Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

3 November 2014

Resensi Buku : Wonder Struck - Brian Selznick


Judul Buku : Wonder Struck
Pengarang : Brian Selznick
Penerbit : Mizan Fantasi
Terbit : November 2013
Tebal : 643 halm.
ISBN : 978-979-433-685-4

Kawanan serigala itu menatap Ben lekat dengan taring-taring putih berkilat dan lidah merah menjulur. Mereka mulai berlari melintasi hamparan salju tak berbatas di bawah terpaan sinar bulan. Jantung Ben berdegup bertalu-talu. Keringat mulai mengucur deras. Mimpi yang sama. Mimpi-mimpi itu terus menghampirinya sejak kecelakaan itu terjadi. Baru Ben sadari, mimpi-mimpi itu adalah awal dari rentetan kejutan dalam hidupnya dan petunjuk berharga untuk menemukan sang ayah yang lama menghilang.

Ben Wilson terlahir dalam keadaan tuli sebelah. Sejak kematian ibunya, ia tinggal bersama keluarga bibinya. Ben mendengar rencana pamannya yang ingin menjual rumah ibunya. Padahal, di rumah itu banyak peninggalan sang ibu. Hal itu membuat Ben mengendap-endap menelusuri jalanan menuju rumahnya di tepi Gunflint Lake, tanpa memberi tahu sepupu atau pun bibinya tentang rencananya ke rumah lamanya.

Kecelakaan terjadi saat Ben hendak menelepon nomor yang ia kira nomor ayahnya di tengah hujan deras yang disertai kilat. Sambaran kilat membuat telinganya menjadi tuli secara permanen. Ben dirujuk ke sebuah rumah sakit di Duluth. Namun ia justru kabur dari rumah sakit menuju New York, membawa kertas berisi alamat ayahnya, Daniel. Tapi tak ada yang ia temukan di sana.

Gadis yang ada di sepanjang ilustrasi buku ini. Siapa dia?
Kincaid Books
                Ben akhirnya mengikuti petunjuk yang ia dapatkan di buku Wonderstruck. Di sana ada alamat American Museum of Natural History dan Kincaid Books yang akhirnya membawanya bertemu seorang kenalan bernama Jamie. Teka-teki mengejutkan Ben, hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang di Kincaid Books, seorang perempuan tua yang mengisahkan banyak hal tentang kisah hidupnya. Akankah Ben menemukan siapa dan di mana ayahnya berada?

Ben dan Rose
***
                Novel bergenre fantasi ini dibagi dalam tiga bagian. Meski sudah diberi tahu di awal kisah bahwa arti wonder struck adalah “kejutan yang menakjubkan” (halm. 99), namun saya tidak memprediksi akan seterkejut ini membaca buku setebal 600-an halaman. Buku yang benar-benar menakjubkan menurut saya. Dari segi penuturan cerita, penulis yang menceritakan dengan alur maju mundur dan dipadu dengan ilustrasi yang menyertai teks kisahnya, membuat buku ini memberi kesan berbeda dari novel grafis yang lain.

Saya sampai terkecoh saat menebak-nebak siapa gadis kecil yang menelusuri jalanan di sepanjang buku ini, karena setelah dilihat dan disesuaikan dengan isi teksnya, tak ada hubungan sama sekali dengan ceritanya. Baru setelah setengah buku terbaca, saya mulai bisa mengikuti kemana arah penulis membawa kisah ini berakhir. Ternyata gadis itu... bukan Ben! Yeps, saya terkecoh. Haha. Jelas Ben adalah laki-laki, tapi siapa gadis yang berlari di malam hari, menggunting kertas buku berjudul “deaf”, hingga berlarian di jalanan New York, sungguh tak bisa diprediksi.

berlari di tengah Museum
Salut dengan penulisnya karena menyuguhkan ketegangan yang fantastis. Ditambah lagi, pengetahuan tentang apa saja yang berhubungan dengan museum mulai dari kurator, panorama, hingga diorama, lalu ditambah dengan pengetahuan tentang anak yang lahir normal dari orang tua yang keduanya tuli, membuat saya jadi tahu bagaimana gambaran kehidupan anak yang dibesarkan dalam dunia yang berbeda.

Fantasi di novel Wonder Struck karya Brian Selznick disajikan secara ilmiah dan riset yang mendalam, di mana penulisnya sendiri menjabarkan bagaimana ia mulai mengumpulkan ide-ide cerita di behind the scene buku ini, juga ada daftar pustaka lengkap buku mana saja yang menunjang pembuatan kisah ini. Novel Wonder Struck yang keren! 5 bintang dari saya untuk novel ini. ;)

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^