8 September 2021

[Resensi Buku Anak] Kitty Sang Pahlawan Super by Paula Harrison


kitty and the moonlight rescue

Judul Buku : Kitty Sang Pahlawan Super

Judul Asli : Kitty and The Moonlight Rescue

Pengarang : Paula Harrison

Ilustrator : Jenny Levlie

Alih Bahasa : Susanna Prayoga

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)

Terbit : Cetakan Pertama, 2021

Tebal :  130 halaman

ISBN : 978-623-04-0516-7

Genre : Children Book (U 7+)

Rating : 4/5 bintang

Harga buku : Rp 67.000

Baca via Gramedia Digital

 

Sinopsis Buku :

Keluarga Kitty sangat istimewa. Ibunya adalah seorang pahlawan super. Kitty tahu, suatu hari nanti dia juga akan memiliki kekuatan super dan menjadi seorang pahlawan.

Saat Figaro si kucing masuk melalui jendela kamarnya dan meminta bantuan, Kitty sadar hari itu tiba lebih cepat daripada yang dia duga. Namun, dunia di malam hari adalah tempat yang menakutkan. Apakah Kitty cukup berani menghadapi kegelapan malam untuk melakukan petualangan pertamanya sebagai pahlawan super?

Yuk simak kisahnya dan lengkapi serinya!

 

Review Buku :

Buku Kitty Sang Pahlawan Super merupakan buku pertama dari seri Kitty. Awalnya saya salah baca urutan novelnya, jadi saya malah baca novel Kitty dan Harta Karun Harimau Emas lebih dulu. Hehe. Tapi gpp deh ya. Yang penting lanjut baca seri ini.


Baca juga : Review Buku Kitty dan Harta Karun Harimau Emas


Buku anak ini mengisahkan tentang Kitty yang merupakan gadis cilik. Ia sadar bahwa keluarganya istimewa karena ibunya merupakan pahlawan super yang sering menolong orang di malam hari. Jadi, Kitty pun berharap suatu saat ia akan menjadi pahlawan seperti ibunya. Tapi, hari yang ia nantikan itu justru datang lebih awal.

Saat Kitty bertemu seekor kucing yang meminta tolong pada ibu Kitty, namun ibunya sudah lebih dulu pergi dari rumah untuk melaksanakan tugasnya. Jadi, Kitty pun dimintai tolong untuk menyelesaikan tugas itu. Tak disangka, Kitty justru mau menerima permintaan itu, meskipun awalnya tak mengira bahwa kemampuan superheronya bisa ia gunakan saat ini.

Ya, Kitty mengira jika ia akan menjadi superhero seperti ibunya saat ia sudah dewasa. Namun, Kitty mendapatkan kekuatan dari sinar bulan justru saat ia masih kecil. Jadi, apakah Kitty bisa mewujudkan impiannya untuk jadi pahlawan super?

Baca aja deh buku ini! ;)

 

***

Menurut saya, kisah Kitty ini unik ya. Cara penulis menggambarkan Kitty yang terkesan penakut di bab awal itu bikin saya mikir, “Iya juga ya. Namanya anak-anak pasti ada rasa takutnya. Nggak seperti orang dewasa yang bisa mengatasi rasa takutnya sendiri.”

Kitty justru dibantu oleh para kucing yang percaya bahwa dia bisa melakukan misi penyelamatan kucing yang nyasar itu. Berkali-kali Kitty selalu bilang bahwa ia bukan pahlawan super yang sebenarnya, alias dia baru kali ini mengalami petualangan yang menakjubkan. Jadi, Kitty pun mendapat anugerah kemampuan untuk menjadi superhero di usia yang sangat belia.

 

“Katsumi, ini teman baruku, Kitty. Dia memiliki kekuatan istimewa seperti ibunya. Itulah sebabnya aku memintanya untuk menolong kita.”

“Aku bukan pahlawan super sungguhan...”

“Tentu saja kamu adalah pahlawan super sungguhan!” (hlm. 45)

 

Kitty nggak suka kegelapan, karena ia takut dengan gelap. Tapi, kekuatan super yang dimilikinya membantunya untuk bisa melihat dalam gelap. Kekuatan super itu mirip dengan kekuatan kucing. Jadi, Kitty bisa berlari cepat tanpa terdengar oleh orang lain, ia juga bisa melihat dengan jelas dari kejauhan dengan kekuatan mata kucingnya di malam hari.

Selain itu, pendengaran Kitty juga meningkat tajam hingga ia bisa mendengar suara benda yang letaknya jauh sekali dari tempatnya berdiri. Wow banget, kan?

 

“Kamu siap? Aku akan melompat ke seberang sana.”

