Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

28 October 2017

[Resensi Buku] Rentang Kisah by Gita Savitri Devi


Judul Buku : Rentang Kisah
Penulis : Gita Savitri Devi
Penerbit : Gagasmedia
Terbit : 2017
Tebal : 208 hlm.
ISBN : 978-979-780-903-4

Rating : 4/5 bintang

Resensi Buku :


Kenal Gita Savitri Devi (@GitaSav) udah lama banget waktu saya nyari info seputar kuliah di Jerman. Channel Youtube Gita penuh dengan info seputar kuliah di kampus Jerman, jadi saya ada gambaran gimana kehidupan di Jerman. Tapi yang bikin saya takjub waktu Gita memutuskan untuk fokus di Youtube dengan bikin Vlog Series. Jadi dia upload video setiap minggu di channelnya, temanya bisa beraneka macam, jadi yang nonton juga ga bosen ya. Mulai dari kebiasaan Gita yang suka coverin lagu-lagu, jalan-jalan, bikin hijab review sampai bahas kuliah. Sekarang channel Youtube Gitasav sudah disubscribe sebanyak 250.300 orang dengan 181 video yang sudah diupload.

Saya nggak tahu kalau Gita juga ternyata seorang blogger. Baru ngerti malah pas di akun Gagasmedia menampilkan cover buku Gita yang saya pegang kali ini, berjudul Rentang Kisah. Gita makin terkenal waktu wajahnya dibilang mirip artis Korea Han Ji Won yang main di drama Korea Descendant of The Sun. Banyak fans Dots yang heboh di kolom komen videonya. *lah haha ;))

Jadi Rentang Kisah itu apa? Ya, buku Rentang Kisah ini berisi timeline hidup Gita secara rinci. Ada banyak bagian menye-menye alias cringe, klo kata Gita. Ahaha. Dia bilang walau aslinya nggak melankolis, tapi dia mau curhat banget di buku ini. Jadilah saya baca dengan perasaan yang mellow galau yellow. Gita bikin saya melihat dirinya sebagai seorang Gita yang utuh. Ya Gita dengan suka duka dunianya, Gita dengan impiannya, dengan kegalauannya. Bukan hanya Gita yang tampak baik-baik aja di channelnya, padahal aslinya dia punya pergulatan batin sebelum sampai di Jerman.

Baca juga : [Resensi Buku] Jurus Kuliah ke Luar Negeri


Di buku ini Gita cerita awal mula kenapa dia memutuskan untuk kuliah di luar negeri, ke Jerman. Jadi dia kuliah di Jerman bukan atas dasar keinginannya sendiri, tapi karena dia ditawari ortunya buat kuliah di sana. Padahal dia udah lolos seleksi mahasiswa ITB.

Well ya, menurutnya, hal itu nggak adil. Kok bisa ibunya nyuruh dia melepaskan begitu saja impiannya. Tapi akhirnya Gita nyadar kalau mungkin aja dia belum tahu passionnya dia di mana. Mungkin dia cuma pengin menghindar dari segala hal berbau matematika makanya milih kuliah desain. *kayaknya sebagian anak SMA kek gitu deh. Males ketemu itung-itungan kalkulus. :p*

Ibu Gita nawarin buat kuliah di Jerman, dan dia ga enak kalau jadi anak durhaka karena ngelawan keinginan ortu, jadilah dia milih kuliah di Jerman. Tapi karena hal itu dia harus nunggu 1 tahun karena sekolah di Jerman harus nunggu usia 18 baru bisa bebas. Kalau di bawah 18 tahun, semua prosedur birokrasi bakal menyulitkan, harus minta ijin ortu, ttd, dll. Sedangkan ayah Gita tinggal di Amerika. Nah, gimana cerita Gita bisa survice di Jerman? Baca aja buku ini ya!

***

Buku Rentang Kisah ini banyak berkisah seputar proses penting dalam hidup Gita. Mulai dari milih kuliah di Jerman, galau-galaunya dia pas belum kuliah sementara temen lainnya udah masuk kuliah, udah ospek. Trus, dia yang bingung mau ngisi apa hari-harinya makanya bikin youtube channel, Gita yang belajar mati-matian buat bertahan di Jerman mengingat kerasnya studi di sana.

Gita yang udah jatuh cinta dengan Jerman karena ortunya dulu tinggal di Jerman sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. Gita yang jatuh cinta dengan Paul, sahabatnya. Gita yang galau pas pakai jilbab, dan Gita yang nemenin Paul menemukan sisi lain Islam dan memilih bersyahadat. Semua cerita itu dibalut dengan hikmah yang Gita jabarkan, ya... kenapa akhirnya dia merasa Tuhan maha baik ketika ngasih ujian itu.

