Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

2 November 2018

[Resensi Buku] Gadis Kaya yang Sombong by Enid Blyton



Judul buku : Gadis Kaya yang Sombong
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ketujuh belas, Agustus 2018
Tebal : 192 hlm.
ISBN : 978-602-03-3018-1

Rating : 4/5 bintang



Resensi Buku :


Dalam kumcer berjudul Gadis Kaya yang Sombong karya Enid Blyton ini, ada 8 judul cerita anak yang menarik untuk dibaca. Antara lain :  binatang-binatang yang terlantar, Si Tubuh Besar, Gadis Kaya yang Sombong, Dasar Bodoh, Connie yang Sembrono, Mari Kita Teruskan dan Dua Anak Kasar.

Dalam cerita pendek berjudul Gadis Kaya yang Sombong, ada Kitty si anak kaya, dan Janet si anak miskin. Kitty sangat senang memamerkan barang yang ia miliki. Padahal ia sudah diberitahu oleh ibunya agar tidak perlu memamerkan baju terbaiknya, karena hanya akan membuat Janet sedih. Namun anjuran itu ia hiraukan.

Kitty pun memamerkan seluruh barang-barang yang ia kenakan pada Janet yang mengenakan pakaian lusuhnya. Mulai dari baju yang indah, mantel yang lembut, kalung, juga sepatu. Hingga kemudian terdengar suara ayahnya yang memanggil Kitty. Ayahnya kecewa dengan sikap Kitty yang sangat tidak terpuji.


Karena malu, ayah Kitty memberi Kitty hukuman agar anaknya tidak melakukan perbuatan memalukan itu lagi. Ia pun membuat hukuman yaitu menyuruh kedua anak itu bertukar pakaian. Kitty mengenakan pakaian Janet yang jelek dan lusuh, dan Janet mengenakan pakaian yang indah dan juga kalung yang mewah.

Ayah Kitty berkata,

"Kenakanlah semua pakaian Kitty, Janet. Semuanya itu boleh kauambil dan kaubawa pulang untuk seterusnya. Ya, begitu. Bawa saja semuanya--kalungnya juga. Dan kau, Kitty-- pakai olehmu pakaian Janet. Ayah malu sekali akan kelakukanmu. Ayah menyesal punya anak seperti kau. Ayah takkan membelikanmu pakaian baru lagi sampai kau benar-benar tahu bersikap rendah hati dan berbudi baik." (hlm. 73)

"Pakaian yang bagus tidak bisa membuat orang menjadi baik. Hanya orang-orang yang baiklah yang pantas mengenakannya. Karena itu, ubah sikapmu. Ayah baru mau membelikan baju lagi kalau kau sudah jadi anak yang baik." (Hlm. 74)

Di dalam cerita Connie yang sembrono, ada kisah Connie yang sangat ceroboh. Ia selalu menghilangkan barang-barang milknya maupun milik orang lain yang dipinjamnya.

Suatu hari ia dimarahi oleh ayah karena ia menghilangkan lagi jas hujan. Padahal ayahnya ingin membeli buku untuk dirinya sendiri namun diurungkan karena Connie lebih membutuhkan uang tersebut untuk membeli jas hujan. Ayah marah dan itu membuat Connie sedih. Ia ingin menghilangkan sikap buruknya selama ini yang sangat sembrono terhadap barang-barang miliknya.

Suatu hari ada seorang kurcaci yang menawari Connie ramuan agar ia sembuh dari penyakit sembrononya. Ia pun percaya saja dengan ramuan itu.  Hingga suatu hari, Connie mengalami kejadian aneh. Ia dikejar-kejar oleh barang-barang miliknya yang telah hilang selama 7 tahun ini.



Bayangkan seberapa banyak barang-barang tersebut. Connie ketakutan lalu meminta kurcaci itu untuk menghilangkan barang-barang yang mengejarnya itu. Tak disangka, di sanalah terjadi keajaiban. Semua barangnya menghilang seketika. Saat ia menceritakan pada ibu tentang kisah barang-barang yang mengejarnya dan kurcaci yang membantunya, ibu tak percaya. Namun Connie tetap yakin bahwa itu nyata.

"Seandainya pengalamanmu tadi itu sungguh-sungguh terjadi, Ibu yakin kau takkan menghilangkan lagi barang-barangmu. Kau pasti akan mau berhati-hati." (hlm. 135)

Dalam kisah berjudul Mari Kita Teruskan, ada kisah ibu Susan yang senang menolong orang lain. Jika ia ditanya apa balasan dari bantuannya, ia selalu menjawab.

"Oh, jangan pikirkan hal itu. Teruskan saja kebaikan yang kauterima itu kepada orang lain." (hlm. 137) 
"Ibu tak menginginkan orang membayar budi baik Ibu, Susan --- ibu lebih senang kalau orang yang menerima kebaikan ibu mau berbuat baik kepada orang yang lain. Itu artinya meneruskan kebaikan!" (Hlm. 138) 
"Oh begitu. Alangkah manisnya! Kita berbuat baik kepada seseorang, lalu menyuruhnya melakukan kebaikan unyuk orang yang lain, dan orang lain yang menerima kebaikan orang itu pun kemudian menyuruh orang lain lagi meneruskan kebaikan kepada orang yang lain lagi -- dengan begitu, kebaikan takkan berhenti. Ia akan diteruskan, diteruskan, dan diteruskan lagi." (Hlm. 139)

Enid Blyton membuat kisah kebaikan yang berlipat kebaikan ini terlihat mudah dicerna oleh anak-anak. Bagi seorang anak yang membacanya, ia akan paham bahwa berbuat baik tak perlu menunggu balasan kebaikan dari yang diberi kebaikan tersebut.

Ya... Karena yang terpenting adalah kebaikan itu berulang hingga tidak berhenti di satu orang itu saja, melainkan disebar ke sekelilingnya sehingga lingkungan yang baik pun akan tercipta.

Lain halnya jika kebaikan itu tidak diteruskan, maka kebaikan hanya akan berhenti di titik itu saja. Padahal kebaikan yang berlimpah kebaikan akan membuatmu mendapatkan pahala kebaikan juga.

Jadi, apa kamu mau berbuat baik dan memesankan pada orang yang kau beri kebaikan, "Teruskan kebaikan ini pada orang lain."? (hlm. 162)

Overall, buku kumcer Gadis Kaya yang Sombong ini membuat saya banyak berpikir tentang sikap dan perilaku yang layak dilakukan dan yang tidak.

Tak mudah memang melakukan kebaikan, membiasakan kebaikan harus dimulai dari kecil dan terus menerus harus diulang agar terbiasa. Namun bukan berarti tidak bisa.

Nah, kalau kamu, apa sudah membaca buku kumcer Gadis Kaya yang Sombong karya Enid Blyton ini? Share dong di komentar. 😊

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^