Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

24 September 2014

Resensi Buku : Cinta yang Lain by Ninna Krisnamurti


Judul : Cinta yang Lain
Pengarang : Ninna Krisnamurti
Penerbit : Bukune
Terbit : Cetakan pertama, April 2012
Tebal : vi + 266 halm.
ISBN : 602-220-045-8

Cinta dan kehilangan, ia begitu dekat ternyata. Aku sudah menyangka, hanya saja mungkin tidak mempersiapkannya. Aku hanya mempersiapkan hati untuk jatuh cinta kepadamu, tanpa mempersiapkannya untuk mengucapkan selamat tinggal.

Ami, perempuan 31 tahun yang tumbuh di tanah sunda, Tasik, sungguh tak menyangka kelak ia akan menghabiskan hidupnya di Jakarta bersama suami tercinta, Adam. Baginya, ia nyaman menempati rumah itu karena ada Adam di sisinya. Namun, sebuah kecelakaan terjadi. Adam meninggal sebelum anniversary pernikahan mereka. Ami jatuh dalam kesedihan karena merasa sendiri menjalani kehidupan. Namun, saat ia membersihkan barang peninggalan Adam, ia menemukan dua tiket bulan madu yang sudah dipesan Adam jauh hari sebelum kematiannya. Tiket itulah yang mengantarkannya ke Bali, berlibur bersama Elena, sahabat juga tetangga terdekatnya.

Di Bali, Ami yang masih dalam suasana berkabung merasakan kesunyian, meski Elena terus berkicau demi membuat Ami tertawa. Di sebuah tempat wisata, tak disangka Ami bertemu dengan Riyadh, cinta pertama yang ia pendam sebelum bertemu dengan Adam. Riyadh dekat dengannya sebelum akhirnya ia menikah dengan Eva, gadis yang cantik di kalangan mahasiswa jurusan arsitektur. Masa lalu telah mengantar keduanya bertemu dalam suasana yang berbeda, Ami dengan status janda yang disandangnya, dan Riyadh yang ternyata juga duda dengan satu puteri bernama Faira.

“Sayang, berjanjilah padaku, kalau aku lebih dulu pergi dari pada dirimu, tetap tegarlah dan jalani hidup ini. Carilah pengganti diriku, kapan pun dirimu merasa siap. Aku pasti akan merasa bahagia di alam sana ketika hal itu terjadi.” (hlm. 118)

Kehidupan laksana takdir yang memintal harapan, tak ada yang tahu di ujung sana akan apa yang terjadi nanti. Ami hamil di saat Adam sudah tidak bisa membersamainya. Pertemuannya dengan Riyadh membuatnya kembali dekat dengan lelaki itu. Berkali-kali Ami harus bertemu dengan Riyadh karena satu dua urusan perihal toko onlinenya, yang akhirnya membuat Riyadh menyadari Ami nyaman berinteraksi dengan puterinya. Akankah cinta yang lain tumbuh di hati Ami? Namun, di saat yang sama, Eva hadir lagi mempertanyakan cinta Riyadh yang telah lama kandas?

***
Cerita cinta dua insan yang sudah menikah namun menemukan belahan jiwanya yang lain mungkin sudah tak asing di telinga kita. Ada yang datang, ada yang pergi saat badai dalam pernikahan datang. Ninna menghadirkan kisah ini di hadapan pembaca untuk membuat nuansa yang berbeda. Di antara kisah yang datang dan pergi, bukan hanya tentang kesetiaan yang dipertanyakan. Tapi juga kesanggupan untuk membuka hati pada cinta yang lain. Cinta yang baru yang belum tentu utuh, karena masih ada sisa cinta pada sosok masa lalu.

Novel ini bergenre domestic drama - romance, jadi saya sudah tahu akhirnya akan ke mana ujung ceritanya. Tapi, penggambaran sosok Ami yang tegar melewati ujian kehidupannya membuat saya salut padanya. Ami yang digambarkan ceria memiliki sikap sabar yang sungguh luar biasa karena ia harus melewati hari bersama kehidupan kedua yang ada dalam rahimnya. Sambil mengurus toko online bersama Elena, Ami masih sempat mengurus Faira di saat anak itu kritis. Gambaran Eva yang high class dan hard worker pun membuat karakter Ami dan Eva terasa bertolak belakang. Dengan perbedaan karakter inilah yang membuat pembaca jadi tahu tipikal seperti apa yang sering membuat pernikahan di ambang kehancuran.

Di samping itu, karakter Riyadh yang terkesan aneh buat saya justru saat ia bisa dengan leluasa membatalkan janji meeting saat Faira ngambek bahkan memutuskan pergi ke Tasik tiga hari demi menemui Ami. Padahal ia seorang manager di perusahaan negara. Mungkin kalau sekali dua kali hal ini wajar, karena Riyadh seorang ayah yang tidak terbiasa mengatur anak sendirian. Tapi kalau keseringan, engg... apa boleh ya? :D

Di novel ini yang membuat suasana jadi segar dan ceria karena ada celoteh Faira dan mamih. Haha, saya suka karakter dua perempuan dari dua generasi ini. :p Trus, sisi parenting digambarkan dengan bagus oleh karakter Ami dan ada juga selipan tentang mengurus online shop. Meski beberapa scene pertemuan serasa too good to be true, tapi novel ini menghibur. Ya, 3,5 bintang untuk novel ini.

