22 September 2021

[Resensi Buku] Best Friend Bride by Kat Cantrell

 



Judul Buku : Pengantin Sang Sahabat

Judul Asli : Best Friend Bride

Pengarang : Kat Cantrell

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : Cetakan Pertama, 2021

Tebal : 232 halaman

ISBN : 978-602-06-5330-3

Genre : novel romance /Harlequin (U 21+)

Rating : 4/5 bintang

Baca via Gramedia Digital

 

Sinopsis Buku :

 

Yang Jonas Kim perlukan untuk menjadi CEO perusahaan milik keluarganya hanyalah merger bisnis yang berjalan mulus. Dan untuk mencapai hal itu, ia membutuhkan pernikahan. Di situlah Viviana “Viv” Dawson, sahabat Jonas, berperan. Ia bersedia menikah dengan sahabatnya sampai kesepakatan bisnis pria itu tercapai.

Lagipula, tak sulit menjalani peran sementara itu, mengingat perasaan  terpendamnya kepada Jonas. Akan tetapi, setelah terikat oleh pernikahan, Viv mendapati dirinya tak ingin merelakan cintanya kepada Jonas begitu saja...

 

Resensi Buku :


Novel Pengantin Sang Sahabat (Best Friend Bride) ini merupakan satu dari tiga judul novel series karya Kat Cantrell. Novel ini masuk dalam kategori novel Harlequeen Koleksi Pilihan. Judul ini terbit di negara asalnya sejak tahun 2017, sedangkan di Indonesia baru terbit tahun 2021. Novel ini terbilang ‘butuh kipas’ ya, karena udah tahu sendiri genrenya apaan. Yang bikin saya tertarik justru waktu baca sinopsis novelnya.

Jonas Kim ini seorang pengusaha di Amerika keturunan Korea Selatan. Sayangnya, ia harus meyakinkan kakeknya pemilik perusahaan besar di Korea Selatan agar ia bisa merger dengan perusahaan kakeknya. Well ya, sekelas chaebol gitulah. Makanya pas Jonas mau nikah pun harus diatur biar dia bisa nikah dengan cucu dari sahabat kakeknya yang sesama pengusaha ternama.

Sayangnya, Jonas nggak mau perjodohan itu terjadi karena dia ngerti calonnya itu pun udah punya kekasih. Jadi, buat apa berusaha menikah jika hanya menutupi kekasih calonnya itu? Kan ya lucu kalau akhirnya nanti Jonas harus terlibat masalah berat. Makanya dia milih cari jalan lain agar dia tetap bisa merger meskipun harus menikah dengan perempuan lain.

Dan perempuan itu adalah sahabat baiknya sendiri, Viviana Dawson, yang dikenalnya selama setahun. Duh ya... nikah sama sahabat sendiri gimana rasanya?

Masalahnya, sahabat Jonas ini seorang perempuan yang nggak menunjukkan tanda-tanda romansa dalam dirinya. Selama setahun berkenalan dengan Viv yang berawal dari Cupcaked, toko kue milik Viv, Jonas tidak pernah melihat tanda-tanda Viv suka sama dia. Suka sebagai pasangan ya.

Tapi Viv ini orang yang pekerja keras, lebih milih mengembangkan toko kuenya dibanding mikirin romansa dengan lelaki. Jadi, karena alasan itu pula Jonas meminta Viv untuk menikah dengannya. Ya, sebuah pernikahan palsu alias pura-pura.

Pernikahan Jonas dan Viv pun berlangsung secara sederhana dan membuat mereka pun menjadi pasangan baru. Masalah muncul ketika kakeknya tiba-tiba datang dari Korea untuk ketemu dengan Jonas.

Jonas jelas khawatir kalau kakeknya bisa mengendus permainan yang dibuat oleh Jonas. Makanya pas kakeknya ngajakin Jonas dan Viv ketemu keluarga besar yaitu ayah, ibu dan kakek Jonas, Viv dan Jonas pun harus pura-pura saling jatuh cinta.

Masalah demi masalah muncul. Demi memuluskan pernikahan palsu itu, mereka berusaha untuk terlihat seperti pasangan yang nyata. Dimulai dari saling sentuhan tangan, memuji pasangan di depan mertua dan kakeknya, hingga tinggal dalam satu kamar. Ya, mau gimana lagi. Kan emang udah jadi suami istri toh? :p Padahal itu cuma pernikahan palsu yang bisa sewaktu-waktu dibatalkan karena Jonas memang berkeinginan untuk membuat pembatalan pernikahan.

Tapi... waktu semakin cepat berlalu, selama 5 minggu mereka semakin dekat dan menjalin relasi layaknya suami istri sungguhan. Duh...

Lalu, gimana cara Jonas untuk menghentikan pesona Viv yang semakin membuatnya kagum dengan kecantikan istri pura-puranya itu?

