21 March 2020

Resensi Buku Sukses Jadi Travel Blogger! by Dewi (Dedew) Rieka




Judul Buku : Sukses Jadi Travel Blogger!
Penulis : Dewi (Dedew) Rieka
Penerbit : BIP (Imprint Gramedia)
Terbit : 2020
ISBN : 978-623-216-906-7
Rating : 4/5 bintang
Baca via Gramedia Digital


Blurb :


Buku ini wajib dibaca oleh para traveler atau pun  blogger yan ingin menjadi Travel Blogger. Kiat-kiat jitu disajikan dengan lengkap dan mudah dipahami sehingga bisa langsung dipraktikkan.

Apalagi hampir di tiap halaman bertabur tip dari para seleb travel blog yang telah sukses, menjadikan buku ini semakin menarik untuk dibaca.

Banyak ilmu yang bisa dipelajari di sini. Jika kamu seorang traveler calon blogger, travel blogger pemula, atau pun travel blogger yang sudah memulai sejak lama tapi belum sukses, buku ini akan menuntunmu meraih apa yang kamu cita-citakan sebagai Travel Blogger Professional.

-          Katerina, travel blogger, www.travelerien.com

Resensi Buku :


Saat ini, pekerjaan sebagai travel blogger banyak diminati oleh orang. Travelling yang identik dengan menghabiskan uang kini tidak lagi, karena seorang travel blogger bisa menghasilkan pundi-pundi uang dari kisah yang mereka bagikan di blog. Blog travelling diminati oleh masyarakat terutama generasi millenial karena tren pariwisata yang makin meningkat beberapa tahun terakhir.

“Travelling blog adalah blog yang berisi kisah perjalanan blogger ke sebuah tempat. Setelah melakukan perjalanan ke sebuah daerah, seorang blogger akan membagikan pengalamannya selama di sana. Mereka menuliskan objek wisata yang dikunjunginya, makanan khas apa yang dicicipi, apa saja keunikan di daerah itu,  dan banyak hal menarik lainnya. Para travel blogger biasanya menuliskan dengan lengkap panduan menuju ke daerah itu, beserta biayanya sehingga memudahkan pembaca yang juga ingin berkunjung ke sana.” (hlm. 28)

Orang memilih membagikan kisahnya lewat tulisan agar bisa menjadi rekam jejak dan juga bisa dijadikan panduan untuk traveller lainnya. Penulis buku Sukses Menjadi Travel Blogger ini, Mba Dedew Dewi Rieka menuliskan berbagai kisah para travel blogger dan tips untuk menjadi travel blogger yang sukses. Lets start it!

Mba Dedew berkisah tentang perjalanan Astari Ratnadya, pemilik blog www.ivgotago.com yang menjelajah Indonesia dan negara lainnya. Tari, begitu Astari biasa disapa, memuat berbagai catatan perjalanannya di blog. Jadi, Tari mulai menulis sejak sekolah, ia pun menuliskan blognya dengan totalitas dan konsistensi. Tari terbiasa menulis tujuh artikel dalam tujuh hari sebagai bentuk konsistensinya untuk memenuhi target pribadinya. Kini ia sudah mendulang uang dari hobi ngeblog dan jalan-jalannya itu.

“Misalnya, ia memiliki kewajiban untuk menulis tujuh artikel dalam tujuh hari. Kalau sudah selesai mengerjakannya kurang dari tujuh hari, ia akan memberi hadiah kepada diri sendiri, yakni uang tambahan untuk tabungan travelingnya. Tapi kalau gagal, ia harus bersiap untuk tidak mendapatkan biaya tambahan.  Cara ini membuat Tari semangat untuk berkarya dan mengerjakan sesuatunya dengan baik.” (hlm. 20)
Bagi Tari, konsisten menghasilkan konten yang bagus perlu dilakukan agar ia terbiasa disiplin. Tari kini sering diundang famtrip dari dinas wisata, brand, dan sering dikirimi barang endorse. Selain itu, ia pun mendapatkan jaringan pertemanan yang luas dari berbagai kalangan karena aktivitas ngeblognya ini.

