. Inilah yang ingin dikisahkan Clara Ng bahwa anak-anak bisa belajar dari para hewan untuk tidak iseng saat bosan.

Kisah “Melukis Pelangi” ini yang saya rasa paling menyenangkan. Pantas saja dijadikan sampul buku ini. Dikisahkan ada seorang anak perempuan yang bertanya pada ibunya tentang apa itu cinta. Lalu sang ibu mengajari anak itu melukis cinta dalam selembar kertas. Sang ibu melukis dan mendeskripsikan bagaimana cinta bisa bermakna dalam banyak hal. Lewat persahabatan, keluarga bahkan alam. Seperti kalimat ini,

“Cinta adalah titik-titik hujan yang jatuh dari langit. Bunga bermekaran dan kupu-kupu menari-nari di sekelilingnya. Pelangi melengkung indah dan kamu berkecipak-kecipuk di tanah basah.”

Indah sekali deskripsi Clara Ng tentang cinta sehingga anak-anak yang mendengarkan dongengnya bisa membayangkan bagaimana cinta bisa menghangatkan hati.

Dan kisah keempat yang saya suka adalah kisah “Jangan Bilang Siapa-siapa”. Ini mengingatkan saya pada kisah sedih yang bikin mewek di akhir cerita. Berawal dari kisah Igel, si burung kecil yang disuruh sarapan oleh Mamanya. Ia mengira kalau sarapan yang ada di meja makan untuk dirinya. Padahal ada dua piring makanan, dan roti yang dimakannya tak habis. Igel tak menyangka saat Mama justru memujinya karena menghabiskan makanan. Padahal ada makanan adiknya juga yang ternyata dimakan olehnya, tapi tak habis. Ia membungkusnya dalam serbet makan. Di luar rumah, Igel menyesal telah melakukan kesalahan itu. Ia pun ingin menebus kesalahannya dengan memberi sang mama sebuah hadiah. Jadi, apa yang akan Igel lakukan dengan sisa makanannya? Baca saja akhir kisah ini di buku. ;)

Illustrasi "Jangan Bilang Siapa-siapa"

Buku ini membuat saya melihat hal baru dari sudut kanak-kanak. Bagaimana polosnya mereka menjalani hari-hari setiap pagi hingga malam. Sesederhana keinginan para hewan untuk bermain bersama temannya, mengalami hal-hal seru, bahkan yang sedih sekalipun. Tapi anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka mengisahkan pada orang yang mereka anggap bisa mendengarkan cerita lugunya. Seperti Igel yang memilih bercerita pada batu karena takut dimarahi mama. Padahal mama tidak marah soal Igel tak menghabiskan makanan. Igel tahu bahwa kesedihan harus dikisahkan, agar ia kembali tersenyum.

Clara membuat saya tersenyum lewat sudut pandang yang berbeda. Sungguh sebuah kisah yang menarik karena menampilkan keseruan khas kanak-kanak yang seringkali lupa didengarkan oleh orang dewasa. Overall, 5 bintang untuk buku dongeng ini. :D


Postingan ini diikutsertakan dalam Project Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan 



9 comments:

  1. Clara NG memang terkenal dengan buku anak-anaknya ya, mba. Tapi aku suka sekali dengan novelnya. Ada 4 atau lima novelnya yang aku miliki. Hihiii

    ReplyDelete
  2. waah bagus nih buat dek Paksi...gambarnya juga lucu

    ReplyDelete
  3. Clara Ng, gitu lho.
    Tapi bagus2 memang og ya ceritane.

    ReplyDelete
  4. Buku anak yang disertai gambar seperti ini sangat disukai anak-anak. Selain dari ceritanya sendiri, daya imajinasi si anak juga ikut berkembang dengan melihat gambar-gambarnya :)

    ReplyDelete
  5. Penulis favoritku dan anak-anaaaak <3. Imajinasinya keren banget ya, Mba. Sayang di Palopo nggak ada toko buku yang lengkap, jadi belum bisa nambah koleksi deh :')

    ReplyDelete
  6. Jadi pengen beli buat ponakan, ceritanya bagus dan gambarny lucu :)

    ReplyDelete
  7. judulnya saja juga memancing imajinasi ya Mba Ila. Bagus dan menggoda. Isinya dan ilustrasinya juga. Wah boleh ini jadi rujukan buat Bintang dan Azizah. Terima kasih rekomendasinya. Clara NG memang gaya tulisannya khas anak2... suka

    ReplyDelete
  8. Buku Clara Ng ini bagus2 emang ya, saya punya satu dua kyknya. Jd penasran sama yg edisi ini :D

    ReplyDelete
  9. wah jadi ngebayangin dongengin umar pake buku ini

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^