31 March 2020

Resensi Buku : Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang by Boy Candra




Judul Buku : Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang
Pengarang : Boy Candra
Penerbit : Media Kita
Terbit : Cetakan Pertama, 2014
Tebal : 212 halaman
ISBN : 979-794-487-5
Rating : 4/5 bintang



Blurb :


Pada akhirnya kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini.
Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang.
Walaupun yang kau perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja.
Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.

– Boy Candra

Resensi Buku :


Pernah baca buku tentang catatan beragam perasaan cinta? Kalau belum, kamu boleh coba baca buku karya Boy Candra ini. Buku Boy Candra berjudul Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang termasuk salah satu buku best seller di rak toko buku Gramedia dan toko buku online lainnya. Sama seperti judulnya, buku ini adalah catatan pendek yang sangat singkat berupa perasaan-perasaan yang dialami oleh aku dan kamu, dua orang yang saling jatuh cinta.

Sebagaimana kisah cinta yang dialami oleh banyak orang, kisah cinta yang dituliskan di buku ini adalah tulisan ringan berupa kegelisahan dan rasa sendu. Beragam jenis perasaan yang dialami oleh semua orang yang pernah jatuh cinta. Cinta yang semestinya sederhana namun menjadi rumit ketika ditafsirkan oleh orang yang mengalaminya. Cinta yang menjadikan pikiran dan ingatan kita memberi ruang bagi kisah-kisah yang bermula dari pertemuan. Cinta yang memberi kita kenangan-kenangan indah dan juga kesedihan yang melanda. Apa yang kamu rasakan tentang cinta? Di buku ini semuanya bermula.

Mulai dari kisah cinta saat hari-hari jatuh dan menjatuhkan hati, hari-hari bertahan bertahun-tahun, hari-hari patah dan kalah, dan hari-hari menyadari semuanya harus kembali indah. Ya, ada empat bab yang mengisahkan kisah cinta dalam empat babak. Jadi, sudah siap menelusuri jejak cinta yang kamu alami? Bacalah denganku. ;)

Dalam bab pertama berjudul Bab Hari-hari jatuh cinta dan menjatuhkan hati, Boy Candra mengisahkan bagaimana proses jatuh cinta seseorang. Dua manusia yang sama-sama merasakan keresahan yang sama, dua orang yang saling mempertanyakan kemana arah perasaan itu sebenarnya. Apakah itu benar cinta? Apakah hanya sekadar rasa suka saja?

 “Tidak ada perasaan menggebu-gebu seperti jatuh cintanya remaja. Semua berjalan dengan semestinya. Aku senang, dia sekarang ada di kepalaku lebih sering dari kesepian tanpamu. Aku senang, jika hari ini aku mulai merasa, aku sedang tidak ingin sendiri. Setidaknya, aku senang membalas pesan singkat darinya. Meski sering membalasnya telat. Ya, tak banyak memang yang bisa kuharapkan, hanya saja, kalau ini jatuh cinta. Jatuhlah dengan semestinya. Tak perlu tergesa-gesa.” (hlm. 18) 
“Kala hujan begini, aku selalu membayangkan ada kamu di sini. Menemaniku menikmati hujan yang melarutkan sepi. Lalu kau tersenyum seolah mengatakan, hujan dan kamu adalah rindu. Kita akan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti.” (hlm. 23)

Quotes cinta  Boy Candra yang ada di bab pertama buku ini antara lain :

“Meski sibuk dengan pikiran masing-masing, namun kita tidak pernah merasa resah satu sama lain. “ 
“Karena jika kita benar saling jatuh cinta, kita tidak akan pernah membiarkan hati yang utuh menjadi terluka.” (hlm. 22) 
“Kadang, kita harus percaya, doa-doa jauh lebih kuat dari segalanya.” (hlm. 34)“Aku adalah angin yang akan memelukmu sepanjang kesedihan dan kegembiraan.” (hlm. 36) 
“Memendam perasaan bukanlah kesalahan. Hanya saja kau juga harus pahami. Memendam perasaan seringkali menimbulkan penyesalan.” (hlm. 48)

Dalam bab kedua, Boy Candra membahas tentang Hari-hari bertahan bertahun-tahun. Saat orang jatuh cinta, ia akan mempertahankan perasaan itu hingga usai. Sampai kapan? Sampai keduanya saling melepaskan satu sama lain. Entah karena tidak saling sepaham lagi, atau karena keduanya sudah tidak memiliki keterikatan hati. Rasa cinta dan nyaman bisa saja hilang, tapi bagaimana mempertahankan hari-hari penuh cinta selama bertahun-tahun sebelum rasa itu pudar kembali?