“Menjadi terkenal itu bukan tujuan, melainkan pilihan. Percayalah karena setiap pekerjaan itu ada sisi menyenangkan dan tidak menyenangkannya. Dan yang paling penting jangan pernah melupakan para pembaca blog kamu. Tanpa mereka kamu bukan siapa-siapa.”

Selain Tari, ada beberapa travel blogger yang terkenal antara lain : Trinity Traveler yang bergaya kocak dan seru saat menuliskan catatan perjalanannya di blog. Bahkan, kini catatan perjalanan di blognya sudah dibukukan dan difilmkan.  Wow, keren ya! Ada lagi, Agustinus Wibowo yang menulis catatan perjalanan dengan gaya nyastra dan kontemplasi. Catatan perjalanan ini juga sudah dibukukan dalam buku Titik Nol, Garis Batas, dan Selimut Debu.

Ada lagi travel blogger lain yang sukses mendulang uang dari aktivitas menulisnya yaitu Ariev Rahman. Kini, Ariev bahkan sudah memiliki agensi traveling sendiri lho! Ariev sering menulis kisah travelingnya dengan gaya feature, lalu dimuat di berbagai majalah penerbangan.

Lalu, apa saja manfaat membuat blog travelling? Kamu bisa mendapatkan manfaat antara lain : sebagai tempat curhat, berbagi ilmu dan cerita, memajang portofolio karya, tempat untuk berlatih menulis, dan juga mendapatkan penghasilan.

“Seorang travel blogger tidak hanya sekadar jalan-jalan dan menulis, tapi sebagai influencer yang menjadi acuan banyak orang.” (hlm. 35)

Mengelola travel blog butuh kerja keras dan perjuangan yang panjang untuk sampai di titik saat ini. Lalu, bagaimana cara untuk mulai membangun travel blog yang menarik?

Nah, Mba Dedew mengatakan, yang penting buat dulu blognya, lalu ayo mulai jalan-jalan di kotamu sendiri. Jangan lupa mengambil gambar yang banyak sebagai dokumentasi di blog. Kamu harus banyak membaca referensi dari buku dan artikel sesuai tema yang akan ditulis di blog. Kamu juga bisa berbincang dengan penduduk sekitar untuk mengulik kisah yang seru dan layak untuk dikisahkan kembali di blogmu.

Selain itu, pelajari juga tehnik menulis yang baik yaitu menggunakan kaidah 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, dan How). Cantumkan juga sumber cerita misalnya artikel, foto, ataupun buku rujukan. Nah, kamu juga harus konsisten untuk terus memperbarui blogmu ya!

Kamu pun bisa bergabung dengan komunitas blogger (Misal ; Indonesian Corner dan Travel Blogger Indonesia) agar networkingmu lebih berkembang. Dan jangan lupa untuk percaya diri dengan tulisanmu ya. Sembari juga memperbaiki kualitas tulisan dan foto yang kamu hasilkan. Kamu bisa mempelajarinya dengan membaca tulisan dari blogger-blogger lainnya. (hlm. 43)

“Dengan bergabung di sebuah komunitas, kamu tidak hanya mendapatkan informasi. Kamu juga akan mendapatkan pengetahuan seperti tip untuk mengatur dana selama perjalanan, berburu tiket murah, dan itinerary mengunjungi sebuah kota. Asyik, bukan? Selain itu kamu juga bisa jalan-jalan ala backpacker dengan sistem sharing cost sehingga biaya perjalanannya jauh lebih murah.” (hlm. 44)

Lalu, bagaimana cara membuat artikel yang bagus dan menarik pembaca?

Pertama, lakukan riset dan wawancara selama kamu berada di tempat wisata yang dikunjungi. Gunakan seluruh panca inderamu untuk merasakan dan menikmati pengalaman berlibur di tempat wisata, bentangan alam, budaya, sejarah dan adat yang tersaji. Kamu bisa memulainya dengan tersenyum dan menyapa secara sopan pada warga lokal, baru mencari informasi yang dibutuhkan untuk bahan tulisanmu. Banyak mengambil gambar di perjalanan juga diperlukan sebagai cara untuk mengingat dengan detail alur cerita yang akan ditulis kembali di blog.