 

***

 

Novel Best Friend Bride ini terbilang ringan hingga bisa dibaca dalam waktu sehari. Konfliknya pun nggak banyak ya. Misalnya : konflik antara Jonas dan Viv, konflik Jonas dengan dua sahabatnya, dan konflik Jonas dengan kakeknya. Mari diurai satu per satu agar terlihat di mana sisi menarik novel ini.

Konflik antara Jonas dan Viv berawal dari perjanjian pranikah yang dibuat oleh Jonas. Jonas menawari Viv menikah agar ia bisa merger dengan perusahaan besar milik kakeknya di Korea. Sedangkan Viv bilang ia butuh Jonas untuk membantunya mengembangkan Cupcaked, toko kue yang dimilikinya. Jonas menawarinya mengecek keuangan dan perkembangan toko kue itu.

Sebenarnya, Viv dan Jonas sama-sama suka bekerja. Jadi alasan Jonas menawari menikah dengan Viv memang karena kesamaan visi antara keduanya. Sama-sama suka kerja, sama-sama merasa santai dan menemukan kecocokan satu sama lain setelah kenalan setahun lamanya.

Selain itu, Viv mau untuk diajak kerjasama dengan embel-embel membantu sahabat sendiri. Ya, mau gimana? Mereka memang hanya sahabat, tanpa rasa cinta atau romansa diantara keduanya. Viv tak pernah terlihat memandang Jonas dengan rasa kagum yang tampak seperti perempuan jatuh cinta. Mereka berinteraksi layaknya sahabat pada umumnya.

Bahkan alasan Jonas menikah dengan Viv karena perempuan itu terlihat santai membicarakan hubungan keduanya. Sebetulnya, tanpa Jonas sadari, alasan Viv mau menerima Jonas untuk menikah dengannya karena memang dia sudah jatuh cinta pada laki-laki itu sejak lama. Namun, Viv bisa menyembunyikan rasa cinta itu dan tidak menunjukannya secara berlebihan.

Yang tidak pernah Viv tahu adalah masa lalu Jonas dengan para sahabatnya. Jonas memiliki janji yang diucapkannya bersama dengan Warren dan Hendrix di saat pemakaman Marcus, sahabat mereka sepuluh tahun lalu.

Saat itu, Marcus meninggal karena bunuh diri akibat depresi perihal cinta. Perempuan yang dicintainya plin plan dan meninggalkan Marcus hingga laki-laki itu merasa hidupnya tak berharga.

Jonas dan dua sahabatnya menganggap bahwa jatuh cinta dengan perempuan akan membuat hidupnya sulit dikendalikan dan bisa lepas kontrol. Masalahnya, ia tak mau dibutakan oleh cinta hingga bisa depresi seperti Marcus. Ia tak mau mati konyol hanya karena cinta yang bisa jadi membunuhnya jika ia kehilangan perempuan yang dicintainya.

 

“Marcus depresi selama beberapa minggu, tapi mereka semua meremehkan kondisinya. Gengsi dan patah hati khas pria. Siapa yang tidak pernah menjadi korban sikap plinplan wanita? Namun Marcus makin depresi dan tak satu pun dari mereka yang menyadari itu. Itulah masalahnya dengan cinta. Cinta membuatmu melakukan hal-hal gila, di luar kebiasaan. Seperti : bunuh diri.” (Bab 5)

 

Jonas telah bersumpah di makam Marcus untuk tak akan dikendalikan oleh cinta. Karena itu, selama ini ia selalu menarik diri dari hubungan serius dengan setiap perempuan yang jatuh cinta dengannya. 

Setiap kali Jonas melihat tanda-tanda perempuan itu sangat intens berinteraksi dengannya, Jonas akan mengambil alih kendali dan menghilang dari kehidupan perempuan itu.

Tapi anehnya, saat Jonas berkenalan dengan Viv selama setahun, perempuan itu tak pernah menunjukkan tanda-tanda cinta pada Jonas. Viv selalu bisa mengendalikan perasaannya selayaknya sahabat perempuan yang bisa berbagi cerita apa saja, seburuk apapun cerita itu. Viv memberi rasa nyaman yang tidak bisa Jonas dapatkan dari perempuan lain.

 

Tak disangka Viv dan Jonas pun mengiyakan ajakan pernikahan palsu itu. Pernikahan yang bisa dibatalkan sewaktu-waktu terserah Jonas kapan mau memutuskan untuk bercerai atau mengajukan pembatalan pernikahan.

Saat itu, Viv mengira ia akan bisa bersikap baik-baik saja. Ia akan bisa mengendalikan kecanggungan akibat perubahan status mereka. Namun, Viv baru sadar bahwa menikah dengan sahabatnya sendiri memberi rasa cinta yang sulit dikendalikan olehnya.

Selama ini Viv berpura-pura tidak peduli dengan romansa dengan Jonas, padahal ia sering berkhayal bahwa laki-laki itu akan memiliki perasaan cinta yang sama besarnya dengannya. See? Apakah Jonas dan Viv akan melihat rasa cinta itu atau tidak?