“Maksudmu menyeberang sejauh itu? Jaraknya terlalu jauh. Oh, kita berdua akan jatuh!”

“Jangan khawatir, aku sudah melakukannya tadi. Lagi pula, aku punya kekuatan super yang membantuku menyeberang.”

“Jadi, kamu pahlawan super sungguhan?”

“Aku masih belajar. Ini petualangan pertamaku!”

“Aku percaya padamu! Aku akan berpegangan erat saat kamu melompat!” (hlm. 74)

 

Berkat rasa percaya yang diberikan oleh para kucing yang baru mengenalnya, Kitty pun mulai bisa menjalankan misinya untuk menyelamatkan para hewan di malam itu. Awalnya, Kitty tidak percaya bahwa ia bisa melakukan tugas itu, tapi rasa percaya yang bertubi-tubi datang padanya membuatnya jauh lebih berani. Apalagi ia ingat ucapan ibunya bahwa :

 

“Jangan biarkan rasa takut menghalangimu. Kamu lebih berani dari yang kamu kira!”

 

Berbekal rasa percaya dan juga nasihat ibunya, Kitty menjalankan misi itu dengan jauh lebih baik. Ia bisa menolong kucing kecil yang terjebak di atap menara jam.


Yang bikin saya merasa buku ini bagus adalah saat penulisnya meggambarkan interaksi antara Kitty dengan para kucingnya, juga dengan ayah dan ibunya. Kitty sangat nyaman berada di dekat ayah dan ibunya, ia pun mudah mendapatkan teman, misalnya kucing orange yang terlantar di dekat menara jam besar di tengah kota. Kucing itu diselamatkan olehnya.

 

Penulis membuat kisah Kitty ini menjadi lebih trenyuh saat kucing yang diajaknya masuk itu ternyata sudah tidak punya keluarga. Jadi, kucing ini juga masih malu-malu untuk menerima ajakan Kitty masuk ke dalam rumahnya. Ya, seperti kucing di dunia nyata, kan? Hehe

 

Kitty ini mengingatkan saya dengan super hero seperti Catwoman atau pun Saras 008. Wkwk. Emang agak random banget sih, tapi super hero yang bagus memang butuh lebih dari lucky ya, karena mereka juga kerja dengan strategi dan taktik. Nggak asal nolong orang atau hewan lainnya. Mereka menajamkan intuisi dan kemampuan yang didapatkan dari keluarga.

 

Saya masih penasaran dengan ibu Kitty yang hampir tiap malam hari nggak ada di rumah karena bertugas sebagai superhero. Ya, kalau saya jadi Kitty juga pasti ngambek pas mau tidur malah ibunya nggak ada. Haha.

 

Di buku ini diceritain Kitty akan lebih dekat dengan ayahnya karena tiap malam ayahnya justru membacakan dongeng untuknya.

 

Nah, penasaran banget nih. Ayahnya ini apa nggak ada kekuatan superhero seperti Kitty dan ibunya? Kenapa ayahnya tetap bisa di rumah, bukan keluar rumah setiap malam seperti ibunya? Kan aneh ya. Wekeke

 

Saya jadi mikir kalau beneran ayahnya nggak punya kekuatan superhero, trus ayah Kitty ini seperti muggle di dunia sihirnya Harry Potter dong? Kan nggak keluar rumah di malam hari berarti menandakan dia nggak ada kekuatan superhero, karena superhero kerjanya malem hari. Nah lho? Hehe. Gimana nih? :p

 

Yang bikin seru sih pengalaman Kitty pertama kali menjelajah dunia di malam hari. Rasanya seru aja, jadi ikutan ngebayangin gimana sensasi Kitty berjalan di bawah sinar rembulan. Aduhai, indah dan bikin deg-degan. Seru dan menegangkan saat nolongin kucing di atap menara jam.

 

Overall, saya suka novel Kitty Sang Pahlawan Super ini, meski ya masih ada tanda tanya tentang ayah Kitty ini ya. Hehe. Jadi, apa bakalan baca lanjutannya? Ya, kalau di Gramedia Digital hanya ada 2 judul aja yang bisa didownload. Jadi buat sementara, saya baca ebook ini aja. :D  Semoga lain waktu saya bisa nemu lanjutannya entah dalam bentuk ebook atau buku fisik.

 

Nah, selamat membaca ya!

 

2 comments:

  1. Tadinya saya pikir Kitty itu nama kucing soal ini buku anak eh ternyata bukan. Malah Kitty jadi superhero dibantu sama kucing untuk menyelamatkan kucing atau hewan lainnya.

    ReplyDelete
  2. aku kurang 20 halaman kelar baca ini beb, ringan banget.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^