“The Purposes to live a happy life is to always be grateful and don’t forget the magic word : Ikhlas, ikhlas, ikhlas.”

Gita yang mau cari tahu Islam dan diskusi sama Paul, padahal selama ini Paul dikenal sebagai kristen yang taat. Tapi pergulatan batin tentang kisah cintanya yang beda agama bikin Gita jadi merasa harus diskusi dengan Paul. Paul pun awalnya males dan milih menghindari waktu bahas itu. Tapi akhirnya Paul mencari tahu islam lebih dalam, dan memilih Islam bukan karena Gita, insya Allah gitu ya. Tapi karena dia percaya kalau lewat kontemplasi yang dia lakukan selama ini, Islam adalah agama yang terbaik.

Baca juga : [Resensi Buku] The Boarding : Kisah Remaja Mencari Jati Diri dalam Berhijab


Ada temen Gita yang nanya,”Kapan lo akan mengislamkan dirimu.” Gita bingung dengan pertanyaan itu. Tapi jawaban temennya bikin Gita bertanya-tanya.“Iya, lo kapan mau pakai kerudung?”

“Kapan ya. Aku nggak pernah mempertanyakan diriku perihal ini. Aku pun nggak punya jawabannya. Menarik, karena seandainya saja dia bertanya hal ini dua tahun sebelumnya, pasti akan dengan mudah aku tangkal dengan seribu alasan yang kupunya. Sekarang aku merasa alasan takut susah cari kerja, takut didiskriminasi, takut ini, dan takut itu sudah nggak bisa lagi dijadikan excuses. Semua itu sekarang terlalu nggak masuk akal buatmu. Aku nggak perlu takut nggak diterima perusahaan A karena kerudungku, karena pasti akan dibukakan pintu rezeki lainnya. Toh, rezeki datangnya dari Allah. Begitu juga dengan rasa takut digangguin orang rasis di jalan. ”  (hlm. 123-124)

Sebenernya ada banyak banget cerita Gita yang sayang kalau dituliskan di postingan review buku ini. Jadi baca aja di bukunya, yes? :D Kalau menurut saya, kisah Gita bisa diambil pelajaran bahwa semua yang dilakukan atas dasar patuh sama orang tua itu ya endingnya bakal manis. 

Mungkin kalau Gita kekeuh kuliah di ITB, dia nggak akan ketemu Paul. Kalau Gita nggak ketemu Paul, mungkin Paul bakal belum jadi muslim, atau kalau pun muslim bukan lewat Gita proses hijrahnya. Mungkin kalau Gita nggak di Jerman, nggak kenal Youtube, dia nggak akan bisa membukakan jalan buat teman-teman lainnya untuk kenal Jerman lebih dekat. Ya, who knows ya soal takdir. Semua atas campur tangan Allah.

Semua rentang kisah yang ada dalam hidupnya terjalin dan sudah jadi suratan takdir. Benang merahnya baru keliatan pas udah lewat bertahun-tahun kemudian, kenapa gini, kenapa gitu. Tuhan pasti punya alasan kenapa seseorang diuji, termasuk soal Gita yang ternyata ayahnya di Amerika.

Mungkin kalau Gita nggak terbiasa dengan keadaan itu dia bakal jadi anak manja yang sulit mandiri. Tapi nyatanya dengan tempaan waktu, dia bisa belajar buat survive di Jerman berkat ajaran ibunya untuk nggak nyerah dan berjuang secara seimbang di akademis maupun yang non skill. Saya salut sama ibu Gita karena dia tipe ibu yang ya walau galak tapi sebenernya care, tapi dengan caranya sendiri. Dia menyiapkan Gita untuk siap menyambut kerasnya hidup di luar sana.

Overall, bukunya bagus menurut saya. Wajib baca deh buat yang ngefans sama Gita Savitri Devi. Kalau saya sih emang udah niatan beli as liat covernya, makanya nyari-nyari buku ini di Shopee dan Tokopedia lalu bandingin harganya, mana yang diskonnya lebih banyak. ;)) Eh pas mau check out ternyata udah kehabisan. Ahaha. Akhirnya saya milih beli buku Rentang Kisah di Gramedia langsung deh. Biar ga kehabisan edisi pertamanya. :p Denger-denger sih buku ini bakalan dicetak ulang. Masya Allah ya. Semoga hikmahnya sampai ke para pembaca. Aamiin  Thank you Gita for your memorable stories. ;)


2 comments:

  1. Bagus bukunya mba aku baru tahu ttg Gita dan jerman hahaha apalagi pas bagian Paul akhirnya bisa hijrah alhamdulilah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bagus, mba Herva. Yuk dibaca, mba. :D
      Iya, alhamdulillah ya. Hidayah bisa datang dari mana aja, semoga istiqomah. aamiin. :)

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^