Seorang travel blogger perlu mencatat dengan detail informasi yang dibutuhkan sebelum melakukan perjalanan. Saat akan menulis lakukan validasi info sehingga datanya akurat. Kamu perlu membuat outline sebelum menulis sehingga informasi yang disampaikan lebih bernas dan detail. Jangan lupa, gunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai bahasa target pembacamu ya!

Tidak semua hal perlu dituliskan di blog. Kamu bisa memilih bagian yang paling menarik, out of the box dan unik untuk dikisahkan kembali di blog, misal : perjalanan mencari 1000 kamar di gua jepang yang ditulis oleh Ariev Rahman. Nah, pasti bikin orang penasaran kan? ;)


Selain itu, ada Wira Nurmansyah, travel blogger dan influencer yang rajin membagikan foto-foto perjalanannya di blog. Foto traveling Wira unik karena foto itu bisa berbicara lebih banyak dari sekadar foto biasa. Ia persistence mengambil gambar selama berjam-jam demi menghasilkan foto yang dapat berkisah.

“Waktu terbaik untuk mendapatkan  foto yang bagus adalah saat pagi dan sore hari. Nah, waktu itulah yang sering diabaikan oleh para traveler. jika ingin mendapatkan foto matahari terbenam, jangan foto mataharinya, tapi potretlah benda yang terkena cahayanya. Hasilnya pasti indah sekali. “ (hlm. 64)




Selain itu, seorang blogger juga perlu mempelajari tehnik SEO, story telling yang menarik (dengan tehnik show not tell), dan editing. Lakukan self editing untuk setiap artikel yang akan diterbitkan di blogmu agar tulisan lebih enak dibaca. Setelahnya, post artikel yang sudah kamu buat di blog, lalu bagikan linknya di social mediamu ya!

Sebagai travel blogger, kamu juga membutuhkan konsistensi tingkat tinggi untuk mencapai targetmu. Jadi, yuk rutinkan untuk membuat tulisan. Gimana caranya? Dengan mencari waktu khusus untuk menulis, bisa pagi hari atau malam sesuai dengan waktu prioritasmu. Lalu menulislah dengan rutin hingga menjadi terbiasa.

Fokuslah pada satu tema agar tetap berada di jalannya. Banyak travel blogger yang mandeg karena tidak konsisten menghasilkan konten yang bagus. Padahal konsisten ini yang dibutuhkan karena semakin lama jam menulismu, maka tulisanmu akan semakin menemukan gaya menulis yang khas. Kamu pun akan terbiasa menulis dengan tempo yang cepat dan lebih terstuktur. Semuanya kembali lagi pada kebiasaan menulis yang menjadi habitmu.

Lalu, apa lagi yang kamu perlukan sebagai travel blogger? Kamu bisa menemukan detail cerita dan tipsnya di buku Sukses Menjadi Travel Blogger ini. Menurut saya buku ini sudah lengkap membahas tips dan trik dari para travel blogger profesional. Tidak hanya untuk menghasilkan karya yang dapat dinilai dengan nominal uang, tapi juga untuk menjadikan karya itu kepuasan tersendiri. Tak hanya untuk diri sendiri, tapi menulislah karena kita ingin membagikannya kepada pembaca agar makin banyak orang yang tahu betapa indahnya tempat wisata di Indonesia dan belahan dunia lainnya. Nah, selamat membaca buku Sukses Menjadi Travel Blogger ya! ;)

doc gambar cover buku : https://www.tokopedia.com/berjayabookstore/sukses-jadi-travel-blogger-oleh-dewi-dedew-rieka

2 comments:

  1. Makasih banyak ya Ila, udah resensi bukuku, aku terharuuu huhu stay safe, stay healthy ya say...

    ReplyDelete
  2. Membaca resensi ini saya jadi mikir untuk menjadi blogger traveler butuh lebih banyak skill. Pertama, harus bener-bener bisa bepergian (mikirin biaya dan tujuannya). Kedua, harus pinter ngambil gambar atau foto. ketiga, harus bisa nulis. Proses belajarnya pasti lumayan panjang dan butuh keseriusan.

    Tetapi, itu semua menjadi tantangan yang memang harus ditaklukan kalau memang mencintai menjadi travel blogger. Semoga saya pun bisa mengikuti jejak mereka (travel blogger), walau untuk saat ini saya belum memulai langkah pertamanya.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^