9 April 2020

Resensi Buku : Sunny Everywhere by Sunny Dahye

Sunny Everywhere (doc : Detikhot)

Judul Buku : Sunny Everywhere
Penulis : Sunny Dahye
Ilustrasi : Liffi Wongso
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2019
Tebal : 120 hlm.
ISBN : 9786020636283
Rating : 4/5 bintang

Baca di Gramedia Digital



Sinopsis Buku :


Growing up for me wasn’t so “Chanel”

Kehidupan Sunny Dahye diisi dengan baju dan kosmetik mahal, sarapan mewah, terbang ke negeri-negeri jauh yang cantik.

Hidup Sunny indah di layar ponselmu.

Tapi, sama seperti hidup kebanyakan orang, hari-hari Sunny juga diisi kegagalan, kekecewaan, keraguan dan penyesalan.

Di saat impiannya satu per satu terwujud, Sunny justru tersesat.  Sunny tak tahu harus melangkah ke mana. Pada catatan-catatannya di buku ini, Sunny membuka sedikit hatinya, dan luka-luka yang harus dia telan pahitnya. Lewat tulisannya, Sunny mengajakmu mengenal sedikit siapa dirinya sebelum menjadi Sunny Dahye yang kamu kenal hari ini.

Dear Sunshine, let Sunny walk you through her life.

Resensi Buku :


Sunny Dahye, siapa yang kenal Youtuber asal Korea ini? Kalau kamu sering berselancar di dunia maya, kau akan menemukan akun Youtube Channelnya bernama SunnyDahyeId. Sunny meskipun orang Korea namun sempat tinggal lama di Indonesia. Keluarganya memiliki sebuah restoran Korea yang menyajikan beragam kuliner Korea di Bali. Ia juga sempat kuliah jurusan hukum UGM.

Sunny Dahye tidak akur dengan ayahnya, dan ibunya pun menikah lagi dengan ayah tirinya. Bisa dibilang hidup Sunny Dahye tidak sebahagia yang kelihatannya karena ia memiliki luka yang tidak bisa ia tunjukkan pada para subscribersnya. Selain itu, Sunny tak lahir dari keluarga kaya raya. Ia memulainya dari nol saat membangun  channelnya.

Perkenalan Sunny Dahye dengan Youtube dimulai saat dirinya sedang stress akibat tekanan kuliah sekaligus pergaulannya di Jogja. Ia sering merasa tidak diterima di lingkungannya sehingga memilih untuk menyendiri dan membuat video youtube SunyDahyeID berupa tutorial makeup Sunny Dahye. Sunny melakukan improvisasi hal lucu saat membuat konten beauty vlog. Itu sebabnya banyak yang menyukai kontennya. Tak ada yang tahu bahwa ia menyimpan banyak luka yang disimpannya sendiri dibalik senyumnya yang ceria di depan kamera.  




Sunny Dahye merasa minder sekaligus tidak nyaman ketika ada orang yang menganggap ia anak alay yang suka Kpop. Namun, di dunia youtube ia juga mendapatkan beberapa hal yang tidak menyenangkan. Kontennya sering dicaci oleh hatersnya sehingga ia merasa tidak diterima.

“Kenapa aku tidak pernah menjawab semua ungkapan kebencian ini di videoku? Karena aku tahu, apa pun jawaban dan respons yang kukatakan, tidak semua orang mau repot-repot untuk mendengarkan, mencoba mengerti, apalagi mencoba percaya. Tapi aku tahu ini risiko profesiku.“  (hlm. 12) 
“Hate comments actually helped me to grow.” (hlm. 45)

Selain itu, ia merasa banyak yang tidak suka dengan sikapnya yang terlihat jutek, padahal ia hanya tidak mudah membuka diri karena tidak diterima di pergaulan sosial. Apalagi bahasa Indonesia yang tidak fasih membuatnya sulit belajar di kampus. Lingkungan yang berbeda pun membuat ia tidak betah di Jogja.

