12 April 2015

[Resensi Buku] Kue Pai Lola dan Gori si Raksasa - El Firdaus



Judul : Kue Pai Lola dan Gori si Raksasa
(Lola’s Winning Pie and Gori The Giant)
Pengarang : El Firdaus
Penerbit : Progressio
Terbit : Juli 2013
Tebal : iv + 47 hlm.
ISBN : 978-979-055-490-0
Rating : 4/5


Lola ingin ikut dalam perlombaan membuat kue. Namun ia tahu bahwa jurinya adalah Nenek Juwit, yang tidak suka memakan kue pai buah ek. Padahal Lola hanya bisa membuat kue itu. Saat Lola hampir menyerah, ia malah menemukan sebuah buku resep membuat kue. Lola membuat kue dari resep yang ada di buku. Nama kue itu, kue pai bulan. Ternyata Nenek Juwit suka dengan kue buatan Lola.


Pak Bulgogi, kepala koki istana ratu peri, melihat Lola membawa buku resep di ketiaknya. Ternyata buku itu milik Pak Bulgogi. Lola akhirnya mengaku pada Nenek Juwit dan Pak Bulgogi bahwa ia menggunakan resep yang ada di buku. Ternyata Pak Bulgogi mengatakan hal yang menyenangkan. Ia bilang bahwa Lola beruntung karena ia mencoba resep yang belum pernah dipraktikkan olehnya. Nenek Juwit pun mengumumkan pemenangnya adalah Lola.



Gori si Raksasa selalu marah-marah. Ia sering melempar barang miliknya ke luar rumah. Barang itu berukuran kecil baginya, namun besar bagi penduduk. Penduduk ketakutan setiap kali Gori melemparkan barang-barang. Nenek Puri meminta pada Muni si ilmuwan untuk membuat Gori berhenti bertindak kasar. Muni tidak mau menuruti permintaan Nenek Puri karena ia sudah berjanji bahwa ilmu yang ia miliki tidak boleh digunakan untuk menyakiti makhluk hidup.


Maka, Nenek Puri memberi saran pada Muni untuk membuat Gori memiliki kekuatan aneh. Setiap kali Gori menyentuh barang, maka barang itu akan menjadi lembek. Misalnya saja saat ia menyisir rambut, sisir itu berubah jadi dodol. Saat ia memakai ketel, ketel itu mencair. Gori sedih tidak bisa melakukan apa-apa. Akhirnya, Nenek Puri memberi saran agar Gori mengubah perilakunya yang kasar. Ia tidak boleh melempar sembarangan lagi keluar rumah. Gori pun menjadi raksasa baik hati sejak saat itu.

***

Dua cerita dalam satu buku ini berisi tentang IESQ untuk mengajari anak-anak mengontrol intelegensi, emosional dan spiritual mereka. Misalnya saja seperti Lola yang berusaha gigih untuk meraih keinginannya. Ia mau mencoba resep lain selain yang biasa dibuatnya. Lola juga mau mengakui kesalahannya saat ia menggunakan buku tanpa izin dari Pak Bulgogi.

Ada juga Gori yang berperilaku buruk. Anak-anak akan belajar bahwa berperilaku buruk akan merugikan diri sendiri. Maka anak-anak akan belajar berperilaku lebih baik lagi. Gori juga lebih senang membantu para warga di sekitar tempat tinggalnya.

Dua cerita ini dimasukkan ke dalam buku setebal 47 halaman. Dongeng dengan format bilingual ini mengajak pembaca untuk belajar berbahasa inggris lewat cerita Gori dan Lola. Penyelaras bahasanya dilakukan oleh native speaker, jadi bahasanya sudah disesuaikan dengan kaidah bahasa inggris. Anak-anak juga disuguhi ilustrasi menarik yang bisa meningkatkan daya otak kanan. Meski kalimat yang digunakan agak panjang, namun anak-anak bisa belajar dari kosakata yang dipakai dalam buku ini untuk meningkatkan perbendaharaan bahasa mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^

Big Ad