Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

19 April 2017

[Resensi Buku] Detektif Conan Edisi Spesial Vol. 30


Judul Buku : Detektif Conan Edisi Spesial Vol. 30
Pengarang : Aoyama Gosho
Illustrator: Ohta Masaru dan Kubota Kazuhiro
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2009
ISBN : 978-979-27-3922-0
Rating : 4/5 bintang


Sinopsis :

Ruangan rahasia, kata sandi, dan musuh yang menghilang! Kebenaran terlihat jelas di mata Conan walau mereka menggunakan trik yang sangat sempurna! Bukit yang dilumuri darah dan lautan yang penuh dengan kejahatan. Conan terus berlari mengejar sang pelaku!

Resensi Buku :

Komik Detektif Conan Edisi Spesial Vol. 30 ini terdiri dari 6 kasus yang berhasil dipecahkan oleh Conan dan kawan-kawan. Kasusnya antara lain : aroma musim panas pembawa kematian, kasus peledakan beruntun sepatu merah, lift menuju neraka, lembar foto, hawa pembunuhan, dan harta karun yang dicuri. Di kasus terakhir muncul juga Kid si pencuri yang berhasil membantu Conan memecahkan kasus pencurian berlian. Beberapa kasus dipecahkan lewat Conan langsung, tapi ada juga yang dengan meminjam raga Sonoko. Sonoko dibuat tertidur untuk menggantikan paman Kogoro. Di kasus ini juga ada detektif Murayama.

Kasus “Aroma musim panas pembawa kematian” berawal dari mobil paman Kogoro mogok di jalan. Ia pun menginap di penginapan terdekat. Tak disangka, beberapa orang mengira bahwa paman Kogoro adalah orang bernama Komori. Seseorang bernama Komori membayar pesanan kamar selama seminggu namun tak kunjung muncul. Akhirnya kamar itu dipakai paman Kogoro, Ran dan Conan. Setelah menginap, pagi harinya terjadi pembunuhan. Pak Takeshi, jurnalis yang ditemukan mati di kamarnya dengan luka di kepala akibat pukulan benda tajam yaitu asbak kaca. Hanya saja yang aneh, bagaimana cara pelaku menyimpan kunci cadangan karena kunci itu tidak ditemukan di mana pun. Setelah diperiksa lagi baru ketemu kuncinya ada di dalam botol kaca. Ternyata trik untuk menghilangkan kunci itu dengan larutan limonene dan potongan gabus. Gabus itu bisa meleleh saat terkena larutan.

“Kunci detektif Murayama sebenarnya ditusuk ke gabus, lalu dimasukkan ke dalam botol yang berisi cairan Limonene. Cairan Limonene dapat melelehkan gabus. Jika gabusnya meleleh kunci akan jatuh dan muncul dari balik label botol itu.”

Kasus kedua tentang pemboman beruntun karena pelakunya patah hati akibat ditolak cintanya. Anehnya, kasus ini sebenarnya hanya untuk menutupi rasa sedihnya saja. Kasus pemboman ini terbilang cukup rumit dengan kode-kode yang disebarkan lewat sepucuk surat di sepatu merah. Conan bisa menebak bahwa ini ada hubungannya dengan sesuatu tentang sepatu merah. Masalahnya yang bikin ribet itu baca kodenya yang berasal dari bahasa jepang. Saya yang baca jadi ikut iya-iyain aja deh. xD

“Pembunuhan tidak akan menakutkan kalau melihatnya dari monitor. Si pelaku melakukan kejahatan dengan bom tanpa perlu langsung turun tangan. Dia sepertinya takut pada kenyataan. Kejahatan seperti ini makin meningkat saja.”

Kasus ketiga tentang lift neraka. Lift ini dibuat seolah-olah ada hantunya. Pasalnya yang masuk ke lift akan tertidur dan merasa lemas. Selain itu juga terdengar suara aneh yang menakut-nakuti penghuni mansion yang mengatakan bahwa mereka akan dibawa ke neraka. Lalu, lift berhenti di lantai 4 dan 1 saja. Conan merasa aneh dengan kasus ini hingga membuat ia pun akhirnya melihat liftnya. Ternyata triknya mudah, tapi saya baru tahu kalau di lift itu ada sesuatu. Kirain hanya lift biasa, ternyata beda lift beda fasilitas juga. Oiya, kisah ini yang paling bikin merinding namun bisa dipecahkan dengan sains, selain kisah di kasus kelima, hawa pembunuhan yang melibatkan gembong narkoba.

Kasus keempat dan keenam nggak perlu diceritain ya. Hehe. Lebih seru kalau baca bukunya. :D Saya mau cerita tentang kasus kelima berjudul hawa pembunuhan yang bisa terpecahkan berkat seekor anjing milik mantan klien Paman Kogoro.

Saat itu di sebuah tempat minum yang dihiasi es, terjadi kecelakaan. Lampu hias yang berat dan ditalikan di atas terjun bebas mengenai kepala bos tempat minum itu. Bos tersebut luka namun tidak sampai mati. Ternyata terjadi percobaan pembunuhan dengan cara menjatuhkan lampu hias lewat efek fenomena relegasi. Conan pun turun tangan untuk melihat alibi pelaku dan ternyata ini kasus balas dendam.

“Efek fenomena relegasi itu fenomena di mana es akan menyatu jika dirapatkan dengan es yang lain. Jika di atas es dipasangi kawat dengan pemberat, bagian yang kena kawat itu akan meleleh karena pemberat. Tapi, es yang mencair akan membeku kembali setelah kawat melewatinya. Dengan begitu, es akan meleleh saat hanya dilewati kawat. Setelah itu, akan terbentuk kembali. Cara inilah yang dilakukan pelaku, yaitu mengaitkan lampu hias dengan kawat piano pada es.”


Kasus dalam komik Detektif Conan Edisi Spesial Vol. 30 ini beberapa bisa terbilang mudah ditebak siapa pelakunya karena memang hanya diarahkan ke satu orang saja. Namun cara pelaku melakukan kejahatannya terbilang sulit ditebak karena minim clue. Baru setelah Conan menjelaskan trik-triknya bisa dengan mudah ditebak pembaca. Overall, 4 bintang untuk komik Detektif Conan Edisi Spesial Vol. 30 ini. 

6 comments:

  1. Saya ga pernah baca serial Conan. Tapi dari ulasan ini sedikit banyak jadi tahu mana yg mau beli mana yg tidak...

    ReplyDelete
  2. Wah, belum punya komiknya, jadi penasaran dengan Detektif Conan, sukanya nonton kartunnya aja di TV :)

    ReplyDelete
  3. Aaaah aku suka banget Conan. Baca resensi ini udah kebayang baca komiknya

    ReplyDelete
  4. Aku suka yg model detektif kayak gini, seru bacanya

    ReplyDelete
  5. Anak-anak belum tau buku ini. Nanti dikenalkan

    ReplyDelete
  6. sukaaa conan jugaa.. dr SD deh. ga sengaja nemu komik ini di rumah sodara, eh malah nagih.. jadi kangen.

    tapi suka serem deh sama sosok pembunuh yg belum ketauan. kan cuma ada mata hidung sama mulut, selebihnya item. heeu

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^