Sunny Dahye sempat kabur ke Korea Selatan selama beberapa bulan untuk menenangkan diri dari segala masalah hidupnya. Beruntung status kemahasiswaan di UGM bukan drop out atau DO karena ibunya membantu mengurus semua administrasi. Sunny diizinkan cuti untuk sementara waktu. Tapi Sunny belajar banyak hal saat di Korea Selatan, tempat ia dan ayah kandungnya tinggal. Ia belajar untuk bekerja keras dan bertahan hidup demi masa depan yang lebih baik.

“Mungkin kalian berpikir, wah, enak banget ya bisa beli tas Chanel, bisa beli apartemen tiga kamar yang bagus di Korea. Mau tahu bagaimana aku bisa mendapatkan itu semua?  Aku bekerja keras. Aku bekerja sampai mimisan. Maksudku, mimisan sungguhan. Tahun lalu aku mimisan begitu sering sampai aku tidak lagi terkejut dan menyumpal saja hidungku dengan tisu sambil terus berusaha mengerjakan konten yang baik utuk setiap VlogMasku tahun itu. My video editor, Natalie, and I, worked harder than horses.” (hlm. 14)

Sunny Dahye pun menyelesaikan studinya di UGM, lalu mengambil double degree  di University of South Carolina. Di sana dimulai petualangannya dengan Youtube. Lagi-lagi karena ia merasakan rindu rumah, tapi di Amerika ia tidak memiliki teman.

“Entah bagaimana, kegiatan merekam, berulang kali take, itu membuatku nyaman, tenang, terasa sembuh. Melihat komentar-komentar positif dari mereka yang menonton videoku, membuatku merasa menjadi orang yang baik. Hal-hal yang tidak dapat kumiliki dalam hidup, Youtube seolah-olah mengisinya untukku.” (hlm. 51)

Sunny Dahye dulu juga menjalani operasi plastik untuk matanya. Bagian atas matanya membuat ia terlihat terlalu sipit hingga tidak percaya diri karena sering diejek oleh temannya. Ia pun menerima tawaran untuk operasi plastik di bagian atas matanya. Lalu seketika videonya viral dan orang-orang mulai membombardirnya dengan pertanyaan, “Berasa sih harganya buat operasi mata begitu?” Pertanyaan yang membuatnya ngeri.

Sunny and Chris


Siapa sangka Sunny Dahye juga pernah mengalami depresi. Di titik tertinggi pencapaiannya sebagai Youtuber, ia justru khawatir dan merasakan kelelahan yang luar biasa. Ia tidak tahu mengapa ia merasakan hal itu.

“Di saat Youtube channelku baru saja akan mencapai angka 1 juta subscribers, aku malah merasakan kelelahan luar biasa ini, dan keinginan untuk... entahlah. I just can’t go on anymore.” (hlm. 61) “Semakin tiggi kamu terbang, semakin tersesat kamu merasa. Semakin sedikit teman yang kamu miliki, semakin kamu meragukan bahwa ada yang sungguh-sungguh menyayangimu untuk siapa dirimu sebenarnya, dan semakin kamu dapat melihat jelas tujuan orang-orang mendekatimu. Honestly, I don’t know what is right and what I should do with my life.” (hlm. 62)

Quotes bagus di buku Sunny everywhere ini antara lain :

“Teman yang sesungguhnya akan bahagia untukmu, bahkan membantumu menjadi bahagia. Bukan cuma ada di situ saat kamu sukses, lalu pergi saat kamu menghantam poin terendah dalam hidup.” (hlm. 85)

Sunny Dahye juga merasa ia jauh lebih tegar di masa lalu. Ketika kesulitan datang bertubi-tubi tapi ia sanggup mengatasinya dengan segenap usaha. Ia tahu bahwa hidup dan masa depannya layak untuk diperjuangkan.

