Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

13 April 2017

[Resensi Buku] Priceless Moment by Prisca Primasari


Judul Buku : Priceless Moment
Pengarang : Prisca Primasari
Penerbit : Gagas Media
Terbit : 2014
Tebal : 298 hlm.
ISBN : 978-979-780-738-2
Rating : 4/5 bintang


Blurb :

Kisah kita serupa dongeng. Dipertemukan tanpa sengaja, jatuh cinta, lalu bersama, dan akan bahagia selamanya. Tanpa banyak kata, kau tahu aku selalu mencintaimu. Begitulah yang seharusnya.

Namun, ketika setiap pagi kutemukan diriku tanpa kau di sisiku, aku sadar bahwa dongeng hanyalah cerita bohong belaka. Kau pergi, meninggalkanku dalam sei, dalam sesal yang semakin menikam.

Hidup tak akan sama lagi tanpamu. Apa yang harus kukatakan ketika mata polos gadis itu memelas, memintaku menceritakan dongeng-dongeng yang berakhir bahagia? Kau belum memberi tahu jawabnya untukku.

Kau tahu, kali ini, akan kulakukan apa pun untuk mempertahankanmu berada di sisiku. Pun sejenak. Namun, lagi-lagi, kau hanya ada dalam memori....

Resensi Buku :

Yanuar kehilangan istrinya, Esther dalam kecelakaan saat istrinya akan menjemput anaknya. Tanpa pesan, istrinya meninggal begitu saja, menyisakan duka yang mendalam bagi Yanuar. Tanpa istrinya, ia merasa ada separuh dunianya yang hilang. Ia lupa anak-anaknya memiliki ingatan yang kuat tentang sosok ibunya. Kebiasaan seperti masakan favorit, dongeng-dongeng yang dikisahkan sebelum tidur hingga kebiasaan lainnya yang sangat aneh jika dilakukan Yanuar seorang diri. Ia teramat kaku untuk menjadi pengganti Esther menyelesaikan pekerjaan mengasuh anaknya. Bahkan, Yanuar sampai harus meminta tolong pada adiknya yang tengil dan seenaknya sendiri itu demi bisa menyenangkan hati anaknya.

Dongeng-dongeng tak pernah mulus dikisahkan Yanuar. Baginya ia bertingkah seperti membaca teks notulen rapat dibanding membacakan dongeng yang ekspresif. Berbeda dengan Wira yang energik dan punya segudang kreatifitas saat berada dekat dengan anak-anaknya. Yanuar ingin berubah menjadi lebih lembut dan penyayang pada keduanya anaknya, namun ia kehabisan akal untuk memulainya dari mana. Hingga sebuah pertemuan di cafe dengan pegawainya, Leiselotte membuat ia mulai dekat dengan anak-anaknya lagi.

Leiselotte memiliki aura yang berbeda, ia menarik di mata Yanuar. Mengingatkannya dengan sifatnya yang sama-sama kaku dan workaholic. Leise menawarkan sebuah project desain ranjang anak bernuansa dongeng. Project yang menjadi mimpi ibunya selama masih hidup. Kini ibunya telah tiada, ia ingin mewujudkannya meski harus ditentang oleh banyak pihak di kantornya. Yanuar dan seorang bosnya lagi yang mengiyakan project dari Leiselotte dijadikan proyek percobaan. Meski dengan itu harus menghabiskan dana yang besar. Benih-benih rasa suka it berubah menjadi cinta saat Yanuar sadar ia memiliki kesamaan yang sama dengan Leise. Namun, apakah ia akan menghilangkan kenangan tentang istrinya, Esther? Akankah cinta berpihak pada keduanya?

***

Novel Priceless Moment mengusung tema keluarga yang kental dengan aroma dongeng. Prisca Primasari memadukan dongeng yang dikisahkan dengan paduan yang memikat. Selain mengangkat dongeng sebagai perekat keluarga yaitu bonding time antara ayah, ibu dan anak, Prisca juga memberi pemahaman baru bahwa di dunia kepenulisan Eropa, dongeng-dongeng menjadi produk yang laris manis saat dijual. Tak tanggung-tanggung, Prisca Primasari menggambarkan bahwa Leise bisa mendapatkan kekayaan yang melimpah karena hobi menulisnya ini. Padahal jika di Indonesia, project dongengnya dianggap angin lalu. Tidak mendapatkan sambutan yang hangat.

Karakter yang saya suka justru Wira. Ia energik dan tak kehabisan cara untuk membuat kisah ini jadi lebih hidup. Seperti bagaimana ia bisa mendongeng dengan asyik, menjadi sahabat yang menyenangkan bagi keponakannya dan teman kantornya, juga menjadi kekasih yang membuat bahagia. Sayangnya kisah cintanya suram.

Di novel ini hampir semua tokoh pentingnya memiliki kisah kenangan manis di masa lalunya, seperti Wira dengan kekasihnya yang ternyata sakit kanker, Ayah Leise dengan almarhum istrinya, Leise dengan kenangan tentang ayah dan ibunya, Yanuar dengan istrinya, anak-anak Yanuar dengan ibunya. Ya, hampir semuanya memiliki kehilangan yang teramat sangat hingga membuat mereka merasakan dunia berhenti berputar.

Hidup Yanuar hanya berkutat di kantor. Si workaholic yang tidak tahu bagaimana caranya menikmati hidup. Kontras sekali dengan adiknya yang slengean. Yanuar tak mau kehilangan moment penting saat kedua anaknya bertumbuh. Itu sebabnya ia bertekad agar bisa tetap menyisihkan waktu di sela-sela aktivitasnya. Keinget banget pas bossnya nelfon di hari minggu dan bilang kalau ia menunggu moment Yanuar menolak permintaanya untuk mengurusi kerjaan. Sungguh nggak Yanuar banget. :p Ya, ia kan workaholic banget ya. Perubahan sekecil apapun akan mempengaruhi kualitas kerjanya termasuk jadwalnya yang padat. Makanya kaget juga sih dia berani menolak tugas dari bossnya di luar jam kantor. xD

Wira memiliki kehilangan yang besar. Nggak kebayang di balik tampangnya yang seakan nggak punya masalah itu ternyata ia menyimpan luka yang dalam juga. Tapi Wira menjadi dirinya yang berbeda saat kehilangan kekasihnya. Wira tidak ingin terikat dengan sesuatu, baik hubungan maupun pekerjaan. Well ya, saya pernah lihat orang yang seperti ini di dunia nyata. Rasanya sungguh aneh.

Setiap orang memiliki cara untuk menyembuhkan lukanya sendiri, baik dengan mengingat kenangan lama maupun mencari kehidupan yang baru dengan menciptakan kenangan yang lebih baik. Hidup dengan semestinya dan bukannya diam begitu saja saat kehilangan seseorang. Novel ini mengajarkan bahwa sejauh apapun kita berusaha membalikkan keadaan, kenangan indah tak akan terulang lagi di masa depan. Masa lalu akan tertinggal di belakang. Yang terpenting adalah maju untuk melanjutkan hidup. Seperti Liese yang akhirnya menemukan ujung kisah dongengnya sendiri.

Setting tempatnya bikin kepengin ke Jerman pas musim dingin deh. Penulisnya piawai mengangkat tema seputar dongeng dan pernak-pernik Eropa. Termasuk membuat kisah ini menjadi unik dengan caranya sendiri. Overall, 4 bintang untuk novel Priceless Moment ini. :) 



No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^