Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

6 October 2013

Resensi KKJD: Hilangnya Berlian Pink-Haya Aliya Zaki

hilangnya berlian pink (doc: mba yas marina)


Judul               : KKJD : Hilangnya Berlian Pink  
No. ISBN       : 9789790669086 
Penulis               : Haya Aliya Zaki 
Penerbit               : DAR! Mizan 
Tanggal terbit     : Juni - 2012 
Halaman              : 149 
Harga                   : Rp. 35.000


SINOPSIS BUKU - KKJD : Hilangnya Berlian Pink

Tak ada Prancis, Singapura pun jadilah! Yang penting, Vina tetap bisa pergi liburan seru sambil menambah pengetahuan tentang fashion. Apalagi, pergi bareng dua sepupunya yang heboh; Kay yang jago taekwondo dan Shofie yang merasa dirinya mobil.

Duh, penyakit apa pula ini? Hihihi... Tapi, ya, ampuuun! Ternyata liburan mereka  betul-betul seru...! Sampai-sampai, mereka terlibat dalam kasus hilangnya sebutir berlian pink yang harganya selangit. Liburan sambil kejar-kejaran dengan penjahat... siapa takut? Baca dan bantuin ngejar, yuk! 

Resensi : 

Siapakah yang ingin berlibur ke Singapura? Ayo, tunjuk tanganmu, teman! ;) Seperti orang dewasa, anak-anak pun butuh liburan setelah ujian selesai. Nah, dalam novel anak ini dikisahkan Vina dan kedua sepupunya yaitu Kay dan Shofie, mendapatkan tiket untuk berlibur di negeri Singapura.  Singapura jadi pilihan setelah Prancis negara tujuan pertama dicancel. Di Singapura, tanpa sengaja mereka terjebak dalam sebuah petualangan yang menakjubkan. Petualangan ini bermula ketika tante Lulu kehilangan berliannya. Berlian berwarna pink mustahil bisa hilang begitu saja, pasti ada yang mencurinya apalagi sebelumnya memang ada kejanggalan yang mengarah pada pencurian berlian. Sindikat yang diduga mencuri berlian itu tentu bukan orang biasa.


Vina dan kedua sepupunya menelusuri penjahat tersebut lewat sketsa yang dibuat Vina, hingga mereka sampai di Snow City. Dari penyelidikan, Vina mendapat petunjuk yaitu kata-kata yang diucapkan penjahatnya “dua tujuh”, “rumah” dan “rindu”. Lalu apa hubungan antara penjahat yang mencuri berlian itu dengan angka dua tujuh dan rumah rindu? Dengan cara apa ketiga anak itu bisa mendapatkan kembali berlian yang hilang? Lalu apakah penjahatnya akan tertangkap?

Semuanya dibahas tuntas di novel anak setebal 124 halaman ini. Mba Haya sebagai penulisnya menjabarkan tentang kisah detektif. Tentu, anak-anak seusia Vina, suka dengan petualangan. Rasa ingin tahu membawa Vina menantang bahaya demi menemukan berlian yang hilang. Bahkan dia sempat melihat penjahatnya bertemu seseorang di Snow Country. Suatu perbuatan yang terlalu berani untuk anak seusianya.

Btw, saya suka dengan bahasa di novel ini. Halus dan santun. Alurnya yang bergerak cepat membuat saya kesulitan untuk memilah mana petunjuk yang sesuai dengan prediksi. Sehingga pembaca digiring terlalu cepat ke arah jawaban. Mungkin jika sisi detektifnya lebih kuat, konfliknya bisa lebih kompleks lagi. Yang saya harapkan dari novel ini ada adegan Vina menyamar saat ada di Snow Country. Sayangnya, Vina justru menjadi dirinya sendiri dan sempat kehilangan kendali karena banyak melamun. Kalau karakter Vina sebagai detektif lebih kuat sisi penasarannya, mungkin lebih kisah akan kompleks dan lebih menarik lagi ya. Nah, sekian saja resensi kali ini, see you next post! :)

3 comments:

  1. ilaaaa........ waaahh detektif cilik ya...
    jadi inget Conan dunk ya..

    Mbak Haya emang dikenal dengan bahasanya yang Halus dan santun..

    sukses buat Ila, resensi2nya dan buat Mbak Haya juga.... semangat!

    ReplyDelete
  2. Jiaaah jadi tersipu-sipu, nih. :D Makasih atas resensinya. Makasih juga atas masukannya. Masuk agenda perbaikan, nih. Sukses ya, Ila. :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^