“Perasaan itu terus tumbuh. Pada akhirnya aku semakin terjebak pada kita yang tak jelas. Pada kita yang hanya teman, tetapi melebihi teman. Pada kita yang bukan kekasih, tetapi seperti sepasang kekasih. Hingga akhirnya aku harus mengakui. Aku tidak bisa lagi begini. Sebab, setiap dua orang yang nyaman, memang selayaknya memperjelas apa yang sedang mereka jalani. Agar tidak ada lagi sesak atas ketidakjelasan ini.” (hlm. 54) 
“Percayalah kamu tidak sendirian menjalani hubungan seperti ini. Ada banyak orang yang sedang dan telah melewati masa-masa bagaimana sulitnya bertahan setia, dan tetap menjaga apa yang mereka sepakati. Ada cinta yang terlalu panjang, yang sayang jika dikalahkan oleh jarak yang membentang. Jarak yang tak lebih panjang dari cintamu.” (hlm. 56)

Quotes cinta Boy Candra di bab kedua ini antara lain :

“Kita akan selalu percaya, kita diciptakan untuk selalu bersama. Bukan untuk dikalahkan oleh ragu, tetapi untuk memperjuangkan apa yang membuat kita merindu.” (hlm. 60) 
“Jangan biarkan hal yang tidak seharusnya merusak kebahagiaan yang ada. Bukankah kebahagiaan kita yang harus kita perjuangkan? Jika memang tidak ada tujuan yang beda di antara kita.” (hlm. 78) 
“Aku bisa menerima bahwa menyukai seseorang, saat memilih mencintainya, berarti aku harus menghargai apa yang dia suka. Meski aku tidak harus menyukai hal itu.” (hlm. 86)

Dalam bab ketiga, Boy Candra menuliskan bab berisi Hari-hari patah dan kalah. Bab ketiga ini berkisah tentang hari-hari patah dan kalah dan bagaimana seseorang yang patah berjuang untuk menyembuhkan hatinya sendiri. Bagaimana kisah cinta yang berakhir pilu mampu membuat seseorang patah dan kehilangan dirinya sendiri. Cinta memang serumit itu, tapi kita pun bukan dahan yang patah. Hati kita bisa sembuh, cinta akan tumbuh. Hanya perkara waktu semuanya akan kembali normal. Lalu, bagaimana seseorang yang patah merasaka kesedihannya? Kamu bisa membacanya di bab ketiga ini.

“Dia yang serius akan meminta hatimu berkali-kali, tanpa memaksamu, dan mungkin saja akhirnya akan memilih berlalu jika kau tak juga menerimanya tanpa pernah membencimu.” (hlm. 138)

Quotes Cinta Boy Candra di bab tiga berisi Hari-hari patah dan kalah ini antara lain :

“Barangkali Tuhan sedang tidak ingin kamu jatuh cinta. Agar kamu bisa mencintai dirimu lebih lama.” (hlm. 97) 
“Apapun yang terjadi hari ini, tetaplah menjadi seseorang yang kukenal tangguh. Meski dalam hatimu sedang begitu rapuh. Mungkin ini sudah saatnya untukmu. Jika kau harus menangis, menangislah seperlunya. Karena air mata sebenarnya tidak lebih kuat dari doa-doa.” (hlm. 102) 
“Aku merasa lengkap meski kita belum sempurna. Aku merasa senang meski hatimu belum juga kugenggam.” (hlm. 104) 
Untuk bab empat yaitu membahas tentang Hari-hari menyadari semuanya harus kembali indah, Boy Candra berkisah tentang para pecinta yang akhirnya kembali menemukan cinta yang sejati. Cinta yang membuat hidup kembali indah dan bersemi. Cinta yang mampu menyembuhkan luka-luka di masa lalu, meskipun itu butuh waktu. Bagaimana cinta akhirnya membuat seseorang kembali mencintai hari-hari yang dijalaninya kembali? Kamu bisa membacanya di bab keempat ini.

“Jika baginya kau tidak lagi ada, mengapa kau masih saja bersikeras bahwa kau cinta dia. Belajarlah untuk menerima. Bahwa kau pun harus bahagia. Meski tidak dengan orang yang pernah begitu kau cinta. Sebab terkadang, cinta sesungguhnya bukan dengan orang yang kau inginkan. Namun, dengan seseorang yang kau biarkan bersamamu, menikmati waktu, lalu menumbuhkan rindu.” (hlm. 192)

Quotes Cinta Boy Candra di bab empat berisi Hari-hari menyadari semuanya harus kembali indah antara lain :

“Aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar raut wajah yang kubawa adalah wajah yang tetap kau suka.” (hlm. 142) 
“Jika pada kenyataannya setelah kalian lalui bersama tetapi dia masih saja memeluk erat masa lalunya, barangkali dia memang orang yang betah tertinggal.” (hlm. 176)

Nah, keempat bab ini akan membuat kamu lebih memahami hakikat cinta. Bahwa cinta seringkali datang dan pergi pada orang, meskipun orang tersebut tidak menginginkannya. Cinta yang sejati akan memberimu rasa nyaman dan aman saat mencintainya, sebaliknya cinta yang tak sepadan dalam hubungan akan membuatmu mempertanyakan apakah ia adalah orang yang benar-benar kamu inginkan menemani hari-harimu di usia senja. Maka pilihlah ia yang tulus mencintaimu tanpa syarat, ia yang akan membersamaimu menjalani hari-hari. 

Nah, selamat mengeja cinta dalam buku Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang  karya Boy Candra ini ya! ;)

1 comment:

  1. Saya belum membaca buku ini karena penulis Boy Candra bukan termasuk yang karyanya bakal saya kejar untuk dimiliki. Alasan utamanya karena dulu perkenalan pertama dengan karya beliau tidak begitu baik. Waktu itu saya membaca buku beliau yang "Sebuah Usaha Melupakan" Saya meresensinya di blog saya. Disitu saya memberi nilai rendah. Tetapi anehnya, justru menjadi artikel yang banyak dibuka.

    Tapi lain waktu saya akan coba kenalan lagi dengan karyanya. Siapa tahu saya merasakan hal berbeda dengan karya beliau yang lainnya.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^