12 Maret 2022

[Resensi Buku Anak] Kopral Jono - Agnes Bemoe



Judul : Kopral Jono

Penulis : Agnes Bemoe

Penerbit : Gramedia

Terbit : Cetakan pertama, 2019

Tebal : 104 halaman

ISBN : 978-602-0622637

Genre : novel anak petualangan

Format Buku : audiobook dan ebook

Durasi audiobook : 1 jam 58 menit

Rating : 5🌟

Harga buku : Rp 43.000


Baca ebook Kopral Jono di aplikasi Gramedia Digital

Download audiobook Kopral Jono di aplikasi Storytel


❤❤❤


Sinopsis Buku : 


Seekor anjing tak bertuan dibuang di Kampung Purnama. Surya, yang penyayang anjing, akhirnya ditugasi memelihara anjing itu, yang kemudian ia namai Kopral Jono.


Jono ternyata berisik sekali. la sering menangis, melolong-lolong, dan berteriak. Tidak ingin bermasalah dengan para tetangga, terutama Pak Imam, tetangga sebelah, Surya mulai menyelidiki kenapa anjingnya begitu ribut. Penyelidikan itu menggiring Surya ke temuan yang mengerikan: bangkai orangutan.


Ternyata yang tertarik pada masalah orangutan ini tidak hanya Surya, tapi juga dua pemuda kucel yang gerak-geriknya mencurigakan. Surya lalu mengetahui kedua pemuda itu akan menjalankan rencana rahasia mereka pada tanggal 17 Agustus. la pun melaporkan semuanya pada Pak Imam, yang bilang akan minta bantuan polisi.


Tapi tiba-tiba, pada tanggal 16 Agustus, Jono kabur dari rumah. Surya pun mengejarnya, dan dari situ segalanya mulai terbongkar.


❤❤❤


Resensi Buku : 


Konflik yang terjadi dalam buku yaitu tentang seekor anjing liar yang ternyata merupakan anjing pitbull jenis petarung. Anjing liar ini ditemukan di sebuah desa yang sepi dan sangat terpelosok.


Seorang anak lelaki difabel bernama Surya memberi nama anjing itu dengan nama Jono, lengkapnya Kopral Jono.


Konflik berkembang antara tokoh Surya, Jono dan Pak Imam. Karakter Pak Imam ini baik hati, ramah suka nicara dan tertawa, juga pekerja keras.


Pak Imam yang awalnya dikenal baik hati ternyata menyimpan masalah besar. Ia seorang pemburu liar yang sedang dicari polisi karena menangkap orang utan.


Karakter utama tokoh dalam buku anak ini adalah Surya dan Kopral Jono. 


Melalui tokoh Surya, penulis ingin menggambarkan bagaimana kehidupan anak difabel (disabilitas) yang kakinya tidak bisa berjalan dengan normal karena sakit polio. 


Surya sangat pintar dan sabar, ia bisa membuat layangan sendiri selama berhari-hari. Selain itu, Surya juga patuh pada orang tua, dan juga disayang teman-temannya. Tidak ada bullying pada Surya karema teman-temannya sangat mendukungnya, bahkan sering membantunya jika kesulitan berjalan. 


Melihat background keluarga Surya yaitu ayah kepala sekolah dan ibunya seorang guru SD, kehidupan Surya bsia dibilang mapan. 


Surya juga sangat melek teknologi karena memiliki komputer di rumah. Bahkan untuk ukuran anak seumurannya, ia sudah terbiasa mencari informasi melalui Google atau search engine. 


Tanpa dibantu orang dewasa, Surya bahkan bisa menemukan kesimpulan dari artikel yang dibacanya. Bisa dibilang Surya ini juga senang membaca.


Surya juga seorang penyayang binatang, terutama anjing. Ia bisa menjinakkan Jono. Padahal orang lain kesulitan melakukan hal itu pada anjing petarung.


Karakter Jono adalah anjing petarung pittbull. Seekor anjing liar yang terluka dan tidak percaya pada orang kampung, namun saat didekati Surya, ia mau menurut pada anak itu.


Insting Jono si anjing liar ini sangat terasah. Terbukti dari caranya menemukan bangkai orang utan, bahkan tahu cara melewati pagar rumah setinggi 1 meter tanpa membuat kegaduhan.


Kelebihan Buku : 


Novel anak ini membantu anak-anak untuk mengenal empati, baik melalui karakter Jono yang terluka parah, maupun Surya yang difabel. 


Novel Kopral Jono karya Agnes Bemoe ini juga menggabungkan isu penting seperti : perburuan liar orang utan, pembunuhan terhadap induk orang utan, disabilitas awareness tentang bagaimana harus bersikap pada penyandang disabilitas, juga sikap penyayang pada binatang peliharaan.


Melalui isu perburuan liar terhadap satwa yang dilindungi, penulis ingin menekankan bahwa satwa yang dilindungi di Indonesia terancam hampir punah karena ekspor satwa langka ini ke luar negeri.


Selain itu, ada risiko ketimpangan ekosistem karena habitat alam liar diacak-acak oleh pemburu. 

 

Hewan dan tumbuhan saling mengisi dalam satu rantai makanan dan terbentuknya ekosistem yang sehat. 


Jika hewan diburu dan akhirnya punah, maka akan mengancam keseimbangan alam liar.


Latar/setting novel di Riau, luar pulau Jawa, yang memberi alternatif novel lokal yang membawa unsur lokalitas. Ada juga aktivitas warga yang gotong royong dan diskusi untuk mencapai kesepakatan bersama, demi menyelesaikan masalah di lingkungan tempat tinggal. Hal ini juga menunjukkan karakter masyarakat Indonesia yang sesuai nilai Pancasila.


Kekurangan buku : 


Ilustrasi bukunya tidak berwarna. Tidak ada foto penulis dan daftar judul buku lainnya, padahal bisa jadi sarana promosi bagi penulis. 


Tidak ada lembar aktivitas atau semacam kesimpulan/lembar diskusi dari novel ini.  Apalagi seharusnya anak-anak bisa mendiskusikan tema perburuan liar dan aktivitas memelihara binatang setelah membaca di novel ini. 


Harus ada diskusi "do and don't" tentang pelihara anjing, apalagi di kampung.


Saran Untuk Buku : 


Alangkah lebih baik jika ilustrasinya diwarnai sehingga karakter lebih hidup, jadi nggak hanya gambar hitam putih. 


Lalu, adakan diskusi atau Q&A di akhir novel semacam quiz atau lembar kesimpulan dari cerita anak itu. 


Selain itu, penulis juga bisa memberi lembar pengenalan tokoh dalam novel ini beserta dengan keunikan karakternya, ya mirip dengan di komik di awal halaman novel. 


Apalagi format novel anak ini adalah buku petualangan series, jadi lebih menyenangkan kalau anak-anak tahu siapa saja tokoh terlibat di dalam novelnya.


Nah, selamat membaca ya! 🥰


Catatan : 


Buku nonteks pelajaran ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Nomor: 15193/H3.3/PB/2018 Tanggal 12 November 2018 tentang “Penetapan Buku Pengayaan Pengetahuan, Keterampilan, Kepribadian, Pengayaan Pembelajaran, Buku Referensi, Buku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Buku Panduan Pendidik”, sebagai Buku Nonteks Pelajaran yang Memembuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan sebagai Sumber Belajar pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^