25 Maret 2023

Review Buku Arunika by Raisa

 



❤️ Review Buku Arunika by Raisa ❤️


Judul buku : Arunika

Penulis buku : Raisa (ig @bacaanrai103)

Tebal : 122 halaman

Genre : buku islami

Rating : 4,5/5 🌟


Download gratis dan baca ebook Arunika di sini


#BacaKaryaArunika 


❤️❤️❤️


Sinopsis Buku Arunika by Raisa :  


Ada prahara dalam diri yang terkadang tak kita mengerti: Sebuah debar galau. Atau detak kecemasan.


Lalu, apakah kita diam saja dengan keyakinan bahwa mereka (perasaan-perasaan itu) akan pergi dengan sendirinya?


Tidak.


Kita perlu memahami hingga ke akarnya. Berupaya menghilangkannya. Lantas, mengisi hati dengan kedamaian iman.


Dengan nama Allah.




❤️❤️❤️


Review Buku Arunika by Raisa : 


Rasa cemas, datang dan pergi dalam hidup manusia. Memberi berbagai rasa yang sulit dijabarkan dengan kata-kata. 


Setiap kali rasa cemas singgah, ada perasaan tak nyaman yang membuat seseorang larut dalam duka. 


Allah pernah bilang bahwa "sesudah kesulitan ada kemudahan"


Dalam kehidupan manusia tidak ada yang berjalan mulus tanpa adanya ujian dan cobaan. Ketika kita mendapatkan ujian kehidupan seperti : musibah, sakit, kesulitan, penderitaan maka bersabarlah.


Karena sesungguhnya bersama kesulitan akan datang kemudahan.




Dalam buku Arunika ini, penulis menjabarkan kisah perenungan hidup tentan memaknai kisah yang datang dalam diri kita. 


Allah memberi rasa cemas bukan tanpa sebab, bisa jadi itu tersebab dosa yang menumpuk yang lupa diistighfari. 


Jika ada dosa yang lupa diistighfari, perbanyaklah dzikir dan taubat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa itu.





Kak Raisa menuliskan berbagai kegalauan tentang hidup dan membuat pembaca ikut merenungi makna dan memungut hikmah yang terserak dalam setiap halamannya. 


Rasanya, saat membaca buku ini seperti disentil oleh seorang sahabat baik yang datang untuk mengingatkan dan memeluk hangat. 


"Heiii, dunia tak sebatas senda gurau, sayang."


Ada yang kembali menghadap Allah tanpa sempat membeli perbekalan yg pantas. Ada yang tak punya waktu untuk ibadah karena sibuk dengan dunianya. 


"Ayolah, kau tak rindu dengan rumah di surga yang akan kau tinggali nanti?"


Surga yang terkesan tak tergapai itu sebenarnya adalah tempat pulang yang dijanjikan Allah. Kampung akhirat yang lupa kita tuju karena terlalu cinta dunia. 


Maka sebaik-baiknya bekal adalah takwa pada Allah. 


Jika kita wujudkan muslim yang taat mulai dari diri sendiri, lalu keluarga, dan lingkungan sekitar, tak heran jika nanti kita bisa bertetangga di surga. 





Penulis mengajak pembaca untuk merenungi berbagai makna hidup, seperti banyaknya ruang kosong di hati yang sering kita isi dengan kecemasan tentang dunia, yang sebenarnya bisa kita halau dengan lebih fokus pada perbaikan diri.


Kecemasan berlebihan tentang hidup juga membuat kita sukar untuk percaya, bahwa Allah memberi keajaiban pada yang percaya kunfayakun-Nya. 


Yaa... Padahal hidup kita sudah diatur Allah. Tinggal ikuti aturannya, ikuti alur takdirnya, maka kita akan selamat dunia akhirat.





Tak ada rasa cemas yang tanpa obat, karena Al Quran pun bisa jadi penawar hati yang gelisah. 


Ibarat membaca surat cinta dari sang pencipta, kita bisa membaca ayat dan terjemahannya, juga memaknai hidup kita dan belajar dari kaum sebelum kita yang kisahnya ditulis dalam al Qur'an


Quotes yang paling kusuka dalam buku Arunika adalah "Jangan cemas lagi yaa... Ada Allah, kamu takut apa?"


