Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

13 April 2017

[Resensi Buku] Infinitely Yours by Orizuka


Judul Buku : Infinitely Yours
Pengarang : Orizuka
Penerbit : Gagas Media
Terbit : Cetakan keempat, 2012
Tebal : 294 hlm.
ISBN : 979-780-508-5
Rating : 4/5 bintang

Blurb :

Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?
Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri – dan menjauhkan hati- pada akhirnya akan bertemu kembali.
Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya hanya ada satu cara untuk membuktikannya...
Kau, aku dan perjalanan ini.

Resensi Buku :

Jingga tak menyangka jika dia akan bertemu dengan lelaki bertampang mirip Kang Dong Won bernama Narayan Sadewa. Jingga tak sadar bahwa Rayan sangat membenci Korea saat ia sangat berisik menceritakan tentang Korea pada lelaki itu. Meski ia mengikuti tour Korea yang sama dengan Jingga, namun tujuan sebenarnya Rayan ke Korea bukanlah untuk berlibur melainkan mencari mantan kekasihnya yang jatuh cinta dengan lelaki Korea.

Rayan tak habis pikir bagaimana Meriska, mantannya bisa jatuh hati pada lelaki Korea. Padahal Rayan telah mendedikasikan hidupnya untuk jatuh cinta hanya padanya sejak 10 tahun lalu. Rayan ingin mencari tahu mengapa Meriska justru akan menikahi lelaki yang sama sekali baru dikenalnya dua tahun. Sedangkan Jingga ingin bertemu lagi dengan Yun Jae oppa, lelaki yang jadi alasan Jingga mengikuti tour ini lagi.

Jingga yang ikut bersama Rayan di grup tour harus mengikuti prosedur dari Darma, koordinator tour Korea yang mereka ikuti. Jingga dan Rayan dipasangkan sebagai pasangan tour agar saling menjaga satu sama lain karena jika salah satunya menghilang akan dianggap sebagai imigran gelap yang ingin mencari pekerjaan. Masalahnya, Rayan justru ingin pergi diam-diam selama tour berlangsung untuk mencari Meriska agar ia tahu apa alasan gadis itu memutuskan hubungan cinta mereka selama ini.

Tak disangka, Jingga justru bersikukuh untuk terus menemani Rayan menyelesaikan masalahnya. Tapi kejadian ini justru membuat jadwal tour mereka berantakan dan menimbulkan masalah baru. Rayan kehilangan dompetnya, dan Jingga tak punya uang yang cukup untuk menginap di hotel yang layak.

Dari hari ke hari, Jingga dan Rayan terpaksa terpisah dari rombongan karena kecerobohan Jingga yang salah membaca itinerary sehingga tertinggal dari rombongan tour. Karena hal itu, Jingga menawarkan membantu Rayan mencari dompetnya yang hilang. Jingga yang dikenal energik seperti kelinci energizer, sangat berisik dan memiliki energi lebih hingga membuat Rayan kewalahan. Beruntung Jingga bisa berbahasa Korea, jadi ia pun bisa membantu untuk berkomunikasi dengan orang lokal untuk perjalanan mereka selanjutnya. Kejadian demi kejadian lucu dan konyol terjadi lewat tour romantisme ala Korea hingga menimbulkan rasa suka di antara keduanya. Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia?

***

Ini kali kesekian saya baca buku Orizuka. Sebelumnya ada 3 buku series Audy 21 yang bikin baper dan ketawa-ketiwi. Novel Infinitely Yours justru saya beli saat tahun 2012, waktu saya masih di Semarang. Sempat pengin baca tapi merasa belum tertarik. Justru sekarang baru kesampaian bacanya. Hehehe. Telat banget sih, tapi daripada nggak sama sekali kan yaa. :p Dan saya berani bilang novel ini masih relevan dibaca tahun 2017. Hahaha. Iya, seru banget ceritanya. Kalau difilmkan kayaknya nggak mungkin, soalnya ada adegan yang bakal disensor. ;))

Kali ini novelnya masih terasa Audy banget soalnya karakter Jingga mirip sama Audy. Berisik, bawel, suka anak-anak, dan tingkahnya kekanakan. Sama sekali nggak cocok sama umurnya. Tapi ini justru bikin saya penasaran deh. Kenapa Orizuka suka banget bikin karakter komikal begini. :D

Anyway, ceritanya lucu dan menghibur. Baik dibaca sama orang yang demen Korea atau bukan, pasti bakalan terpingkal-pingkal dengan kisah Rayan dan Jingga selama perjalanan di Korea. Mereka ibarat dua kutub magnet yang saling berlawanan tapi justru itu yang bikin seru.

