Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

4 June 2014

Resensi Buku Dream Catcher by Alanda Kariza


Judul Buku : Dream Catcher
Penulis        : Alanda Kariza
Penerbit      : Gagas Media
Terbit           : 2012
Tebal            : xii + 220 halaman
ISBN             : 979-780-537-9

“Dreams are necessary to life.” – Anais Nin

Mimpi itu kebutuhan hidup. Setiap orang menyimpan impian terdalam tentang dirinya dalam sebuah kotak memori yang akan selalu diingatnya. Anak-anak seperti yang dulu diajarkan oleh guru sekolah, membuat daftar impian masa kecil jika besar ingin jadi apa. Ada yang jadi guru, pilot, dokter, dll. Namun, seiring waktu, impian yang tidak dijaga dengan kuat akan membuatnya menghilang disapu waktu.

Ada hal yang membuat pemimpi menjadi percaya pada impiannya. Kekuatan keyakinan. Sebagian menyebutnya ‘dream’, sebagian percaya realitas lebih utama dari impian itu sendiri. Ya, setiap orang berhak memilih akan dibawa kemana impian tersebut. Apakah akan menjadi lebih besar dari waktu ke waktu, atau malah mengecil karena tidak yakin akan tercapai?

The Cure for Tomorrow(TCFT) yang dibentuk oleh Alanda Kariza bersama dua temannya yaitu Aishanatasha Adisasmita dan Annisa Amalia (Abazh) (halaman 19) Adalah sebuah perwujudan nyata dari impiannya yang sejak kecil ia simpan. Semangat Alanda untuk tetap berkontribusi meski tidak mendapatkan kesempatan jadi relawan di beberapa komunitas hanya karena usianya masih sangat muda(saat ia masih SMP). Ia membuat kesempatan untuk dirinya sendiri dan bagi kalangan anak muda yang sama seperti dirinya, berjiwa sosial tinggi dengan membuat TCFT.

Dari TCFT itulah akhirnya Alanda justru membuat dirinya mendapatkan kesempatan yang lain, yaitu menjadi jalan pembuka bagi komunitas-komunitas anak muda yang saat itu belum banyak tumbuh. Ia menyelenggarakan Indonesian Youth Conference. Dan mewakili Indonesia di forum internasional yaitu Global Changemakers(2008), One Young World (2011), High Level Panels on Youth : “Global Youth, Leading Change”(2011).


Beragam prestasi telah ditorehkannya. Alanda yakin bahwa di luar sana ada banyak anak muda yang sevisi dengannya, membuatnya mau membagikan  pengalamannya dalam buku ini. Dream Catcher memberi aroma baru bagi buku pengembangan diri remaja yang selama ini ada. Buku ini juga menjadi acuan bagi anak muda untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya sehingga mau bergerak dan membuat perubahan.

Sebuah mimpi mampu menekan keraguan kita akan masa depan. (halaman 7) Dan, sebuah impian paling mudah diciptakan dari kecintaan yang mendalam tentang sesuatu. 

Ada lima bagian dalam buku ini yaitu : Inventing your dreams, take downs, Designing the blue print, Making them come true, dan Living it. Dilengkapi dengan lembar aktivitas di buku ini, pembaca akan dengan mudah mengklasifikasikan potensi diri, hambatan, tantangan, dan daftar impian yang akan ia capai. Dengan lembar aktivitas yang terukur, membuat impian jauh lebih mudah dicapai. Ilustrasi yang cantik juga cover yang menarik menjadi nilai tambah.



Selain itu karena buku ini berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya dan juga dikaji berdasarkan wawancara beberapa tokoh anak muda yang menjadi inspirasi sukses di masa muda, maka buku ini bisa membantu kita menuntun impian kita sampai puncak.

Misalnya saja kita bisa belajar dari Fika Fawzia yang  mendapatkan beasiswa di  International Masters in Public Policy Scholarship tahun 2010 lalu, juga Dirgayuza Setiawan yang merupakan wakil Indonesia di Asian Youth Summit 2011. Yuza menginspirasi anak muda dengan proyeknya bernama: WhenIWas20(WhenIWas20.com) yang bertujuan untuk menginspirasi anak muda di seluruh dunia dengan menceritakan hal-hal yang telah dilakukan orang sukses  ketika mereka berusia 20 tahun.

 “Dreams are invented. We are not born with them.”

Hidup yang dipenuhi mimpi akan banyak bercerita tentang masa depan. So, live your dreams. Because, being young is privilege. (halaman 35) Dengan membuat rencana, kita jadi tahu apa yang kita perlukan untuk mencapai impian itu. Aim as high as possible

“Having no “Plan B” makes us driven not to fail.”( halaman 60)

Ya, tanpa memiliki plan B, membuat kita mampu memaksimalkan kerja keras yang kita lakukan. Sehingga bila terjatuh pun, kita tak akan menyesal karena sudah berusaha semaksimal yang bisa dilakukan.


Memvisualisasikan impian mendekatkan kita dengan impian tersebut. Sebab, kita akan merasakan suasana saat impian itu jadi kenyataan. Alam bawah sadar kita akan merekamnya, dan kita akan dengan mudah bisa memindai impian itu ke dalam dunia nyata. So, bermimpilah karena sebuah mimpi membuat kita bisa memiliki tujuan di dalam hidup.

7 comments:

  1. Wah sepertinya menarik, memvisualisasikan mimpi kita dengan bantuan buku ini :)

    ReplyDelete
  2. wah dibuat resensi oleh Mbak ila. sip2 mbak :-)
    saya pernah baca, pinjem dari perpustakaan daerah hehehe....
    saya sepakat kalo keunggulan buku ini terletak pada bagan2 yg memotivasi pembaca utk memvisualisasikan impiannya lewat perencanaan2 di masa depan.

    tapi ada kelemahannya buku ini menurut saya.
    kalimat2nya terlalu serius hehehe....
    dan banyak istilah bahasa inggris, (untungnya kita paham)
    tapi bagi yg blm terbiasa membaca serpihan, eh potongan kalimat berbahasa inggris akan ketambahan beban buat nerjemahin artinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba Ina. :D Judul sub bab dan quote2nya semua pake bahasa inggris. wekeke. x) Harus sedia kamus kalo ga ngerti artinya haha. Makasih udah komen di sini, mba Ina :D

      Delete
  3. banyak yang sudah membuktikan bahwa sukses yang diraih berawal dari sebuah impian. Ayo, mari bermimpi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mak Lianny. ^^ Mimpi adalah kunci menggenggam masa depan. ;)

      Delete
  4. hai, we both write the same book, glad to visit your blog :)visit my blog at www.anisanuha.blogspot.co.id

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^