13 comments:

  1. Hadesh kayaknya novel ini bau2 mellow2 gitu ya
    Tapi ada karakter yang lucu juga ya La

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya, tapi suka sama karakter anaknya, Mba :D
      Cute kids yang super bawel. Wekeke

      Delete
  2. mbak ila produktif banget nulis resensinya :D
    Eh tumben ya bukune ngambil tokoh yang udah dewasa umur 30an gitu
    *apa chika aja yg jarang baca :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, udah beli lama, baru dibaca, dek. Sekalian aja diresensi. :D
      Ada buku lainnya, buku mba Riawani Elyta, judulnya Yang Kedua juga dewasa 30 an tahun :D

      Delete
  3. Ini kok kaya kisah di film-film gitu ya mbak :) hihi..

    ReplyDelete
  4. Wah, makasih ya sudah review novel saya ^^

    ReplyDelete
  5. Isinya sperti jalan sebuah drama ya, panjang tapi dirangkum dalam novel 226 halaman yang punya cover menawan. Penasaran akan Adam dalam cerita ini.

    ReplyDelete
  6. Selesai baca review-nya, yang paling melekat di ingatan aku kutipan tentang

    "Cinta dan kehilangan, ia begitu dekat ternyata. Aku sudah menyangka, hanya saja mungkin tidak mempersiapkannya. Aku hanya mempersiapkan hati untuk jatuh cinta kepadamu, tanpa mempersiapkannya untuk mengucapkan selamat tinggal."

    Setuju bangett..

    Ternyata tanpa kita sadari sebenarnya cintalah yang mempermainkan kita. Jika kita tidak ada persiapan untuk konsekuensi dan resiko dr jatuh cinta, maka siap2 lah utk patah hati. ;)

    Dan aku udah dibuat jatuh cinta dengan novel ini. Dan pastinya aku juga udah mempersiapkan diri untuk siap-siap patah hati, takutnya malah belum berjodoh dengan novel ini..
    (berdoa dan berhara)

    ReplyDelete
  7. Jujur, ini review yang paling ku suka di sebanyak review yang sudah ku baca. Pilihan kata-kata yang dimunculkan asyik dan ringan. Jadi ngebacanya gak ngebosanin dan bikin lebih penasaran terhadap buku aslinya. Barakallah mb, semoga kelak juga bisa nerbitin buku ya, modalnya udah keren banget tuh. Atau udah punya buku sendiri? Maaf kalo iya.. hhe
    Semoga aku beruntung dapetin buku ini, jadi bisa nuntasin penasaran tentang kisah ami selengkapnya (ngarep. wkwkkk)

    ReplyDelete
  8. Ceritanya menarik, awal baca reviewnya aku nebak setelah Adam meninggal, Ami bakalan ketemu seseorang yang akan menemani hidupnya lagi entah itu seseorang dari masa lalu atau seseorang yang baru. Tpi saya di buat terkejut kalau Ami menemukan seseorang yang ternyata seorang Duda, sumpah kisah cerita ini antimainstream banget. Soal konflik mungkin tentang seputar keluarga dan masalulu. Dan saya penasaran bagaimana cara mereka para tokoh di dalam cerita ini menyelesaikan konfliknya.

    ReplyDelete
  9. Huwaaa novel ini kayaknya complicated banget ya, cinta segiempat antara Ami, Adam, Riyadh, dan Eva. Rasanya sedih karena mas Adam *ceileh mas* udah pergi sebelum bulan madu dengan istrinya, dan bahkan tidak sempat menemani hari2 Ami menjalani kehamilan. Yang bikin penasaran hubungan Ami dengan Riyadh, apakah bersama atau tidak. Aduuh pengen punya🙌

    ReplyDelete
  10. Sangat penasaran dengan keseluruhan isi novel ini. Lebih lagi di awal-awal sudah disuguhi kutipan menariknya, "Cinta dan kehilangan, ia begitu dekat ternyata. Aku sudah menyangka, hanya saja mungkin tidak mempersiapkannya. Aku hanya mempersiapkan hati untuk jatuh cinta kepadamu, tanpa mempersiapkannya untuk mengucapkan selamat tinggal." Rilnya begitu memang. Cinta dan kehilangan memang pada kenyataannya disajikan dalam satu paket. Makanya ketika mencintai atau dicintai harus lebih bersiap terlukai atau melukai. Karena cinta gak menjanjikan keabadian. Sejalan dengan kehidupan yang memang hakikatnya sementara, gak ada yang benar-benar abadi. Keseluruhan sangat tertarik dengan karya kak Ninna ini. Semoga berkesempatan memilikinya. I very hoped it ;D. Thankfull for this giveaway.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^