“Aku merasa Sunny yang dulu lebih tegar daripada Sunny saat ini. Dulu aku tahu bagaimana menghadapi pemilik kosku yang marah. Aku tidak banyak mengeluh meski menjalani dua pekerjaan paruh waktu, ditambah Youtube, Cuma tidur dua-tiga jam sehari, dan bahkan tidak mengadu pada siapa-siapa ketika sakit. Aku menjalani semuanya dengan penuh kekuatan. Tembok-tembok yang membuatku ingin menyerah kuterobos semua.” (hlm. 90)

Lalu, bagaimana kisah Sunny selanjutnya? Baca saja di buku ini ya! ;)




Menurut saya :
 

Awalnya saya tidak tahu siapa Sunny Dahye itu, sampai teman saya, Nyi Penengah mengatakan bahwa ia sudah selesai membaca buku ini dan merekomendasikannya di grup Gede Berlima. Saya pikir buku ini awalnya adalah biografi saja pada umumnya. Namun ada sisi lain dari penulisnya yaitu Sunny Dahye itu sendiri bahwa ia mengalami banyak hal yang tidak bisa ia kisahkan lewat kamera.

Sunny tahu ada luka batin yang membuatnya kuat namun di sisi lain juga seperti belum bisa sembuh hingga membuatnya terus merasa ada hal-hal yang kurang dalam hidup. Luka batin itu menguatkannya untuk membangun channel Yuoutube SunnyDahyeIn, namun di sisi lain juga membuat ia tersesat begitu jauh saat popularitas menyapanya.

Sunny Dahye mempertanyakan pencapaian hidupnya untuk apa? Karena begitu ia sudah selesai dengan pencapaian itu, ia tidak tahu harus berbuat apa. Ditambah lagi kekhawatirannya tentang masa depan sebagai Youtuber yang membuatnya bertanya, apakah ini untuk selamanya? Bagaimana jika orang-orang mulai bosan dengan Sunny Dahye karena ada orang lain yang lebih menarik? Sunny menganggap dirinya seperti boneka yang akan dibuang oleh pemiliknya jika tidak disukai lagi.

Di satu sisi, Sunny paham bahwa industri Youtube akan mencapai titik klimaks dan mulai menghilang suatu saat nanti, namun di sisi lain ia tahu bahwa dunianya saat ini adalah Youtube SunnyDahyeIn.

Sebisa mungkin ia membuat channelnya menarik ditambah lagi dengan beberapa kerjasama yang dilakukannya bersama brand yang membantunya bertumbuh dan mencoba peluang baru seperti brand perhiasan, kosmetik kelas atas, hingga membuat buku ini.  Buku kumpulan cerita Sunny Dahye ini diilustrasikan dengan cantik oleh Liffi Wongso. Setiap ilustrasi mencerminkan kegelisahan dan rasa yang dialami oleh Sunny. Ilustrasi ini semakin membuat bukunya terasa lebih hidup dan dekat dengan pembaca.




Sunny Dahye juga mengajarkan bahwa untuk mencapai titik di mana hidupnya ada saat ini, ia mengusahakannya dengan kerja keras. Bukan hanya kerja keras, tapi juga kesungguhan dan keteguhan hati. Ia meyakini bahwa kerja kerasnya akan membuahkan hasil dan terbukti saat ini subscribersnya hingga 1 juta an. Sebuah pencapaian yang wow mengingat ia memulainya sejak beberapa tahun lalu.

Saya rasa pembaca sepertiku bisa belajar bagaimana cara membuat youtube channel berpenghasilan besar dengan perjuangan yang keras. Ya... karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Begitu pun jika ingin sampai di puncak, ada perjuangan yang harus diupayakan, dengan kerja keras, semangat, doa, dan juga support dari lingkungan kita. Kalau Sunny Dahye bisa, kamu juga pasti bisa. Bersinarlah sebagaimana matahari yang menyinari semesta, karena sinarnya akan terus dicintai penduduk bumi. Nah, selamat membaca ya! 

Overall, 4 bintang dari saya untuk buku Sunny Everywhere karya Sunny Dahye ini. ;)


1 comment:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^