Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

27 November 2013

Resensi Buku Cinderella Rambut Pink - Dyan Nuranindya

cover Cinderella Rambut Pink

Judul buku : Cinderella Rambut Pink
Penulis : Dyan Nuranindya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2010
Jumlah halaman : 200
Genre : Teenlit
Rate : 4/5

Sinopsis :
Karena dianggap merusak nama baik keluarga besar Montaimana, bertahun-tahun Oscar tinggal di Amerika. Tapi ternyata Oscar nggak berubah. Dia tetap jadi anak nakal yang malas dan hobi berantem. Cuma satu yang dia cintai: membidik objek dari balik kameranya.

Mengetahui di Jogja banyak tempat indah, Oscar langsung terbang ke sana untuk sekalian bertemu Bima, kakaknya. Tapi apesnya, di Jogja kepala Oscar malah jadi sasaran sepatu dekil seorang cewek eksentrik bernama Dara.

Kepribadian Dara yang unik dan mandiri menarik perhatian Oscar. Padahal penampilan Dara agak-agak ajaib untuk seorang cewek. Celana belel, kaus hitam, rambut highlight pink, dan permen karet yang tak pernah ketinggalan di mulut. Sangat ngasal dan berantakan!

Di sisi lain, Dara merasa hari-harinya jadi penuh kesialan. Selain karena sepatunya yang diberi nama Mr. Dekil hilang, Dara juga mendapati pacarnya, Ray, selingkuh. Belum lagi ada cowok bernama Oscar yang sepertinya sok mau tau dengan kehidupannya. Apa maunya sih cowok itu?

Resensi Buku : 
Dara, cewek nyentrik asal Bandung yang harus hidup di Jogja karena kehilangan kedua orang tuanya. Dandanannya nyentrik karena doyan pake kaus belel, sepatu kets yang udah dekil, suka permen karet, dan berambut highlight warna pink. Kehidupan Dara berubah setelah dia tinggal di Kosan Soda bareng teman-temannya, waktu itu Dara pindah ke Jogja karena ditawari oleh Eyang Santoso, si pemilik Kosan Soda. Sejak itu Dara nyambi kerja jadi penyiar radio dan penjaga toko kaset untuk menghidupi dirinya. 

Ada kejadian yang bikin Dara kehilangan sepatu kesayangannya yang udah dekil itu. Dia ngelempar sepatu karena ngejar penjambret. Ternyata, siapa sangka si Mr Dekil-sepatu yang dia lempar- malah nyasar ke kepala Oscar, cowok yang lagi motret di deket penjambret.  

Dara yang nggak tau kemana sepatunya, akhirnya merelakan pake sepatu pinjeman dari Rana. Sebuah kejadian bikin mereka ketemu di kosan Soda. Dari situ timbul rasa penasaran sama Dara, karena cuma dia yang bikin Oscar ngerasa aneh. Cewek mana pun nggak pernah menantang dia dan berani natap matanya tajem, tapi Dara? Dia malah ngajak berantem sama Oscar. 

Bima yang tau Oscar main ke kosan Soda minta Oscar jangan ganggu anak Soda. Soalnya, sejak dulu Oscar emang terkenal jadi bad guy di keluarganya. Suka bikin onar deh. :P

Sampe akhirnya, Oscar minta Dara buat ketemuan di taman kota. Ternyata Dara malah liat cowoknya, si Ray lagi sama cewek lain. Sejak patah hati itu dia jadi deket sama Oscar. Nah, apa Dara bakalan beneran jatuh cinta sama Oscar, dan sebaliknya? baca aja novel teenlit ini. :D

Ya, menurut saya, kisahnya simple kayak kisah cinderella yang di cerita dongeng. Tentang cewek biasa yang ditaksir orang kaya. Bedanya, Dara bisa mandiri buat nyari duit sendiri. Dan Dara ga peduli dengan penampilan. Oscar yang terkenal dengan nama keluarga Montaimana bikin Dara jadi berpikir ribuan kali buat jatuh cinta sama cowok itu. Yang bikin beda itu karena setting tempat, karakter tokoh kuat. Settingnya serasa beneran ada di Jogja, bisa ngerasain tempat-tempat yang didatengin sama tokohnya. Keren. Trus juga tokoh-tokohnya unik, ga biasa aja. Jadi begitu inget nama Dara pasti ingetnya karakter yang slengekan ini. Hahaha. 

Over all, kisah cintanya bikin ketawa, nangis, lucu, gregetannn. Unyu-unyu gitu deh. :D

Yang ga disuka apa ya, ya nunjukin tipikal bad boynya keliatan banget. Mungkin emang kisah ini cocoknya buat teen yang udah masuk usia kuliah kali ya. Biar ga gitu kaget sama tipe yang kayak Oscar ini. :))

Quote yang saya suka dari novel ini : 
"Yang aku tahu, tanpa kesulitan dalam hidup ini, seseorang nggak akan mengenal kebahagiaan, Os."
"Kalau kita selalu menyesali apa yang udah terjadi, atau kita selalu mengharapkan bantuan dari seseorang, kita nggak akan pernah maju, Os"
Btw, saya kasih 4 bintang dari 5 bintang. Saya penasaran deh, kali aja ntar ada film dari novel ini. Soalnya, penulisnya dulu ternyata pernah nulis Dealova yang dibikin film pas tahun 2005. :D

1 comment:

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^