Rasanya nyess banget. Berasa ditenangkan untuk hati yang selalu khawatir dengan hidup yang tak pasti ini.


Kalau mati itu sudah pasti jadwalnya, lalu apa saja bekalmu hari ini? 


Yuk baca buku Arunika ini. Maknai perenungan hidup yang dituliskan Kak Rai untuk saling mengingatkan sesama muslim bahwa hidup kita jauh lebih berarti dari sekadar bermain-main di dunia. 


Ada surga yang menantimu memasukinya dari pintu mana pun yang kau kehendaki, jika ibadah kita hanya semata karena Allah. 


Overall, buku Arunika ini cocok untuk pembaca yang sedang mencari makna hidup dan butuh asupan nutrisi hati dan jiwa.


Kekurangannya : ada beberapa typo seperti elipsis yang ditulis tidak sesuai penempatan. Bisa direvisi nanti untuk edisi berikutnya ya, kak. ❤️


πŸ“š Rating : 4,5/5 🌟




26 komentar:

  1. wahhh kyknya aku butuh baca ini.
    klo mau tidur malam tuh rasa anxiety bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, bukunya bagus. Kalo mau, bisa baca ebooknya, mba. Link downloadnya ada di bagian awal postingan, mb Nurul. Hehe

      Hapus
  2. Baru baca ulasannya saja aku udah diajak merenung. Terutama pada bagian ini:
    "Surga yang terkesan tak tergapai itu sebenarnya adalah tempat pulang yang dijanjikan Allah. Kampung akhirat yang lupa kita tuju karena terlalu cinta dunia. Maka sebaik-baiknya bekal adalah takwa pada Allah."

    Pas banget jadi reminder lagi, apalagi lagi Ramadan gini. Bulan lagi banyak merenungkan berbagai hal.

    Buku yang kurasa akan bagus sekali untuk dibaca. Tfs Ila.

    BalasHapus
  3. buku yang bagus yang mengajak kita merenung yaa. mau download juga ahh biar jadi bahan bacaan saat santai atau sebelum tidur

    BalasHapus
  4. Setuju, karena sebenarnya apa yang perlu dicemaskan padahal Allah SWT senantiasa bersama kita. Ini jadi penyemangat pstinya

    BalasHapus
  5. Ternyata ini buku nonfiksi, ya. Kok kayanya aku pernah baca novel berjudul dan sampul yang mirip tapi nama penulisnya berbeda

    BalasHapus
  6. Buku tentang perenungan hidup tuh selalu menarik untuk dibaca. Kalimat-kalimatnya sering kali menyentuh hati terdalam. Hingga akhirnya kita dapat banyak filosofi hidup untuk diambil sisi positifnya.

    BalasHapus
  7. Tadinya kukira Raisa yang penyanyi. Hehe.... Ternyata bukan ya. Jadi pengen baca bukunya. Aku seneng buku perenungan yang bahasa dan bahasannya ringan tapi mengena di hati.

    BalasHapus
  8. Menarik nih, bacaan yang bisa jadi pengingat saat jiwa sedang merasa lelah, bahwa tempat untuk pulang itu bukanlah rumah didunia ini, melainkan akhirat kelak

    BalasHapus
  9. 4,5/5 bagus atuh
    Jadi penasaran pingin baca juga
    Apalagi di bulan'suci ini butuh santapan rohani dan banyak banyak merenung perjalan an hidup

    BalasHapus
  10. Buku nya filosofis banget nih mbak jadi kepo jalan cerita utuhnya.

    BalasHapus
  11. menghadapi kehidupan duniawi tak cukup jika hanya sekedar menghadapinya dengan logika. Butuh kedekatan iman terhadap sang pencipt agar kita benar-benar luluh

    BalasHapus
  12. Terima kasih, La.
    Rasanya adem banget baca resensi Arunika by Raisa.

    dari dulu kalau ada masalah, aku selalu berpikir "Kenapa masalah ini bisa ada di aku?"
    Oh jawabannya memang hanya aku yang tahu, bahwa "Setiap manusia yang hidup, pasti diuji."

