Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

9 January 2017

[Resensi Buku] Baper in Love - Samandayu


Judul Buku : Baper in Love
Pengarang : Samandayu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2016
Tebal : 288 hlm.
ISBN : 978-602-03-3438-7
Baca di Scoop Premium

Blurb

Nina, si cewek baper dan agak lebay, membantu ortunya mengelola tempat kos khusus pelajar cowok. Nina belum pernah merasa tertarik dengan lawan jenis sampai dua cowok datang dalam kehidupannya. Mereka murid baru di sekolah sekaligus ngekos di tempat kos milik ibu Nina.

Bagi Nina, Nicolas cowok manis yang murah senyum sedangkan Refan cowok menyebalkan namun bikin penasaran. Sampai di suatu waktu Nina mendapati kedua cowok itu memiliki masa lalu yang kelam, salah satunya bahkan menyimpan rahasia yang menyakitkan.

Nina semakin galau. Siapa cowok yang benar-benar membuatnya jatuh cinta?

Resensi Buku :


Nina pertama kali melihat Nicolas dan Refan di rumahnya, waktu mereka berniat ngekos. Keduanya menampakkan raut muka yang berbeda. Yang satu terlihat sedikit nyleneh, yang satu pendiam. Refan bertampang imut, bikin Nina jadi penasaran dengan cowok ini. Tapi Nicolas justru jadi teman yang baik. Sejak ngekos, keduanya menjadi teman sekolah Nina karena mereka satu sekolah. Nina memilih untuk menjadi sahabat bagi keduanya karena menganggap keduanya penghuni kos yang perlu diajak bersosialisasi.

Nina baru tahu kalau Nicolas adalah teman facebooknya yang pernah memesan sticker kartun buatannya. Tak disangka, itulah kali pertama Nina sangat kaget dengan kehadiran Nicolas. Nicolas dibantu Refan, saudara tirinya tinggal di kosan milik ibu Nina. Nina yang sering bertugas mengirim makanan katering pun jadi tahu bahwa keduanya ternyata saudara tiri, bukan teman biasa. Refan yang memiliki masa lalu kelam membuat Nina terpana saat cowok itu mengatakan banyak hal tentang masa lalunya. Termasuk cita-cita Refan untuk mendalami musik sebagai jalan hidup.

Tak disangka Nicolas menyimpan masa lalu yang suram dan membawanya pada sebuah kenyataan pahit. Nicolas selama ini sakit, namun ia tak ingin semua orang tahu tentang penyakitnya. Hanya Refan dan teman-teman satu grup penyintas kanker yang saling mensupport satu sama lain. Termasuk seorang gadis yang diam-diam menyukai Nicolas.

Refan yang ternyata memiliki sifat playboy diam-diam membuat Nina jatuh cinta. Keduanya sering jalan berdua, ke toko buku, makan, bahkan jalan-jalan. Nicolas yang suka dengan Nina jadi cemburu, dan memilih untuk mundur. Nicolas mengidap kanker yang membuatnya menjadi pesakitan. Namun di waktu yang sama ia jatuh cinta dengan Nina, gadis yang awalnya ia kenal lewat facebook. Dari sana ia menelusuri jejak Nina dan memilih kos dan sekolah yang sama.

Saat Refan berniat untuk hadir dalam acara musik kakak tingkatnya, ia mengajak Nina untuk nonton juga. Tak disangka Refan bertemu dengan kakak tingkatnya yang dulu pernah suka dengannya. Gadis itu menyiram wajah Refan sehingga bajunya basah. Refan pun mengambil kaos yang telah dititipkannya pada Nina. Trus, setelah itu, si cewek pergi meninggalkan tempat itu, Refan naik ke atas panggung karena diminta oleh seniornya. Saat itulah ia mengatakan tentang kesalah pahaman insiden penyiraman tadi.

Berawal dari kejadian itu, ada seseorang yang menyebarkan video Refan dengan mengunggahnya di youtube. Refan pun jadi seleb dadakan sehingga ia dicari-cari produser. Dari situ, Refan pun menjalan peran gandanya, menjaga Nicolas, menjadi siswa sekolah, dan menjadi musisi. Refan melakukan rekaman dengan bantuan produser yang melihat bakatnya di socmed. Saat itu, Refan berpikir kalau ia bisa membantu biaya perngobatan dengan honor rekaman tersebut.

Tak disangka sebuah kejadian yang fatal terjadi pada Refan yang membuatnya tak sadarkan diri. Di saat itulah Nicolas dan Refan menjadi dua orang yang sama di mata Nina, sama-sama membutuhkan dukungan moral dari gadis itu. Lalu bagaimana Refan menjalani hidupnya setelah apa yang terjadi? Bagaimana Nicolas mampu menyembuhkan penyakitnya? Simak ceritanya di novel ini.

***

Pertama baca novel Baper in Love dari Samandayu ini, saya kira novel ini seperti kisah cinta anak remaja pada umumnya. Nggak banyak ekspektasi yang saya inginkan. Jadi saya bacanya dengan santai. Ternyata ada banyak hal yang terjadi antara para tokohnya. Dan kompleksnya cerita membuat saya terus membacanya hingga tuntas.

Ada kejadian yang bikin saya bertanya-tanya, kenapa waktu Refan disiram air oleh kakak tingkatnya yang suka sama dia, dia kok udah ancang-ancang buat sedia kaos ya? Di sini saya bingung deh, kok kayaknya Refan udah tahu bakalan ketemu dengan si cewek yang numpahin minuman itu. Makanya adegan ini jadi tanda tanya. Trus, waktu Refan mengalami musibah, rasanya itu sedih banget.:( Kok kayaknya nggak sepadan dengan sakit yang Refan berikan sama si cewek kakak tingkatnya itu. Duh, saya ngerasa serem membayangkan adegan waktu Refan ngalami kejadian itu.

Chemistry tokohnya dapet banget, antara satu tokoh dengan lainnya ngeblend ya. Nggak terasa ada jarak yang jauh. Jadi satu sama lain memang bisa saling berinteraksi dengan intens. Yang bikin saya penasaran detail tentang kanker itu riset di mana ya? Kayaknya detail banget, termasuk soal perkumpulan para penyintas kanker. Trus, paling suka dengan puisi Kamar Patah Hati yang Nicolas buat. Keren banget!

Sayangnya, endingnya bikin baper. Huhu. Andai semuanya bisa balik seperti semula ya. Hiks. Mungkin Nina nggak akan sesakit itu menghadapi semuanya. Btw, saya baru tahu kalau penulisnya, Samandayu, sudah meninggal setelah baca biodata di belakang novel. Semoga saja buku ini jadi karya yang menyenangkan para pembaca. Overall, 4 bintang untuk novel ini. 

1 comment:

  1. Waah...empat bintang yaa... jadi ikut penasaran niih :)

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^