Viv dan Jonas terlibat dalam perjanjian yang membingungkan. Tapi, di satu sisi Viv tetap berusaha terlihat seperti istri sungguhan. Itu alasan Viv masih mau menaruh hormat pada keluarga Jonas. Bahkan saat kakeknya pun menanyakan tentang Viv, Jonas pun memujinya demi memuluskan kepura-puraannya di depan kakeknya.

 

“Kau sering menyinggung tentang bisnis istrimu. Apa dia tak memiliki minat lain?”

“Kakek tak mengerti. Toko rotinya lebih daripada sekadar bisnis. Itu perpanjangan dirinya. Siapa pun bisa memberi sekotak adonan cupcake dari rak toko grosir. Itu mudah. Viv menghabiskan berjam-jam di dapur membuat sesuatu yang spesial dengan kuenya yang pelanggan sangat sukai.”

“Sepertinya, kau pun jatuh cinta pada cupcakenya.” (Bab 7)

 

Yang membuat kisah ini seru adalah perkembangan karakter Jonas yang awalnya sama sekali tak percaya cinta, memiliki trust issue yang parah, namun ia bisa melewati semuanya setelah melihat sikap dan ucapan Viv yang membuatnya yakin bahwa ia telah jatuh cinta dengan perempuan itu.

 

“Viv... Kau temanku, kekasihku, istriku, segalanya bagiku. Sewaktu aku bersumpah untuk tak pernah jatuh cinta, itu karena kebodohanku. Karena kupikir cinta itu hal buruk. Sesuatu untuk dihindari. Kau mengajariku sebaliknya. Dan aku  tak mengabaikan fakta aku mengucapkan sumpah denganmu. Sumpah yang melampaui janjiku pada Warren dan Hendrix sebelum aku benar-benar memahami apa yang bersedia kuserahkan. Aku tak menginginkan itu lagi. Tak ingin berpura-pura. Yang berusaha kukatakan, dan tidak kulakukan dengan sangat baik adalah aku juga mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku takkan menyalahkanmu jika kau perlu mendengarnya seratus kali lagi untuk memercayaiku.” (Bab 10)

 

Pada akhirnya, jatuh cinta dengan orang yang tepat akan membantu seseorang untuk menyembuhkan luka di masa lalunya. Seperti yang dialami oleh Jonas.

Jonas hanya perlu menemukan perempuan yang membuatnya percaya bahwa cinta sejati itu ada dan nyata. Jonas hanya perlu yakin bahwa cinta tak akan membuat ia binasa, seperti yang dialami oleh sahabat baiknya, Marcus.

Jonas hanya perlu yakin untuk memulai lagi lembaran baru dengan rasa cinta yang jauh lebih kuat dan rasa nyaman dengan Viv sebagai perempuan yang dicintainya.

 

“Aku tak ingin menjadi wanita yang menjadi penghalang antara kau dan teman-temanmu.”

“Mustahil. Karena kaulah wanita yang menjadi temanku. Aku tak ingin itu berubah.” (bab 10)

 

Sebagian besar laki-laki akan lebih mementingkan sahabat laki-lakinya, apalagi jika sudah bersahabat sejak dulu. Namun, Jonas jelas menemukan rasa nyaman yang tak dapat ia temukan dari orang lain. Itu sebabnya ia bilang bahwa hanya Viv-lah perempuan yang menjadi temannya, juga teman hidupnya.

Saya rasa kisah Viv dan Jonas ini pasti pernah juga dialami oleh orang lain. Kisah cinta nggak semudah jatuh pada pandangan pertama, lalu menjalin hubungan selamanya sebagai pasangan romantis.

Romansa di antara sahabat laki-laki dan perempuan seringkali timbul dengan sendirinya, namun bisa jadi salah satunya bertepuk sebelah tangan. Karena kadang kita pun bisa merasa canggung jika harus menikah dengan orang yang sudah lama dikenal, apalagi jika orang itu adalah sahabatmu sendiri.

 

Teman tapi mesra?

Friend with benefit?

Sahabat rasa pacar?

 

Sepertinya label-label semacam itu memang tumbuh di antara ruang-ruang hati yang sulit ditebak.

Kalau sahabat jadi cinta, pastinya butuh keberanian dan kejujuran untuk mengungkapkannya tanpa rasa bersalah dan kecanggungan di antara keduanya. Itu sebabnya, saya rasa Viv dan Jonas telah melewati banyak hal yang bisa membuat hubungan mereka bisa lebih bertahan dalam waktu yang lama. Bukan hanya cinta platonik, namun cinta sejati yang sesungguhnya.

Overall, 4 bintang untuk novel Best Friend Bride ini.

1 comment:

  1. Membaca ulasan di atas soal gimana hubungan pernikahan Jonas dan Viv, saya jadi ingat nasib pernikahan Bian dan Tari di film Wedding Agreement. Awalnya mereka tidak suka, tapi seiring waktu mereka saling menghormati dan cinta tumbuh bersamaan.

    Buku ini kayaknya punya kisah cinta yang manis :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^