    Untuk menenangkan diri, aku selalu meyakinkan diri bahwa "Allah gak mungkin kasih kehidupan seseorang berada di fase terpuruk terus menerus, pasti ada masanya untuk mengenang masa-masa sakit ini, kelak."

    Jadi dorongan semangat itu memang adanya dari dalam diri sendiri ya.. Dan dituliskan dengan indah dalam buku Arunika by Raisa.

    BalasHapus
  13. masyaAllah... membaca revienya saja hati sudah terenyuh apalagi baca full bukunya..

    pas sekali momentumnya di bulan ramadhan, aga taqwa kita semakin kuat sebagai bekal kembali kepada Allah kelak..

    ratingnya saja sudah tinggi sudah pasti bukunya berkualitas.

    BalasHapus
  14. Apa yang ditulis dalam banget pengekspresian emosinya ya, Kak. Apalagi relate banget dengan keseharian kita isinya

    BalasHapus
  15. Wah ceritanya kok menarik
    Jadi pengen baca eBook nya
    Oke otw meluncur untuk download

    BalasHapus
  16. Buku kyk gini kyknya cocok dibaca oleh yang sedang down. Eh yang lagi kondisi baik2 aja juga cocok sih, cuma biasanya yang lagi down lebih meresapi isinya. Apalagi kalau dinasehatin supaya jangan terlalu cemas berlebihan krn ada Zat Maha Besar yang sudah mengatur segalanya untuk kehidupan kita :D
    Btw makasih reviewnya jd tau ada buku ini, kapan2 mau juga baca.

    BalasHapus
  17. Beneran sih. Kadang kalau sudah cemas tuh bingung harus gimana. Padahal nggak ada rasa cemas yang nggak ada obatnya. Pingin baca buku Arunika akutu...

    BalasHapus
  18. Wah ratingnya tinggi...suka saat baca jika buku Arunika cocok untuk pembaca yang sedang mencari makna hidup dan butuh asupan nutrisi hati dan jiwa. Pas buat akuuu

    BalasHapus
  19. Ceritanya menarik banget nih, bikin penasaran. Pas banget momennya sama bulan ramadan ini, membacanya bisa bikin hati lebih tenang lagi sepertinya.

    BalasHapus
  20. Setuju banget nih sama paragraf yg ada di novelnya kak "Dalam kehidupan manusia tidak ada yang berjalan mulus tanpa adanya ujian dan cobaan. Ketika kita mendapatkan ujian kehidupan seperti : musibah, sakit, kesulitan, penderitaan maka bersabarlah"

    Disuruh belajar terus kita untuk bertahan

    BalasHapus
  21. Buku berisi tulisan yang mengajak kita merenung dan mengingatkan kembali kepada kekuatanNya Allah emang bikin hati jadi tenang, bikin semangat hidup lagi

    BalasHapus
  22. Buku bagus banget ni, bikin tertampar dan seketika ingat akan kewajiban hidup di dunia ini. "Jika ada dosa yang lupa diistighfari, perbanyaklah dzikir dan taubat untuk membersihkan diri dari dosa-dosa itu.". makasih banyak atas ulasannya mbak, semoga nanti bisa baca bukunya secara lengkap

    BalasHapus
  23. wah pas banget kak momentnya nih, bulan Ramadan. Bukunya jadi remainding banget dengan kehidupan ini ya, yang rada galau seolah kembali ke jalan yang lurus nih

    BalasHapus
  24. isinya pas banget dengan perasaan-perasaan negatif yang sering muncul di hati kita ya mbak. Perlu nih di baca buat mereminder diri sendiri. Bahwa dunia itu ya nggak cuma tempat senda gurau aja. ada banyak dan lebih daripada itu😊

    BalasHapus
  25. Menarik nih. Masuk whistlist ah.
    Aku tipe yang mudah cemas dan galau. Sepertinya butuh baca buku ini deh.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^

Big Ad