5 October 2020

[Resensi Buku Anak] Dunia itu Kecil (Our Small World) by Aik Airin

 

buku anak our small world

Judul Buku : Dunia Itu Kecil – Our Small World

Pengarang : Aik Airin

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2020

Tebal : 24 halaman

ISBN : 9786020638225

Harga Buku : Rp 38.000

Rating : 3/5 bintang

Baca dan Download Ebook via Gramedia Digital


 

Sinopsis Buku Dunia itu Kecil - Our Small World :

Di lapangan bola, Rafa bertemu teman-teman baru. Mereka berbeda wajah, makanan, juga kebiasaan. Apakah mereka semua bisa berkawan?

 

Resensi Buku Dunia itu Kecil - Our Small World :

Buku anak series Small Kids Big Moment terdiri dari 6 judul buku, antara lain : Dunia itu Kecil, Senang Sekolah, Adik Bayi Lahir, Dadah Nenek, Ugi dan Si Kucing, dan Aku Bisa!  Buku ini ditulis oleh Aik Airin. Sedangkan desain ilustrasinya dibuat oleh Mantox Studio.

Judul buku anak ini ditulis dalam dua bahasa karena bukunya memang untuk pembaca bilingual. Target pembacanya adalah anak usia 5 tahun. Sedangkan judul bahasa Indonesia menggunakan judul Dunia itu Kecil. Dan buku bahasa inggris berjudul Our Small World. Menurut saya, makna judulnya jadi terasa berbeda sangat jauh ya. Kalau diartikan Our Small World artinya dunia kecil kita. Bukan dunia itu kecil. Karena kalau merujuk ke anak-anak yang jadi tokoh di buku ini, berarti dunia kecil anak-anak itu sendiri, bukan dunia-nya yang kecil.

Buku anak ini berkisah tentang anak-anak yang sedang ada di acara kemah. Mereka berasal dari berbagai Negara. Di buku ini dikisahkan ada berbagai perbedaan yang ada di dunia anak-anak. Seperti, asal daerah, warna rambut, makanan, bentuk tubuh, agama, dll. Misalnya saat anak-anak makan, beragam aneka makanan terhidang di meja dan mereka makan bersama dengan kompak. Ada anak yang mengatakan tidak apa-apa memakan masakan tersebut karena makanan itu halal.

 

“Mereka berdoa sesuai keyakinan, tapi tetap kompak duduk bersama, “Semua halal. Jangan khawatir, Rafa!”

“They prayed in different ways but keep sitting together anyway. All of meals are halal. Don’t worry, Rafa!” (page 7)

 

Sedangkan saat anak-anak sedang berkumpul, mereka terlihat kaget karena perbedaan yang ada di antara mereka. Namun, hal itu justru membuat mereka makin semangat mengenal satu sama lain. Awalnya memang terasa canggung, namun setelahnya mereka dapat berbaur kembali. Anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka tidak menganggap perbedaan itu sebagai sesuatu hal yang perlu diperdebatkan. Yang terpenting anak-anak bisa bahagia dan kompak saat bermain bersama. Setelah berkenalan mereka bisa saling memahami perbedaan di antara mereka dan tidak memandang kaya atau miskin. 

 

“Ih, kulitmu hitam betul!

Ih, matamu kecil sekali!

Rambut kuningmu itu asli?”

 

“Eew, your skin is so dark!

Eew, your eyes are so small!

Your yellow hair, is that real?”  (page. 11)

 

Ya, karena anak-anak memang berbeda satu dengan lainnya. Mereka unik satu sama lain. Jadi, biarkan perbedaan itu menjadi jembatan untuk saling mengenal sahabat baru mereka.

 

“Kita semua unik dan berbeda. Bukan berarti tak bisa berteman.”

“We are all different and unique. But still we can be a unique.” (page. 15)

 

Menurut saya buku ini kurang mengeksplor perbedaan itu sendiri. Masih kurang detail ide yang mau dibahas, sedangkan untuk gambar anak-anak sangat bagus. Ilustrasinya sudah mewakili isi cerita. Sedangkan translate bahasa Inggrisnya sangat berbeda dengan kalimat bahasa Indonesianya. Jadi, saya rasa buku ini belum bisa disebut bilingual karena terjemahannya berbeda jauh. Bayangkan kalau yang membaca anak-anak yang sedang belajar bahasa Inggris, pasti dia akan bingung dengan perbedaan makna kalimatnya.

Misal di kalimat “Bukan berarti tak bisa berteman”. Nah, terjemahan bahasa Inggrisnya justru “But still we can be a unique.” Padahal itu artinya “Tetapi tetap kita bisa jadi seorang yang unik.” Bukan  merujuk pada kalimat “Bukan berarti tak bisa berteman.” Jadi, apakah buku ini worth it? Menurut saya isi buku ini masih kurang ya. Kalau ada penyempurnaan dari bagian editor mungkin hal-hal semacam ini bisa diminimalisir. Atau, bagaimana menurutmu? Share dong di komentar. ;)

 

No comments:

Post a comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^