Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

23 September 2014

Resensi Mari Lari by Ninit Yunita


Judul : Mari Lari
Pengarang : Ninit Yunita
Penerbit : Gagas Media
Terbit : Cetakan pertama, 2014
Tebal : iv + 184 halm.
ISBN : 978-979-780-736-8

Hidup itu seperti berlari maraton, tak ada pemberhentian, dan selalu butuh perjuangan untuk sampai pada satu titik bernama impian.

Rio telah lama meninggalkan sesuatu yang bernama rumah. Mencoba menemukan pemberhentian untuk langkah yang semakin tak tentu arah. Namun, masih saja kecewa yang ia temukan dalam nyala mata orang yang ia kasihi, mengguratkan luka, perih.

Bapak dan ibunya sejak kecil tak tahu apa yang Rio inginkan dalam hidup. Rio sering berganti hobi dan keinginan, tak menyelesaikan apa pun yang ia mulai. Bahkan, saat ia harus menyelesaikan kuliahnya, ia gagal dan harus dropout. Terpaksa Rio memulai lagi apa yang ia abaikan selama ini. Semangat ibunya menurun, ditambah dengan acuhnya sikap bapaknya yang lebih memilih diam sejak Rio tak lagi jadi anak kebanggaannya. Buatnya, seorang atlet lari maraton seharusnya memiliki anak berbibit unggul, mental juara, bukan seperti Rio yang mudah menyerah dan patah bila berhadapan dengan rintangan.

“Aku ndak minta dia untuk ranking satu kok, bu. Tapi, mbok ya, ndak ranking empat puluh amat gitu, lho.”
“Coba kita kasih dia ruang dan waktu untuk berkembang. Kita cari tahu apa yang dia mau. Mungkin, dia bisa berkembang di area itu.”
“Aku ingin punya anak yang bisa dibanggakan, Bu.”
“Suatu saat, dia pasti akan bikin kamu bangga, kok. Aku bangga sama dia.”
“Atas dasar?”
“Karena dia anak kita.”

         Rio menyimpan kecewanya sendiri. Tak hanya kuliah yang berantakan, tapi juga di tempat kerja ia bahkan kalah dari rekannya di divisi penjualan mobil. Buat Rio, ini kekalahan telak. Jika dianalogikan, Rio bahkan tidak bisa menjual plester pada seseorang yang sedang terluka, saking tidak ada sinar yang menghuni kepercayaan dalam dirinya. Tak ada yang bisa dibanggakan dari hidupnya selain kegamangan yang terus melanda.

Sampai suatu hari, Rio mendapat kabar ibunya sakit. Buatnya, ini pukulan yang memhujam. Rio harus menyelesaikan apa yang ia mulai, itu janjinya pada ibunya sebelum ia meninggal. Rio berhasrat mewujudkan impiannya yang sulit diraih, selain menyelesaikan bimbingan skripsi dan memperbaiki kinerja kerjanya, ia juga harus mematuhi training plan lari maraton dua event sekaligus.
 
Dibantu Nisa, gadis yang ia sukai, Rio mengikuti training plan dengan jadwal latihan yang menguras energi. Ia ingin menggunakan nomor lari ibunya untuk lari di event Bromo Marathon 2013. Berharap di ujung saja, ada semangat yang menyala, kemenangan yang akan ia temukan. Masih bisakah ia temukan impian dan semangat saat segala-galanya sudah telalu penat?

***

Novel Mari Lari ini merupakan novel Ninit Yunita yang kedua setelah Test Pack yang pernah saya baca. Buat saya, gaya bercerita Ninit luwes dan ringan, sehingga mudah untuk memahami apa yang ingin ia sampaikan. Bahasa yang digunakan pun khas anak muda, ditambah guyonan ringan seperti yang biasa ia tuliskan di novel sebelumnya. Buku ini meski semi parenting, namun dibumbui dengan informasi tentang event lari, bahkan orang awam yang belum mengenal lari pun bisa belajar untuk meniru semangat Rio memulai lari.

Di buku ini pula saya baru tahu ada event Bromo Marathon, aplikasi android bernama Endomondo, juga training plan yang wajib dipatuhi untuk mencapai target lari. Jadi, kalau dibilang lari itu tanpa rencana, wah, bisa dehidrasi dan lemas di jalan. Lari memiliki filosofi yang dalam, seperti mengatur perencanaan, membangun target, disiplin, dan belajar menghargai proses.

Ada yang ingin Ninit bagikan lewat kisah Rio ini, bahwa mungkin ada banyak orang di luar sana yang memiliki impian, berlari terus dan teruuusss, tapi tak pernah menyelesaikan apa yang pernah ia mulai. Karena, impian bukan hanya tentang apa yang kita inginkan, tapi semangat yang naik turun meluap bak hembusan angin bisa bisa sesekali rapuh juga kalau tidak ada penopangnya. Seperti Rio yang tanpa dukungan ibunya, ia menjadi Rio yang sangat berbeda.

Buku ini tentang menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Apa pun ujung di akhir perjalanan yang sudah dimulai itu. Apa pun. Semangat yang diberikan Rio membuat pembaca yakin bahwa yang terpenting adalah mencoba menikmati prosesnya, jatuh bangunnya. Hingga kelak ada ujung yang akan membentang, memberi warna pelangi yang akan dirindukan. Overall, 4 bintang untuk novel yang juga telah difilmkan ini. Saya tunggu karya berikutnya ya, mba Ninit. ;)

10 comments:

  1. sekarang udah ada komunitas nya juga buat yang suka lari-lari... namanya Indonesian Runner... kalau nggak salah... ada dibahas juga nggak ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dibahas di buku juga, kak. Udah baca juga ya? :D

      Delete
  2. Baca review ini jadi pengen baca. Filmnya kok nggak masuk di Gorontalo ya. T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo baca, Kang. Bagus lho, jadi pengen lari *eh :D
      Kata temen sih udah ada filmnya, tapi aku juga belum nonton, hehehe ^^v

      Delete
  3. jika membaca resensi ini maka timbul rasa ingin baca bukunya.
    salut buat Mbak Ila
    btw beruntung ya tokoh Rio ketemu tokoh yang encourage keputusannya

    ReplyDelete
  4. Aku jadi pengen baca deh mbaaakk...
    Kayaknya pesannya cocok banget buat aku: tentang menyelesaikan apa yg kita mulai. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dibaca, Ca. Apa mau minjem di aku? :D

      Delete
    2. Mauuu mbak... mau....
      Ketemuan SSemarang yuukk... ;)

      Delete
  5. bukunya bagus...tapi blm liat filmnya!!!

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^