Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

17 April 2014

Resensi Buku Annyeong Korea by Elvira Fidelia


Judul Buku : Annyeong Korea
Penulis : Elvira Fidelia
Penerbit : Gagasmedia
Terbit : 2011
Tebal : 272 halaman
ISBN : 979-780-519-0
Rating : 4/5

Korea Selatan dengan berjuta pesonanya mampu menjadi magnet untuk menarik para petualang yang bermimpi untuk ke sana. Mereka bisa mencicipi aroma budaya dan peradaban yang ada di setiap penjuru kota. Menjelajah Korea sekaligus belajar ilmu di sana merupakan kesempatan yang dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penulis buku Annyeong Korea ini yaitu Elvira Fidelia atau yang biasa disapa Vira. Vira yang maniak K-Drama mendapat beasiswa S2 untuk belajar di Kyung Hee University. Ia pun dengan cepat mempelajari Hangeul, huruf Korea yang terkenal keriting itu. Lalu, ia mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan setelah permohonan beasiswanya diterima dan segera berangkat ke Korea untuk memulai petualangannya.
Annyeong Korea menghadirkan nuansa yang berbeda dengan buku lainnya yang sejenis. Sebagai buku yang didesain dengan konsep catatan petualangan berdasarkan kisah nyata penulisnya, buku ini mampu menjawab rasa penasaran para pembaca yang ingin tahu gambaran setiap sisi di Korea. Pengalaman Vira selama 2 tahun 4 bulan di Seoul, Korea pun ia serap dengan baik dan diceritakan dengan detail di buku ini. Mulai dari kedatangannya di Bandara Incheon, menjelajah pulau Nami, pulau Jeju, jimjilbang(tempat sauna), naik jihacheol(subway Korea), naik scooter 50 cc, wisata kuliner khas Korea, shopping time di Myeongdong dan Namdaemun, tour ke wilayah perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, mendatangi tempat operasi plastik, mengikuti festival budaya, ke Insadong, mengamati tren ajuma, sampai pengalamannya menjadi part timer di KBRI, guru TK dan pelayan restoran.

Saat datang pertama kali ke Korea, Vira terkaget mengetahui bahwa sopir taksi di sana rata-rata tidak suka bila harus mengantar penumpang dari luar Korea. Mungkin karena takut bermasalah atau karena tidak bisa bahasa. Apalagi orang Korea Selatan memang aksen bahasa inggrisnya berbeda. Ia juga berkesempatan menjadi ketua PERPIKA, sempat diwawancarai di radio KBS dan meliput saat terjadi perang antar duo Korea.

Bisa dibilang buku ini adalah buku catatan perjalanan terlengkap yang pernah saya baca. Selain memang penulisnya hobi jalan-jalan, Vira juga tahu tempat mana saja yang sesuai dengan kantong mahasiswa. Meski ada bagian yang kurang sreg buat saya, seperti ini misalnya : bagian Vira mengenalkan tentang red light distric, dan sebuah toko yang ‘unik’ di sebuah pasar, namun, setiap pengalamannya sangat berharga sehingga setiap lembaran buku ini sayang jika dilewatkan begitu saja. Pengalaman penulis bisa menjadi acuan untuk berhati-hati juga terutama di daerah ‘rawan’. Ya cukup tahu saja ada tempat seaneh itu. Karena budaya kita jelas berbeda dengan budaya Korea akan ada banyak pengalaman berkaitan dengan culture shock sehingga siapa pun yang ke Korea butuh persiapan lebih matang. Penasaran dengan pengalaman Vira? Baca saja buku ini. Empat bintang dari saya. ;)

6 comments:

  1. Bagus nih kalo mau nulis novel korea-koreaan ya, La :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bun. Detail banget infonya. eh ternyata buku ini udah diterbitkan ulang di Noura.

      Delete
  2. Wah bagus sepertinya ya. Jadi pengen ke Korea lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyiknya yang udah pernah ke sana :D Sharing pengalamannya dong, kak. :D

      Delete
  3. Korea memang bagus sih.. tapi karena saya ke Korea dari Jepang, berasa Korea biasa aja. hehehe. Jadi kalo nanti kamu main ke Korea, singgah ke Jepang biar kerasa perbedaannya :D

    ReplyDelete
  4. Buku ini bagus, bagus banget malah hehehe yang nulis nya kakak saya :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^