8 April 2022

[Review Buku] Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku by JS. Khairen

 



Judul Buku : Hal Yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku 

Penulis : JS. Khairen

Penerbit : Bukune

Terbit : 2021

Tebal : 298 halaman

ISBN : 978-602-220-402-2

Genre : kumpulan cerita pendek

Rating : 4,5/5 ⭐

Harga : Rp 110.000

Bisa dibeli di Shopee


❤❤❤


[Sinopsis Buku] Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku - JS. Khairen


Daftar Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku:


No: 119: Aroma parfum di kerah baju. Aromanya hinggap tak sampai satu detik, lenyapnya butuh waktu seumur hidup.

No. 071: Kantong berisi tumpukan karcis bioskop. "Biar jadi kenang-kenangan."

No. 029: Hasil foto-foto di photo box. 

No. 015: Fotokopian catatan statistika lanjutan. Gara-gara kamu aku ngulang mulu, nih! Dasar tak tahu diuntung!

No. 009: Harapan melihat sepatumu terhenti di pintu rumah. Kau masuk dan menyalami kedua orang tuaku lalu "Om, Tante, bolehkah aku memanggilmu Papa dan Mama?"


Ada dua puluh delapan cerita di buku ini. Bersiaplah, mungkin saat membacanya, kamu akan terbawa berbunga-bunga. Cerita tertentu bisa juga membawa tawa sekaligus kesedihan. Atau kemungkinan terbaiknya, membuatmu mengenang sesuatu yang tidak dia bawa pergi saat meninggalkanmu.


❤❤❤


[Review Buku] Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku - JS. Khairen



Ada 28 cerita pendek di buku kumcer berjudul Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku. Karya JS Khairen @js_khairen
Terbitan @bukune

Buku kumcer yang mengikat benang merah bernama kenangan, bukan hanya sebagai pembuka cerita, tapi juga sebagai bagian dari masa depan seseorang. 

Cetakan pertama terbit April 2019, bulan Februari 2022 ini cetak ulang lagi. 

Buku setebal 298 halaman ini mampu membawa pembaca seperti saya terbawa kisah yang menghangatkan hati. ❤

Dimulai dari kumcer berjudul "Bertemu Sekali Lagi" yang membawa saya berkenalan dengan Nenek Kinanti yang hidup di dunia serba modern pada tahun 2376 ketika teknologi sudah sangat maju. 

Kenangan manusia bisa dipanggil sesuka hati saat sakit dan membawa kenangan itu sebagai kebahagiaan meski hanya lewat kedipan mata dan senyuman saja. 

"Makna senyum menjadi jauh lebih dalam, ketika mata juga ikut tersenyum." 



 
Ada sebuah cerpen bagus berjudul "Risau Ayah" yang mengisahkan tentang perjuangan seorang mahasiswa agar ia bisa diperbolehkan untuk ikut melaksanakan tugas mata kuliah di kampusnya yaitu pergi ke luar negeri sendirian. 

Tujuan dari tugas kuliah ini adalah menelusuri jejak di belahan dunia yang asing agar bisa melihat cara seseorang survive di tengah keterbatasan. Baik kendala bahasa, uang, maupun adaptasi lainnya. 

Tempat yang dikunjungi tidak boleh menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Malaysia yang serumpun dengan Asia Tenggara. Selain itu, 1 orang hanya boleh pergi ke 1 negara, jadi yang lain pada rebutan destinasi deh. 😂

Selain itu, persiapannya terbilang sangat singkat yaitu 2 minggu sudah harus berangkat. Juga hanya boleh menggunakan dana pribadi dari kantong sendiri, bukan dari uang orang tua. 

Para mahasiswa pun berjibaku untuk bekerja menjual barang maupun jasa agar bisa mendapatkan uang untuk keluar negeri. Ada yang jualan tiket konser, jasa, kue, dll. 

Yang menarik dari cerpen "Risau Ayah" ini adalah saat tokoh mahasiswa ini harus berjuang untuk meyakinkan ayahnya agar diperbolehkan pergi keluar negeri. 

Awalnya ayahnya sangat paranoid. Selain itu ayahnya selalu khawatir karena takut anaknya kenapa-napa di luar negeri sendirian. 

Ya... padahal inti dari mata kuliah ini adalah bagaimana cara seseorang bisa survive dan bisa menghasilkan uang untuk mencapai tujuan finansialnya yaitu ke luar negeri dan menjelajah belahan dunia lainnya.

Tokoh mahasiswa ini pun harus berjuang untuk meyakinkan ayahnya agar ia bisa mendapat izin. Ia harus bisa mempersiapkan visa, paspor, tiket, akomodasi, dan lain-lain dalam waktu yang sangat singkat. 

Yang menarik dari cerpen ini adalah bagaimana seorang mahasiswa dibenturkan dengan kenyataan bahwa seringkali orang tua masih menganggap kita sebagai seorang anak kecil yang harus terus-menerus diberi tempat aman. 

Hmm... padahal saat kita diberi keyakinan dan kepercayaan maka sebenarnya kita bisa bertumbuh dengan cara yang lebih baik. Lebih cepat mengapakkan sayapnya, tanpa merasa ketergantungan dengan orang tua ataupun orang lain.

❤❤❤



Ada lagi cerpen berjudul "Antrian" yang meski sebenarnya berisi kisah yang tragis, tapi dikisahkan dengan ringan dan hangat. Cerpen tentang pencarian jodoh yang berujung keikhlasan karena jodohnya masih ngantri, bund~😅

Penulis memberi gambaran bagaimana kisah orang yang harus menunggu antrian nikah karena saudara perempuan sebagai anak pertama belum menikah. 

Kalau di Jawa, pamali nikah nglangkahi . Tapi benarkah kisah jodoh bukan hanya sebatas mencari, menemukan lalu cocok. Selesaikah? Belum tentu. 

Seperti kata ayah Yoma, 

"Nak, pernikahan itu akan banyak badainya. Tidak melulu manis-manisan. Akan ada berkelahinya. Akan ada orang ketiga. Akan ada yang menjerumuskan. Akan ada rugi bisnis, akan ada jatuh keuangan, banyak sekali ujiannya. Ada saat kita harus sabar, tapi bukan sabar yang biasa-biasa saja. Sabar yang tak perlu ada alasan kenapa harus sabar."(hlm 50) 



Suka dengan ending kisah ini yang bisa dibilang unik. Ada closure dari kisah Yoma, dan kisah Cecil juga ada titik terang.


Anyway, cerpen lainnya bisa dibaca sendiri di buku ya. Yang mau pesan bisa hubungi ig @js_khairen. Biar bisa dapat edisi tanda tangan dan ucapan khusus berisi quotes ketikan. .

Nah, selamat membaca! 😊








1 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^