Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

6 April 2015

[Resensi Buku] Tulang-tulangku Hilang! - Ji Hyun Kim



Judul : The Skeleton Disappeared (Tulang-tulangku Hilang!)
Pengarang : Ji Hyun Kim
Ilustrator : Min Joo Kim
Alih Bahasa : Rosi L. Simamora
Terbit : Juli 2010
Tebal : 32 hlm.
Rating : 4/5

Hans si pemarah marah pada ibunya. Ia tidak suka jika harus selalu menjaga adiknya, Emily. Ia juga iri pada Billy, yang diam saja. Billy memang boneka, karena itu Hans ingin menjadi Billy. Agar ia terbebas dari tugasnya sebagai kakak. Tapi, Hans mendadak kehilangan tulang-tulangnya. Saat terbangun, Hans sudah berada di sebuah dunia imajiner. Di mana tulang-tulangnya? Ia bahkan tidak bisa bergerak sama sekali untuk mengambil pensil. Jadi Billy, boneka beruangnya, membantu Hans mengumpulkan kembali semua tulangnya. Sayang tulang-tulangnya ternyata berada di tangan monster-monster seram.

Saat Hans sebal pada ibu dan Emily
***

Buku ini mengajak anak bertualang sambil belajar lewat cerita sehari-hari yang lucu dan konyol. Seri ini masuk dalam seri ilmuwan cilik. Dengan ilustrasi gambar yang dibuat oleh ilustrator asal Korea, Min Joo Kim.

Lewat buku ini, anak-anak bisa belajar tentang tulang dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak bisa tahu apa saja jenis tulang yang dimiliki manusia, apa fungsinya, berapa jumlahnya, bagaimana bentuknya. Di buku ini dibahas beberapa jenis tulang. Misalnya : tulang tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, tulang panggul, tulang lengan, tulang tungkai, tulang tangan dan kaki. Seperti yang ada di dialog ini :

“Hai, apakah kau melihat tulang rusuk Hans?”
Monster itu menunjuk sebuah kotak besar.
“Ada di kotak itu. Tapi aku takkan mengembalikannya padamu kecuali kau bisa memberitahuku berapa jumlah tulang rusuk seluruhnya.”
Hans menjawab lantang,
“Ada 24.”
Mendengar itu si monster pun mengembalikan tulang rusuk Hans.

Dialog Hans dan si Monster
Anak-anak juga bisa bermain teka-teki bagaimana menemukan tulang itu lewat pertemuan yang menyenangkan bersama para monster. Lewat tokoh Hans, anak-anak juga bisa belajar untuk menyayangi adik, seperti Hans yang belajar menyayangi Emily. Jadi, ada empat keuntungan yang didapatkan anak saat membaca buku ini yaitu : anak belajar sains, belajar untuk tidak takut dengan monster, belajar membaca dan memahami muatan moral lewat dongeng.

ilustrasi jenis-jenis tulang
Karena hardcover, cover buku ini tidak mudah sobek bila dibaca anak-anak. Ilustrasinya menarik dan kisahnya seru membuat anak-anak betah membaca. Di bagian belakang, akan ditemukan gambar tulang yang dimaksud oleh penulis. Jadi, anak-anak bisa membayangkan bagaimana bentuk tulang di dalam tubuh mereka. Gambaran tulang-tulang Hans yang menghilang dari tubuh juga sudah bagus, tubuhnya dibuat lentur seperti lembaran kain.

saat tulang Hans menghilang
Ada kekurangan di buku ini, seperti penggunaan nama yang tidak Korea banget. Padahal baik penulis maupun ilustrator semuanya berasal dari Korea. Apa karena penulis ingin buku ini ditujukan pada pembaca internasional ya? Tapi sayang sekali jika tidak menggunakan nama Korea. Karena bisa jadi kesempatan untuk mengenalkan budaya negara asal penulis.

Kalimat yang digunakan ada yang panjang. Seperti di kalimat : “Tapi aku takkan mengembalikannya padamu kecuali kau bisa memberitahuku berapa jumlah tulang rusuk seluruhnya.” Padahal sebagai buku berjenis pictorial book, buku ini seharusnya memakai kalimat yang lebih ringkas. Overall, 4 bintang dari saya untuk buku ini. 

6 comments:

  1. Sean kayanya suka nih buku2 petualanfan ginih ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya, mba Irma. Coba kenalkan ke Sean, barangkali suka. :D

      Delete
  2. Wah keren juga idenya.... ngebayangin orang yang kehilangan tulang jadi aneh hehehe
    BTW kalo hardcover mahal dong jadi harganya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya, Ide dongeng campur sains, mba Reni.
      Kalo harga normalnya 35 rb, tapi sekarang udah diobral.
      Aku sering liat di ol shop harganya kisaran 20-25 rb. :D

      Delete
  3. Mba req dong.. di setiap review child-lit minta tlg ditaruh keterangan harganya sekaliaaan biar bisa tau budget utk beli bukunya hihihi. Skg child-lit udah keren2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, kadang pinjem di perpus, jadi ga tau harganya, Oky. Kalo beli sendiri pun biasanya harga obral. Bukan harga toko. Gpp ya dicantumkan? Kan jadi beda harga dari harga normal :D

      Iya, buku child-lit sekarang bagus-bagus, baik lokal maupun yang terjemahan.

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^