Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

22 August 2014

[Review] Aku Juliet : Kisah Cinta Terhalang Dendam


Judul Buku : Aku, Juliet
Pengarang : Leyla Hana
Penerbit : Moka Media
Terbit : Cetakan Pertama, 2014
Tebal : iv + 180 halaman
ISBN : 978-979-795-840-4
Genre : Teenlit

Kisahku seperti Romeo dan Juliet.
Rasa cintaku padanya terhalang permusuhan.
Tapi bukan keluargaku yang bermusuhan, melainkan sekolahku.

          Bibit permusuhan menyeruak di dinding dua sekolah yang saling berseteru; SMA Eleazar dan Juventia. Bagi dua sekolah SMA itu, permusuhan mereka akan tetap abadi sampai kapanpun. Keduanya memiliki kesepakatan hari tawuran di mana tak boleh ada yang melewati area musuh jika tak ingin kena sasaran amuk anak-anak perusuh. Anehnya, kejadian tawuran antar sekolah ini tak pernah bisa diredam oleh sekolah maupun pihak kepolisian. Semuanya terjadi atas dasar solidaritas.

            Abby dan Camar dipertemukan dalam kisah yang tak sempurna. Abby yang berasal dari SMA Eleazar jatuh cinta pada Camar, anak SMA Juventia. Gadis yang ia temukan terguyur hujan di hari pertama MOS itu memikat hatinya. Cinta pandangan pertama tak ubahnya sebuah kelindan memori yang akan selalu diingat sang pencinta.

        Bagi Camar, Abby adalah teman, tapi bagi Abby, Camar gadis yang menarik. Namun, Camar telah jatuh cinta pada Bayu, kakak senior di SMA-nya. Mendamba Bayu menjadi kekasihnya adalah sebuah obsesi yang sangat ingin Camar wujudkan. Camar jatuh hati pada sosok kakak kelas yang memberi perhatian saat ospek SMA Juventia berlangsung. Namun, perasaan itu harus ia simpan sebab cowok yang ditaksirnya sudah berpacaran dengan Mentari.

            Samar terdengar kabar, Mentari putus dengan Bayu. Camar yang masih terobsesi ingin membuktikan apa benar Bayu memiliki perasaan yang sama padanya. Bayu dan Camar dekat kembali saat Camar sering menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah. Gadis itu menyukai buku-buku. Menghirup aroma perpustakaan dengan buku yang ia sukai akan membuatnya nyaman. Diraihnya buku sastra Romeo dan Juliet karya Shakespeare yang menemani perjalanannya saat pulang.
            

“Tak ada orang yang ingin menjalani hubungan seperti ini, berjalan mengambang di udara; tidak di atas, tidak pula di bawah. Andai aku dapat menerka isi hatimu, mungkin bisa segera kujawab segala tanya yang menyeruak.” (hlm 83)

            Jalinan cinta yang rumit mulai dirasakan oleh Camar. Sikap posesif Bayu membuatnya lelah. Disadarinya, cinta membuat logika runtuh. Hingga kerumitan itu makin menimbulkan masalah. Camar makin sering bertemu dengan Abby yang memberinya rasa nyaman, bukan cinta posesif seperti yang Bayu tawarkan. Perseteruan dua sekolah makin memanas. Dapatkah masalah rumit ini diselesaikan Camar? Haruskah kisah cintanya berakhir tragis seperti Romeo dan Juliet?

***

          Tawuran antar pelajar memang sering terjadi di sekolah-sekolah baik di daerah maupun kota besar. Disadari atau tidak, bibit perpecahan atas nama solidaritas seringkali mematikan rasa simpati dan logika. Tak ada yang tahu bagaimana cara kerja dendam, tapi satu yang pasti, dendam memintal ujung kehidupan menjadi sebuah pusaran kelam yang membuat orang sulit untuk keluar darinya.

         Novel teenlit karya Leyla Hana ini mengisahkan tentang cinta segitiga antara Camar, Abby dan Bayu. Ketiganya bersimpul pada kisah yang serupa cinta Romeo dan Juliet. Dendam memisahkan rasa cinta dari cangkangnya, memberangus rasa sayang yang sudah dipupuk. Pada akhirnya, yang terjadi adalah sebuah kesalahan fatal.

         Dalam novel ini, penulis ingin berbagi pemikiran tentang bagaimana cara menghapus bibit permusuhan yang memicu tawuran. Ia ingin agar generasi penerus bangsa mau menjadikan masa depan mereka berada di jalur yang benar. Beberapa tokoh seperti Mentari pun tak hanya mampir lewat, tapi memiliki karakter kuat karena berani menyuarakan dampak kecanduan rokok.

            Covernya yang ‘menggoda’ dengan gambaran gadis memakai rok mini mungkin adalah salah satu trik untuk mengambil segmen pembaca yang tepat agar sasaran buku ini sesuai dan pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik. Di pergantian bab, pembaca akan menemukan ilustrasi cantik yang memberi visualisasi adegan dalam novel. Penasaran? Yuk, baca kisahnya. ;)

6 comments:

  1. Wah mengangkat tema tawuran antar pelajar ya mbak, dibumbui dengan cinta segitiga pasti bakal mengaduk-aduk emosi pembacanhya nih, hehehe.,.. Tawuran memang marak di negeri ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalo dulu tawuran itu budaya yang udah turun temurun, sekarang pun masih banyak yang gitu juga. :( Ceritanya lebih kompleks dari Romeo Juliet, jadi ada kisah cinta segitiganya. :D

      Delete
  2. Bun, bagi dong tips menulis dan menerbitkan buku... Wah seneng deh rasanya punya buku yang diresensi orang-orang hebat kayak admin blog ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tipsnya adalah menulislah tema buku yang disuka. :D
      Makasih udah mampir, kak. ^^

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^