Bagian paling gokil waktu Rayan heran kenapa Jingga justru punya tenaga berlebih untuk melakukan banyak hal. Pas si penulisnya bilang si Jingga mirip kelinci energizer, saya jadi inget sama iklannya di tv kapan tahun. Wkwk. Bener-bener nggak bisa bayangin gimana di kehidupan nyata, apa ada cewek seenergik ini. Dan anehnya kok ya nggak nyadar-nyadar juga dengan tingkahnya yang kekanakan.

Pas Rayan tahu kalau dia dan Jingga hanya berjarak 3 tahun itu saya pun ikut melongo. What?! Wkwk. Bener-bener deh ya. Sifat kekanakannya ini yang bikin nipu umur sebenernya. Usianya padahal udah 25 tapi kok kayak anak SMA. xD

Tour romantisme ala Koreanya bikin ngakak banget. Ada bagian lucunya, ada noraknya, ada yang ehem-ehem, sama sedihnya juga. Tapi secara keseluruhan saya menikmati berkeliling Korea lewat kisah Jingga dan Rayan. Serasa ikut jalan-jalan ke Namsan Tower, main ke sungai Han, belanja make up dan baju couple, ke gunung Seorak, main ke everland, nyicipin kuliner khas Korea, dll. Trus jadi tahu juga gimana kehidupan Korea yang sesungguhnya. Jadi kerasa sekali gambaran masyarakatnya seperti apa lewat budaya yang ditampilkan para tokohnya.

Secara karakter, sebenarnya karakter Jingga ini komikal banget, khasnya cewek-cewek penggemar K-pop yang bakal histeris kalau idolanya datang. Sedangkan karakter Rayan berkebalikan dengan Jingga. Kaku dan ekspresinya flat. Hampir selalu punya kontrol saat mengerjakan banyak hal. Yang bikin saya speechless adalah saat Meriska bilang soal hubungannya dengan Rayan selama 10 tahun. Uh, kalau saya jadi Rayan, saya bakal sakit hati banget. Huwaaa~

“Aku menyukai diriku sendiri saat bersamanya. Saat bersama Kakak, aku tidak pernah cukup memiliki kepercayaan diri. Aku selalu harus merasa mengikuti ritme Kakak. Coba Kakak tanya pada diri sendiri, apa Kakak nggak pernah merasa seperti itu? Apa Kakak nggak pernah merasa harus selalu mengimbangiku, atau bahkan lebih baik dariku? Khawatir jika Kakak ternyata nggak sesuai harapanku.” (hlm. 78)

Saya kaget saat membaca alasan mengapa Meriska memutuskan hubungan yang sudah dijalin 10 tahun. Wew, gimana ya. Di dunia ini tingkat kenyamanan orang memang berbeda. Ada yang suka dengan orang karena mereka mirip, ada juga yang jauh berbeda sifatnya. Saya pikir saat karakternya mirip justru bisa langgeng. Ternyata salah besar ya. Hmm...

Nggak semua yang langgeng itu sebenarnya bahagia. Ada kalanya seperti Meriska bilang, ia tidak bisa terbuka mengekspresikan perasaannya karena merasa harus selalu menjaga hati pasangannya. Well ya, yang seperti itu memang rasanya melelahkan. Padahal andai saja bisa sedikit lebih terbuka untuk mengungkapkan apa pun yang ada dalam hati dan pikiran agar sama-sama bahagia tanpa merasa harus selalu jadi yang sempurna, mungkin nggak akan sedingin itu komunikasi antara keduanya. Kalau karakternya kaku gitu malah mirip rekan kerja sih, alih-alih jadi kekasih. :p

Di novel ini juga terasa sekali ada sesuatu yang ingin disampaikan penulisnya bahwa apapun yang ada di Korea, tetap Indonesia jauh lebih baik. Jadi nggak perlu merasa terlalu mendewakan budaya luar negeri ala negeri ginseng. Karena bisa jadi sebenarnya ada yang tidak sesuai dengan norma dan adat ketimuran Indonesia. Overall, 4 bintang untuk novel Infinitely Yours yang seru ini. ;)




1 comment:

  1. baca resensi ini jadi inget dah lama banget ga baca novel wkwkk...
    btw novel korea auranya beda ya,
    kebawa aura2 romantis gitu

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^