Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

12 April 2015

[Resensi Buku] Bermain Api - Enid Blyton

Judul : Bermain Api (Sapta Siaga #11)
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan keenam, Mei 2012
Tebal : 152 hlm.
ISBN : 978-979-22-7774-6
Rating : 4/5


Sapta Siaga kecurian! Pakaian dan uang tabungan mereka hilang. Mereka menduga pencurinya tentulah Trio Rewel, kelompok detektif yang didirikan Susie dan dua orang kawannya. Susie memang usil dan suka mengganggu. Tapi, apakah dia sejahat itu?

***

Seri Sapta Siaga ke-11 ini membahas petualangan anak-anak menemukan pencuri uang dan pakaian boneka jemari. Awalnya, Sapta Siaga ingin membuat acara sendiri di dekat rumah Peter. Peter dan kawan-kawan menabung untuk membeli petasan. Uang disimpan di gudang bersama dengan boneka jerami yang mereka dandani dengan pakaian kumal. Boneka jerami akan dibakar di api unggun bersama dengan petasan yang mereka kumpulkan.

Sebelum itu, ada kejadian aneh. Rumah nenek Colin kecurian, dan pelakunya adalah dua orang yang dilihat Peter dan teman-temannya di pondok penjaga kebun mereka bernama Mr. Burton. Tapi ada satu orang lagi yang ikut mencuri dan belum tertangkap. Jack menduga orangnya sama dengan yang ia lihat di pondok Mr. Burton. Jack sempat mencatat ciri orang itu. Peter berniat melaporkan temuan Jack pada polisi agar kasus segera terpecahkan.

Tapi, sejak uang dan pakaian itu hilang di gudang, Peter curiga bahwa Trio Rewel yang diketuai oleh Susie yang melakukannya. Susie memang nakal, tapi apa dia yang mencuri dua barang itu dan juga mengacak-acak api unggu yang sudah disusun? Tak ada petunjuk. Sampai Peter berinisiatif untuk mencari jejak di sekitar api unggun. Ada seseorang yang terlihat sedang menguburkan sesuatu dengan sekop di hutan terdekat. Siapa orang itu? Apakah penjahat yang sama yang meresahkan kedamaian Sapta Siaga?

***

Petualangan Sapta Siaga kali ini seru. Anak-anak benar-benar mempersiapkan mainannya dengan sebaik-baiknya. Dengan mencari sendiri kayu untuk api unggun di hutan, lalu menjahit boneka jerami, bahkan mencari baju yang sudah tidak terpakai. Ada lagi tabungan untuk membeli petasan. Misteri yang dipecahkan oleh Sapta Siaga tidak terlalu menegangkan, sampai terjadi penangkapan di dekat api unggun. Cara penulis menggambarkan penyamaran si pelaku untuk mengelabui anak-anak dan polisi sungguh canggih. Coba tebak di mana ia bersembunyi di lapangan disertai hujan yang turun? :D

Susie sangat benci pada Sapta Siaga karena tidak diizinkan bergabung. Ia sangat iseng dan sering membuat lelucon konyol. Peter marah saat Susie iseng. Ia punmengerjai Susie dengan mengatakan bahwa api unggun dibuat di atas bukit. Meski awalnya menjadi musuh, namun anak-anak mulai berbaik hati menerima Susie untuk masuk dalam kehidupan Sapta Siaga. Setelah terbukti siapa pelaku utama pencurian. Susie bisa bermain dengan Sapta Siaga. Pengalaman ini membuat anak-anak, termasuk Janet jadi suka dengan Susie. Ini bukti bahwa anak-anak pun bisa bersahabat dengan orang yang awalnya tidak mereka suka.


Saya suka kata kunci yang diubah-ubah sesuai kebutuhan. Misal kata sandi di seri ini: Willie Winkie. Unik kan? Ada juga suasana yang menyenangkan seperti saat anak-anak memilih seorang bendahara. Pemilihan ini menggunakan voting. Saat nama Peter keluar, ia nyengir dan bilang bahwa meski yang lain memilihnya menjadi bendahara, namun ia tidak memilih namanya sendiri. Ia memberikan suaranya pada Jack. Wah, seru ya pemilihannya. ;) Meski awalnya saya ngeri membayangkan anak-anak memainkan petasan, namun cerita bergulir asyik. Hanya Skippy yang tidak ikut bergabung di malam api unggun karena ia ketakutan mendengar suara petasan. :D 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^